Monday, January 7, 2008

Visi - mimpi

Beberapa orang mengatakan, visi = mimpi. Bagaimana pendapat Anda ?

Saya tidak berani mengatakan benar atau salah. Hal ini bisa dianggap benar karena apa yang menjadi ambisi, tujuan, harapan kita di masa depan, itu bisa diterjemahkan dalam satu kata - VISI. Tetapi, tidak selalu yang menjadi impian itu bisa diterjemahkan menjadi visi.

Mari kita simak beberapa hal berikut ini.
Presiden Korea terpilih (pemilu Des 2007) memiliki visi meningkatkan perekonomian Korea lebih daripada sebelum-sebelumnya. Mayoritas pemilih presiden Lee adalah orang-orang yang menginginkan adanya kenaikan ekonomi di negara ginseng ini. Oleh sebab itu, apa yang diimpikan oleh eks-walikota Seoul ini juga melihat apa yang diekspektasikan oleh masyarakat Korea Selatan pada umumnya.

Pada awal Januari 2008, Korean Times menuliskan beberapa target yang akan dicapai oleh pemerintahan Presiden Lee. Hal yang paling mencengangkan adalah pembuatan Kanal sepanjang kurang lebih 450 km (dari Seoul ke Busan) untuk mempermudah jaringan logistik di Korea Selatan. Media transportasi air dianalisa lebih murah dibandingkan media transportasi lainnya. Dan, hal ini tidaklah mustahil untuk dilakukan, mengingat negara Amerika Serikat telah menerapkannya pada beberapa negara bagiannya dan Dubai telah memulai proyek ini di UEA. Namun, berdasarkan polling warga, 70% menyatakan ragu tentang keberhasilan proyek ini (yang akan memakan waktu 2 tahun)
http://www.koreatimes.co.kr/www/news/nation/2008/01/123_16547.html

Berita lainnya adalah target untuk mencapai pendapatan per kapita sebesar US$ 31.000 pada tahun 2012. Kalau hal ini dapat terjadi, maka Korea akan termasuk dalam 7 negara yang memiliki pendapatan per kapita terbesar se dunia.
http://www.koreatimes.co.kr/www/news/nation/2008/01/123_16552.html

Apakah ini mimpi ? Apakah ini visi ? Sebuah visi berangkat dari sebuah mimpi yang akhirnya diterjemahkan ke dalam misi. Visi untuk meningkatkan perekonomian negara diikuti dengan misi-misi kecil, membuat kanal dan proyek peningkatakan pendapatan per kapita yang disertai dengan target spesifik. (2 tahun proyek Kanal - pendapatan per kapita sebesar US$31.000)

Sama halnya dengan kepemimpinan diri kita. Apabila kita memiliki visi atau mimpi, baiklah kita menerjemahkannya dalam hal yang realitas - dalam bentuk numerik atau deklarasi pernyataan - yang membuat kejelasan dari visi atau mimpi tersebut.
Nehemia adalah seorang yang bisa menjadi contoh tentang pentingnya sebuah visi. Visi yang tertanam dalam hati Nehemia adalah membenahi tembok Yerusalem. Dan segenap misi yang dilakukan olehnya dapat kita cerna lebih dalam di kitab Nehemia.

Tanpa adanya visi yang jelas, maka hidup kita tidak akan bisa berjalan pada arah yang benar. Tentu saja, ketika kita memiliki visi, bukan hanya mengandalkan kekuatan diri kita sendiri, tetapi harus melihat siapa yang menciptakan diri kita. Allah telah menciptakan diri kita segambar dengan rupa Allah dan kita diberi mandat untuk berkuasa dan menaklukkan bumi. (Kej 1 : 27-28). Oleh karena itu, sudah sepantasnya visi atau mimpi yang kita buat diperuntukkan kepada sang Pencipta kita, untuk kemuliaan Allah di muka bumi ini. Dan, sebagai anak-anakNya, kita akan diberikan visi yang tepat untuk kita jalankan selama kita hidup di dunia ini.

Carilah visi itu agar hidupmu semakin berharga di hadapanNya.

No comments: