Wednesday, May 21, 2008

Indahnya Kerjasama

Kemarin malam saya menyempatkan diri untuk menonton film Forbidden Kingdom, di tengah kelelahan saya bekerja. Film fiksi ini dibuat dengan cukup menarik, dengan memadukan ragam kebudayaan Asia dan Amerika. Setting lokasi dengan disertai animasi menjadi sebuah pemandangan yang menarik bagi orang yang melihat film ini. Dan yang menggelikan adalah, setting jaman dahulu di negara Tiongkok sudah digambarkan dengan orang-orang yang memiliki keahlian bahasa Inggris.

Saya tidak mau promosi film ini lebih dalam lagi. Tetapi, ketika saya melihat di akhir bagian film ini, saya terkagum-kagum karena pembuatan film ini melibatkan banyak pihak, mulai dari orang Hongkong sendiri, orang China, orang Amerika, orang Australia, hingga orang Korea. (saya juga melihat banyak sekali film-film yang telah berkolaborasi seperti ini... cuma saya mau mengamati film ini saja deh.. ). Dan, menariknya lagi.... film ini "dilempar" ke berbagai negara, mengalami banyak editing (Digital Technology) sehingga hasil akhirnya dapat memuaskan para penontonnya (telah mengalami rekayasa sedemikian rupa). Kalau biasanya, para ahli yang datang ke negara pembuat film dan membantu editing film, saat ini dengan teknologi yang canggih dan internet yang super cepat membuat para ahli tersebut tinggal menunggu kedatangan file dari negara pembuat film untuk diedit, dan setelah selesai dikirim ulang untuk reproduksi menjadi film siap tonton.

Betapa susahnya untuk mengolah sebuah film dengan kerjasama dari berbagai negara. Bukan hanya sulit ketika memahami filmnya, tetapi juga berkomunikasi antar negara. Negara asia Timur, seperti Korea, belum banyak yang memahami bahasa Inggris sebagai bahasa International (meski fakta saat ini menunjukkan adanya peningkatan di kalangan publik). Belum lagi, film ini dipadukan antara bahasa Cina dan bahasa Inggris dan berbagai paduan lainnya seperti kostum, musik, setting lokasi yang berbeda, dsb.

Saya melihat poin kerjasama yang luar biasa dalam pembuatan film ini. Dunia telah banyak berkembang, tetapi mereka tidak melihat diri mereka sebagai individu tunggal yang dapat berkembang sendirian. Mereka memilih untuk berkolaborasi, bekerja bersama-sama untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Variasi kebudayaan yang akan menjadi masalah ternyata bisa diatasi oleh berbagai negara yang tergabung dalam pembuatan film ini. (tentunya juga terjadi di film-film lainnya...).

Dunia semakin mementingkan kolaborasi. Ketika kolaborasi dan kerjasama dapat berjalan dengan lancar, maka hasil yang didapatkan akan terasa optimal dan bisa memuaskan semua pihak. Alangkah indahnya ketika semua manusia bisa bekerja bersama-sama, bukan saling memusuhi, iri hati perang, saling membunuh, dsb. , untuk mencapai tujuan hidup manusia yang mulia, untuk menciptakan kedamaian manusia di muka bumi ini, untuk menghasilkan kehidupan yang penuh damai sejahtera bagi setiap orang yang hidup di sekitar kita.

Belajarlah bekerja sama. Raihlah hasil yang anda harapkan dari kerjasama tersebut.

No comments: