Showing posts with label Pengharapan. Show all posts
Showing posts with label Pengharapan. Show all posts

Wednesday, March 31, 2010

Everyday is worth remembering

Everyday is worth remembering. Saya sudah tahu hal ini sedari dulu. Tetapi, saya ingin berbagi bagaimana pernyertaanNya benar2 luar biasa dalam setiap lini kehidupan saya.

Ketika saya melihat 6 hari ke belakang, saya merasa bahwa saya tidak mampu untuk bisa menyelesaikan tugas yang harus saya kerjakan dalam kurun waktu 5 hari. Kamis lalu (hari ini juga hari Kamis), saya memiliki tugas menyelesaikan 2 buah research report yang akan dipublikasikan di event international yang bergengsi. Setiap kali pertemuan dengan professor, beliau selalu menyampaikan bahwa faktor KUALITAS adalah faktor utama dalam pembuatan sebuah research paper.

Deadline kedua event itu pas pada hari yang sama, 31 Maret 2010. Saya menyadari kemampuan saya yang terbatas, sehingga saya harus mengatur jadual untuk hal-hal non-urgent & non-important. Mulai dari hari Jumat, dimana professor menyetujui untuk pembuatan paper, saya membuat draftnya. Hari Sabtu, saya harus mengorbankan weekend bersama istri dan kegiatan rutin lainnya untuk paper ini. Hari Minggu, otomatis tidak optimal karena kesibukan di gereja. Hari Senin, draft awal harus diberikan ke professor untuk penentuan apakah dilanjutkan atau tidak.
3 hari rally yang melelahkan untuk menyelesaikan laporan dalam 15 halaman berakhir menggembirakan. Paper tersebut disetujui oleh professor untuk diteruskan. Namun, itu masih hanya 1. Paper yang lain masih dalam tahap 0 dan harus ditunjukkan hari Selasa.
Hari Senin subuh, saya tak sanggup menahan kantuk dan lelah. Ketika hampir terlelap, inspirasi bermunculan. Selasa pagi langsung menggarap kembali ide2 yang muncul. Tetapi, rasa capek membuat pikiran dan tubuh tidak saling berkompromi. Dibutuhkan kopi dan susu yang menambah semangat juang. Setelah berjuang hingga sore hari, mata berkunang-kunang, kepala sakit tak karuan, jalan pulang untuk makan malam pun sempoyongan, dan pada malam harinya dipanggil professor untuk persetujuan. Berita menggembirakan muncul kembali. Professor memperbolehkan draft berikutnya.

Masih ada masalah yang tersisa. Deadline tinggal 1 hari. Bagaimana mungkin 2 paper diselesaikan dalam 1 malam ? Emangnya kayak dongeng Candi Prambanan ? ^^
Sesuai usulan professor, saya diminta menghubungi panitia salah satu event untuk melihat kemungkinan penambahan waktu untuk pengiriman paper. Tetapi, reply tidak kunjung datang. Event yang lain tidak mungkin di-extend. Artinya, kedua paper harus tetap selesai pada schedule yang ditentukan.

Tibalah tanggal 31 Maret dengan wajah lesu, tampang capek dan tubuh yang remuk lebam karena tidak tidur (lebih tepatnya tidak bisa tidur) dalam rangka menyelesaikan misi paper. Tanpa disangka2, jam 12 siang saya menerima balasan email dari panitia event international tersebut bahwa deadline ditambah 2 minggu. Sebuah berita yang menggembirakan. Tetapi, di balik kegembiraan itu, muncul berita menyedihkan buat saya (masih berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab saya disini). Duka bercampur suka datang, tapi tugas masih harus diselesaikan.

Semua rasa capek, penat, letih, lesu... semuanya berganti sukacita ketika saya berhasil mengirimkan paper ke salah satu email panitia. Saya hampir menangis terharu melihat penyertaanNya dalam 5 hari ini. Saya merasa tidak mampu menyelesaikannya sendirian. Ternyata DIA masih memberikan kemampuan buat saya. Dan, istri saya yang luar biasa senantiasa memberi dukungan dalam 5 hari ini.

Ucapan syukur setiap hari akan berdampak pada pengingatan akan keseharian yang kita lalui. Everyday is worth remembering. Remember that God is always with you in every single step of your life. ~~~~

Thursday, February 19, 2009

Iman dan pengharapan

Manusia cukup takabur dengan kedua arti yang tersebut di judul di atas. Seseorang yang memiliki iman (believe) akan mempercayai sebuah doktrin-doktrin dari sebuah pengajaran, pendidikan, ataupun dari kepercayaan yang telah turun-temurun. Pengharapan adalah hasil dari iman yang dipercayainya.

Melihat fenomena Ponari, keputusasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan menjadikan iman sebagai sumber jawaban. Iman yang seharusnya ditujukan pada sebuah hal yang benar (kepada Yang Maha Kuasa, kepada Yang Maha Esa), justru ditujukan kepada kejadian alam semesta (nalar manusia, halilintar, dsb.). Kebutaan manusia terhadap Sang Pencipta membuat manusia buta terhadap jawaban hidup yang tak kunjung datang. Ketika perekonomian menjadi sulit, suasana keluarga yang penuh konflik, pekerjaan yang tak kunjung beres, pimpinan yang selalu marah, rumah yang tak pernah terurus, dll.... semuanya menjurus kepada keputus-asaan dan pasrah sempurna, serambi mencari sumber-sumber iman yang luar biasa... yang supranatural, yang tidak pernah diceritakan orang sebelumnya, yang tidak pernah dipikirkan orang sebelumnya.

Kejadian dukun Ponari yang masih belum bisa dijawab secara medis, membuat pro dan kontra di dunia medis. Tetapi, banyak analisa yang bisa dipetik dari kejadian ini.

1. Instanisasi
Iman yang benar, yang harusnya ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa, justru diarahkan kepada hal-hal alam dan manusia. Tuhan yang telah menunjuk pemerintah untuk menjadi perpanjangan tanganNya, Tuhan yang juga bisa menunjuk manusia (siapapun dia termasuk Ponari) untuk menjadi perpanjangan tanganNya. Tetapi, bagaimana kita bisa melihat bahwa kejadian batu yang tersambar petir tersebut bisa memberi kesembuhan luar biasa pada pasien-pasien yang datang ke dukun Ponari, tanpa ada analisa klinis lebih lanjut ?
Manusia lebih percaya pada sebuah hal yang instan, yang bisa diraih dalam waktu dekat, bukan jangka panjang. Melihat Tuhan, melihat surga adalah sesuatu yang masih SANGAT jauh. Hidup esok aja masih tak menentu, mengapa harus melihat masa depan yang masih sangat jauh. Besok mau makan apa, masih belum tahu. Tetapi, manusia lain sudah mengajarkan tentang Nirwana yang indah sebagai buah dari iman kepada Tuhan.
Iman yang keliru akan menghasilkan pengharapan yang keliru pula. Artinya, manusia bukan lagi percaya kepada Pencipta yang Agung, tetapi percaya kepada manusia atau kejadian2 yang bisa memberikan solusi seketika, nalar yang bisa memberikan jaminan kehidupan.

Maka tak heran, begitu dukun Ponari ditutup, dukun Dewi bertindak. Dan, tak begitu mengejutkan, banyak wakil rakyat yang datang ke praktek paranormal untuk melihat prospek masa depan.

2. Pendidikan.
Sinetron di Indonesia, yang perlahan sudah "agak" berubah (tetapi masih memunculkan mistis), adalah sebuah media pendidikan tidak langsung bagi masyarakat. Bagi golongan ekonomi lemah, mereka tidak bisa menikmati pendidikan bangku sekolah. Alhasil, mereka hanya menikmati sajian sinetron setiap hari. Apabila sinetron menayangkan kejadian2 mistis, hal-hal yang berbau instan, kekerasan, perselisihan, iri hati, balas dendam, maka semua itu akan menjadi sebuah "believe" baru di hati para masyarakat. Mereka akan "mencontoh" apa yang mereka lihat.

Pendidikan bisa terbagi menjadi "learning by doing", "learning by seeing", "learning by experience", "learning by listening". Bangku pendidikan memiliki taraf metode pendidikan yang rendah karena hanya "listening", kurang mencakup area "doing", "seeing", dan "experience". Dan, ketiga area tersebut justru lebih banyak didapatkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari di lingkungannya. (rapat RT, karang taruna, olahraga bersama penduduk desa, dll.). Pakar psikolog pun akan mengatakan bahwa pendidikan "learning by listening" perlu diikuti dengan metode-metode lain untuk lebih bisa memberi dampak bagi peserta didik. Sekolah-sekolah di daerah masih belum banyak yang menggunakan Experience based learning. Oleh karena itu, fenomena Ponari, sebagai bagian dari "experience", tentunya memunculkan iman baru bagi masyarakat.. dan memberi pengharapan kehidupan baru bagi yang menikmati pengalaman tersebut.

3. Teladan
Keteladanan adalah faktor berikutnya. Para petinggi (pejabat) di kalangan tertentu pun sampai ikut antri di rumah Ponari. Keikutsertaan mereka, yang dianggap sebagai teladan masyarakat, tentunya menjadi sebuah ikon tersendiri yang akan memberi dampak bagi lingkungan masyarakat yang masih mudah dipengaruhi.
"Pejabatnya aja juga pergi ke sana kok", "Petingginya juga ikut antri kok", dll... pasti masyarakat juga percaya bahwa hal itu benar. Pemimpin (pejabat, petinggi masyarakat) tidak melihat esensi keteladanan sebagai sebuah hal yang perlu dicermati lebih lanjut. Mereka hanya melihat kepentingan pribadi, tanpa melihat atribut yang mereka miliki. Alhasil, masyarakat juga akhirnya ikut apa yang mereka lakukan.

Kepemimpinan Semut (yang pernah saya bahas sebelumnya) memberi pencerahan bagaimana seekor semut bisa memberikan pengaruh bagi semut yang lainnya. Begitu pula manusia yang masih belum memiliki pendirian kokoh terhadap hidupnya. Selalu saja terombang-ambing dengan suara mayoritas, selalu melihat siapa yang ikut, selalu melihat hasil yang baik. Itulah manusia.

Ketiga nilai di atas cukup memberikan bukti kepada kita bahwa sebuah iman bisa menghasilkan sebuah pengharapan yang benar. Jangan melihat kepada manusia, tetapi melihat kepada Tuhan, sumber berkat dan sumber pengharapan itu. Ketika praktek Ponari dihentikan, apa yang terjadi ? Manusia mulai kembali dalam kehidupan semula, dalam lingkungan yang sama dengan sebelumnya (sakit penyakit, dsb.). Semua kembali dalam suasana hampa.

Ada baiknya, pemerintah mulai melakukan aksi gerakan keteladanan, mengarahkan masyarkat untuk memiliki pengetahuan yang benar tentang praktek Ponari. Para pakar boleh mengatakan bahwa hal ini adalah sugesti, tetapi pemerintah perlu ambil bagian dalam ilmu pengetahuan yang benar, seperti bagaimana kandungan air yang sudah dicelup batu milik Ponari. Apakah secara ilmiah dapat dibuktikan ada perbedaan dengan air biasa? Para ahli perlu berkomentar, apa efek halilintar terhadap sebuah batuan. Bagaimana struktur batu tersebut. Kejadian halilintar tersebut dapat mengubah batu itu sehingga memiliki mineral yang mampu menyembuhkan bibit-bibit penyakit atau membunuh virus-virus, sehingga fenomena itu bukanlah fenomena mistis, tetapi sebuah kejadian alam yang bisa diterangkan secara ilmiah.

Kejadian alam semesta dapat diterangkan secara ilmiah. Oleh karena itu, tidak ada hal kejadian alam yang tidak dapat diterangkan secara ilmiah. Hanya kejadian Tuhan, kehendak Tuhan, semua hal yang berhubungan dengan Yang Maha Esa, tidak bisa dijelaskan dengan nalar. (Bahkan Tuhan pun mengutus manusia untuk menguasai alam, bukan dikuasai alam). Namun, manusia lebih cenderung menyerah kepada alam daripada menguasai alam. Konyol bukan ?

Friday, September 19, 2008

Jangan pernah merasa sia-sia

Pada saat saya presentasi sebuah paper di depan professor, tiba-tiba timbul pertanyaan besar dalam diri saya. Apakah topik yang saya presentasikan ini benar-benar topik yang saya inginkan untuk penelitian ? Apakah topik ini memang bagus untuk masa depan ?

Pertanyaan dalam diri saya tersebut disambung dengan pertanyaan dari professor ketika saya menyelesaikan presentasi saya. Kaget juga, karena dia mengatakan "Sudah terlalu lama kita belajar topik ini, tetapi saya tidak menemukan hal yang menarik untuk penelitian. Sepertinya, kita harus mencari topik lain untuk diteliti."

Seketika itu juga, saya terkejut. Apakah yang saya pelajari adalah hal yang sia-sia ? Apakah selama ini saya kurang berusaha ? Apakah selama ini saya main-main dalam belajar ? Sampai-sampai professor mengatakan hal demikian ?

Aaaa.. itu hanya perasaan saya saja. Dan, ternyata benar. Setelah itu, professor memberi ide baru untuk bisa menjadi acuan penelitian yang baru berdasarkan topik yang lama. Saya merasa lega, tetapi juga sedikit bertanya-tanya dalam hati. Apakah professor memberi ide hanya untuk menyenangkan saya, atau sebenarnya memang topik ini tidak bisa dikembangkan ?

Setelah presentasi, saya merenungkan hasil seminar tersebut. Hampir saja saya terlena dengan pertanyaan professor seputar penggantian topik penelitian. Dan, saya hampir merasa bahwa semua yang telah saya pelajari adalah sia-sia. Tetapi, ketika saya membaca ide dari professor, saya merasa ada sebuah peluang baru.. ada kemungkinan baru untuk dipelajari. Oleh karena itu, semangat berjuang sekarang muncul kembali.

Dan, setelah mencari beberapa bahan lainnya, saya merasa bahwa topik yang saya pelajari bisa menjadi dasar penelitian baru. Artinya apa ?....
Apa yang telah saya pelajari adalah bukan hal yang sia-sia. Saya percaya bahwa tidak ada yang sia-sia ketika kita berusaha sungguh-sungguh dan benar2 mempertimbangkan apa yang akan terjadi di masa depan. Yang perlu diperhatikan lebih dalam adalah bagaimana kita mengolah hari ini untuk menemukan hari esok yang lebih baik. Ketika kita salah melangkah, maka kita bisa berpikir bahwa apa yang kita lakukan adalah sia-sia.

Mulailah hari ini dengan melihat keindahan alam semesta yang diciptakan Tuhan. Tuhan tidak akan memberikan hal yang jelek pada umatNya. Hanya keindahan semata yang selalu diberikan kepada kita. Oleh karena itu, kita tidak akan melihat hal yang sia-sia apabila kita menyertakan Tuhan dalam keseharian hidup kita.

Tuesday, September 16, 2008

Melihat kemungkinan

Pernahkah anda putus asa ? Pernahkah anda merasa anda tidak bisa melakukan sesuatu lagi untuk sebuah masalah ? Pernahkan anda merasa tidak ada lagi jalan keluar buat masalah anda ?

Setiap orang di dunia ini pasti pernah mencapai titik keputus-asaan tersebut. Tetapi, tidak semua orang mencapai titik itu dan menyerah. Tidak semua orang mencapai titik itu dan kemudian bunuh diri. Ada sebagian orang yang menyerah dan akhirnya memilih untuk mengakhiri hidup.

Mari kita telaah bagaimana seorang Superman yang dilahirkan memiliki kekuatan luar biasa dan selalu menempas kejahatan di dunia. Ketika kesulitan menghadang, apakah dia langsung putus asa ? Tentu tidak, karena dia adalah superman. Apa yang akan dikatakan orang kalau Superman saja putus asa ? Apa yang akan digunjingkan orang kalau orang sekuat Superman akhirnya menyerah ?

Di dalam setiap kehidupan manusia memiliki kekuatan luar biasa tersebut. Tuhan tidak menciptakan manusia biasa-biasa saja. Tetapi Tuhan menciptakan manusia seGambar dan seRupa dengan Allah. Bukankah itu adalah hal yang luar biasa buat kita umat manusia ?

Kalau kita adalah Gambar dan Rupa Allah, bukankah kita ini memiliki "kekuatan yang luar biasa" ? Kita, mahluk ciptaanNya, memiliki karakter Allah, yang selalu disebut dengan Maha Esa, Maha Kasih, Maha Penyayang, Maha Kuasa, Maha Tahu, dsb. Tentunya, karakter Allah itu akan muncul di dalam diri kita sebagai umat ciptaanNya.

Superman tidak mudah putus asa karena melihat potensi dirinya yang luar biasa untuk bisa mengatasi berbagai masalah. Kita, mahluk ciptaan Tuhan, juga sama dengan superman, yang diciptakan luar biasa oleh Pencipta kita. Tentunya, kita bisa menjadi sama dengan superman, yang tidak mudah putus asa dalam menghadapi masalah, bukan ?

Bagaimana caranya untuk bisa mencari jalan keluar bagi sebuah masalah yang buntu, masalah yang tidak kunjung berakhir, masalah yang terus menghantui dan tidak ada ujung pangkalnya ?
Salah satu caranya adalah mencari kemungkinan.

Yup, mencari kemungkinan adalah salah satu cara yang dapat dilakukan seorang pemimpin untuk bisa lolos dari jerat masalah. Ketika kita terlena dengan masalah, seringkali kita terlena untuk tidak mencari kemungkinan. Kita merasa orang yang paling susah, orang yang paling menderita. Tetapi, kita lupa bahwa kita masih dimampukan oleh Tuhan untuk berpikir (karena hanya manusia yang memiliki akal budi dan hati nurani) untuk mencari kemungkinan.

Kenapa orang cacat dari kecil masih bisa hidup hingga saat ini ? Kenapa banyak orang miskin atau terbuang dari muda, masih bisa hidup hingga saat ini ? Salah satu alasannya adalah karena orang tersebut melihat adanya kemungkinan untuk hidup. Terlepas apakah itu kemungkinan yang positif atau negatif, tetapi "MELIHAT KEMUNGKINAN" adalah salah satu usaha yang dapat dilakukan manusia untuk bisa bertahan dalam masalah.

Sudahkah kita melihat kemungkinan ketika kita putus asa ? Carilah maka Engkau akan mendapat, ketuklah maka pintu akan dibukakan, Mintalah maka semua itu akan diberikan kepadaMu. Amen.

Friday, September 12, 2008

Ayo Maju

Manakah yang lebih mudah, menghadapi masalah atau melarikan diri dari masalah ?

Yang pasti, tidak ada orang yang mau terus berada dalam masalah. Harus ada pilihan yang diambil, mau menghadapinya atau mau menghindarinya.

Negara-negara maju berhasil menjadi yang terdepan dalam hal ekonomi dan teknologi tidak lain tidak bukan adalah karena berani menghadapi masalah. Seberapa berani menghadapi masalah, seberapa besar masalah yang dapat dipecahkan, itu menjadi tolok ukur keberhasilan negara-negara saat ini yang mendapat predikat sebagai negara maju.

Tetap tinggal dalam sebuah permasalahan tidak akan membuat kita menjadi maju. Bahkan, menghindarkan diri dari masalah merupakan sebuah tindakan yang membuat kita justru terbelakang. Mengapa Indonesia masih belum bisa keluar dari kubangan permasalahan internal negara sendiri ? Karena mayoritas dari masyarakat di dalamnya cenderung melarikan diri dari masalah ketimbang menghadapi dan menyelesaikannya.

Ambil contoh, dari SD kita mengenal negara Indonesia sebagai negara agraris. Tanah yang luas merupakan salah satu potensi / keunggulan yang dapat dikembangkan untuk kemajuan negara. Tetapi, justru 2.894 dari 9.019 kursi kosong di 47 perguruan tinggi negeri adalah program studi pertanian dan peternakan (sumber : KOMPAS). Sumber daya agraris yang begitu melimpah akhirnya harus menjadi lahan yang siap dibangun dengan gedung, atau menjadi lahan komersial yang dijualbelikan untuk mendapat uang besar tanpa melihat masa depan. Pemerintah tidak melihat kenaikan angka ini sebagai sebuah potensi kemunduran, tetapi justru hanya melihat angka-angka bombastis angkatan kerja yang sudah mendapat pekerjaan, jumlah orang miskin yang berkurang, jumlah buta huruf yang berkurang, dsb. Nah, boro-boro negara Korea yang tidak punya lahan banyak (yang sebagian besar dikuasai oleh gunung) justru bisa menciptakan swasembada pangan.) Bisa jadi, mereka tidak melihat adanya masalah dari sini, sehingga ada pembelaan diri bahwa ini bukan termasuk melarikan diri dari masalah.. tapi lebih ke masalah TIDAK MAU TAHU masalahnya.

Justru masalah yang selalu terjadi di dunia politik menjadi isu yang cukup santer dan diperjuangkan oleh semua pihak. Para calon yang memasuki rana pilkada tahu dan siap menghadapi masalah. Ketika kekalahan muncul, tidaklah sedikit gugatan tentang adanya kekeliruan dalam Pilkada (hampir semua daerah .... hingga yang terkini .. yaitu Sumsel), justru terus diisukan tanpa melihat kepentingan negara yang lebih besar. Apakah artinya Pancasila dari sila ke 3 butir ke 1 ?
" Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. "

Cukup susah membedakan mana masalah yang perlu dihadapi dan mana masalah yang perlu dihindari. Tetapi, saya belajar dalam minggu ini untuk bisa menemukan ide baru dari masalah yang juga tidak jelas. Professor meminta untuk mencari masalah yang timbul di bidang logistik. Tetapi, mau mencari masalah apa ? masalah yang dimana ? terus... kalau sudah ketemu masalahnya, harus mencari solusinya. Nah... bagaimana bisa menemukannya ?

Yang sudah punya masalah aja bingung, ... justru ini yang nggak punya masalah disuruh cari masalah. Inilah kehidupan. Untuk menjadi maju, kita harus terus mencari masalah, menghadapinya, maju, dan menyelesaikannya. Janganlah kita mundur dari sebuah masalah. Masalah datang menghampiri kita untuk diselesaikan. Apabila kita masih diijinkan untuk menghadapi masalah, itu artinya kita dipersiapkan untuk menjadi seorang tentara yang siap berperang menghadapi musuh yang lebih besar lagi di kemudian hari. Percayalah... dan berusahalah untuk tetap maju.

Sunday, July 27, 2008

Menguasai bumi

Berita hari ini mengingatkan saya bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang terbatas yang bisa menjadi berkuasa karena kemampuan yang diberikan oleh Tuhan sendiri. Harian Kompas Nasional memberitakan bahwa Pemerintah China khususnya di Beijing telah menyiapkan sebuah teknologi yang dapat mengatur cuaca yang tidak bersahabat untuk kesuksesan acara Olimpiade di Beijing.

Sudah barang tentu bahwa teknologi ini hampir menyamai keMaha-Kuasaan sang Pencipta. Tetapi, kita masih punya banyak keterbatasan dalam mengatur alam semesta yang begitu luas dan besar ini. Mengatur cuaca adalah sebagian dari pengaturan alam semesta yang sangat mustahil untuk dilakukan. Tetapi, pemerintah China telah mencoba beberapa tahun dan teknologi ini berhasil dilakukan hanya pada kasus-kasus tertentu, seperti hujan rintik.. bukan hujan lebat sekali.

Teknologi perkiraan cuaca yang sudah dikembangkan saat ini pun masih belum bisa memberikan hasil prediksi yang akurat. 30-50% ramalan cuaca tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini juga membuat pihak pemerintah China khawatir akan penyelenggaraan Olimpiade Beijing yang memang direncanakan untuk membuat para tamu merasa diterima oleh masyarakat China. Memang, acara ini adalah bagian dari promosi negara Tirai bambu ini, khususnya untuk objek pariwisata dan peningkatan perekonomian. Dan, untuk mendukung kesemuanya ini, pemerintah berusaha melakukan yang terbaik agar para tamu dapat tinggal dengan nyaman di negara yang memiliki ke'khas'an dengan hewan Panda ini.

Manusia memang diberi hak menguasai bumi. Tetapi, semoga kita sebagai manusia masih sadar bahwa di luar diri kita masih ada kuasa yang lebih dahsyat, yaitu kuasa Tuhan kita.. sang Pencipta kita. Semoga kekuasaan yang kita miliki boleh kita serahkan kepada Tuhan sendiri, sehingga bukan karena oleh kuat kita sendiri, tetapi karena Tuhan yang memberikan kekuatan dan kekuasaan.. maka kita bisa hidup seperti saat ini.

Wednesday, July 23, 2008

Setiap orang memiliki kemampuan

Minggu lalu saya diajak nonton film "WANTED" yang dibintangi oleh aktris cantik Angelina Jolie. Debutnya dalam film laga selalu membuat orang merasa bahwa film itu penuh dengan action-action menarik dari tokoh ini. Tetapi, aktris ini tidak menjadi tokoh utama dalam film ini. Dia menjadi tokoh yang mendampingi tokoh utama dalam masa-masa pendidikan tokoh utama.

Pada awalnya, saya melihat bahwa film ini seperti film2 manusia super lainnya (kebetulan baru nonton "Hancock", sehingga pikiran manusia super itu selalu muncul). Dengan sebuah bekal kemampuan yang sangat detail, ternyata tokoh utama (Wesley Gibson yg dibintangi oleh James McAvoy) baru menyadari kemampuannya. Dia mewarisi sebuah kemampuan yang luar biasa dari ayahnya.

Singkat cerita, sebuah perkumpulan membutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan dan semangat untuk menjadi pembunuh. Dan, Wesley berhasil direkrut masuk dalam perkumpulan itu. Dia ditempa oleh para mentor2 yang hebat:
1. Sloan, pemimpin karismatik sekaligus motivator handal
2. Fox, mentor Gibson
3. Gunsmith, mentor penembak
4. Exterminator, mentor petarung
5. Repairman, mentor pemulihan diri
6. Butcher, mentor permainan pisau
7. Pekwarsky, mentor pembunuh.

Wesley Gibson dibentuk di lingkungan yang merupakan para ahli dalam pembunuhan. Karena dia ditraining dan dibentuk setiap hari, alhasil jadilah dia seperti yang diharapkan. Dengan diberi informasi sejarah ayahnya, timbullah semangat dia untuk bisa menjadi seperti ayahnya. Dan, muncullah seorang pembunuh baru dalam perkumpulan itu.

Tak disadari, ternyata kemampuannya meningkat pesat. Berbagai training dilalui dan dia menjadi orang nomer 1 di perkumpulan itu. Semua orang melihat karena dia memiliki darah dari ayahnya yang juga pembunuh. Sehingga mereka melihat, kemampuan Wesley adalah karena ada keturunan dari ayahnya.

Tetapi, saya melihat dari sisi yang berbeda. Kemampuan dia memang ada yang diwarisi dari ayahnya. Tetapi, 90% dari apa yang dia miliki adalah dari pengasahan dirinya di perkumpulan itu. Dia berusaha bangkit setelah disadarkan bahwa dia memiliki kemampuan yang luar biasa.

Begitu pula diri kita. Kita seringkali tidak menyadari kemampuan kita. Karena kita tidak menyadari kemampuan kita, maka kita menjadi orang yang biasa-biasa saja, hidup seperti biasanya. Padahal, apabila ada orang yang menunjukkan kemampuan kita.. atau kita menemukan kemampuan kita sendiri, maka kita bisa mengasah kemampuan kita menjadi lebih baik.

Seorang Wesley yang awalnya adalah seorang akuntan, akhirnya bisa menjadi pembunuh karena disadarkan akan kemampuannya dan dididik oleh para mentor handal yang sudah berpengalaman di bidangnya. Begitulah hidup kita. Kita bisa maju dan berkembang, ketika kita sadar kemampuan kita dan berguru pada orang-orang yang ahli dalam bidang sesuai dengan kemampuan kita.

Jangan menyerah. Setiap orang memiliki kemampuan yang luar biasa. Selanjutnya, tinggal bagaimana kita menemukan kemampuan kita, mengasah kemampuan kita hingga suatu saat nanti kita bisa menjadi "super hero" seperti yang kita impikan. "super hero" bukan seperti superman, batman, dll. Tetapi "super hero" dalam artian sebagai alat Tuhan di dunia ini, untuk menjadikan hidup ini semakin berarti karena Tuhan sudah menciptakan kita.

Thursday, July 17, 2008

Lari secepat mungkin

Pernahkah Anda ikut lomba berlari ? Kalau Anda bukan seorang pelari yang ingin mencapai kemenangan dan mendapat hadiah, sepertinya Anda tidak akan terlalu menggebu-gebu dengan sekuat tenaga untuk memenangkan lomba lari. Kalau Anda adalah seorang pelari professional dan mengikuti kejuaraan nasional atau bahkan internasional, maka Anda akan berusaha sekuat tenaga, berlatih tiap hari agar dapat mengikuti lomba lari dengan sekuat tenaga.

Tetapi, bagaimana apabila Anda bukan seorang pelari professional, tetapi Anda harus mengikuti kejuaraan lari ? Apakah ada cara yang efektif untuk bisa berlari dengan secepat mungkin dan punya motivasi untuk menang ?

http://uk.youtube.com/watch?v=EiTLPw2t6pk

Ketika saya melihat video ini, saya membayangkan bahwa saya yang adalah pelarinya. Tentu saja saya akan berlari kencang agar tidak kena batu es yang meluncur di belakang saya.

Begitu pula kehidupan ini. Seringkali kita merasa bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu karena kita tidak ahli di sana. Tetapi, ketika sebuah masalah besar siap menghajar kita, maka mau tidak mau kita akan berusaha untuk melakukan sesuatu agar terhindar dari masalah itu. Sama seperti apa yang kita lihat di video tersebut. Bukannya tidak mungkin hal itu bisa terjadi pada kehidupan kita.

Karena itu, marilah kita berusaha melakukan segala sesuatu dengan semaksimal mungkin, bukan karena ada masalah yang siap menghajar kita, tetapi karena kita tahu bahwa kita ditempatkan disana untuk melakukan pekerjaan baik yang sudah ditetapkan bagi diri kita.

Monday, July 7, 2008

Who could help me ?

Seringkali dalam kehidupan ini, kita selalu merasakan bahwa kita merasa sendirian, kita tidak memiliki teman, kita tidak memiliki rekan yang bisa membantu permasalahan atau problem kita, dll.

Dalam beberapa minggu ini, saya selalu berusaha untuk bisa memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan bantuan saya. Saya sadar bahwa Tuhan telah memberikan saya banyak talenta untuk bisa dibagikan kepada orang lain. Tetapi, ketika permasalahan datang ke saya, saya merasa sendirian dan sepertinya beban begitu berat yang menimpa ke saya. Dan, sepertinya tidak ada orang lain yang bisa saya mintain bantuan, karena hal yang menimpa saya sangat spesifik dan hanya saya saja yang mengerti untuk menyelesaikan problem tersebut.

Saya merasa jadi orang yang perlu dikasihani di dunia ini. Saya merasa capek sekali, tetapi tidak ada orang yang peduli. Dan, kemudian saya mengambil waktu hening sejenak sambil berpikir, apakah benar pemikiran yang aneh ini. Dan, saya menemukan bahwa saya tidak lagi sendiri karena ada sebuah bisikan dari hati kecil saya yang mengatakan "Kamu tidak sendirian anakKu. Masih ada yang memperhatikan kamu ketika kamu merasa sendirian".

Saya bersyukur bahwa Tuhan masih tinggal di dalam hati saya dan mengingatkan bahwa Dia masih hadir dalam hidup saya dan selalu menopang ketika saya membutuhkan topangan. Ketika tidak ada orang lain yang mampu menolong Anda, ingatlah bahwa Tuhan senantiasa ada untuk menolong Anda di setiap lini kehidupan Anda.