Thursday, February 19, 2009

Kepemimpinan Ala Semut (1)

Saya mencoba mengupas kepemimpinan dengan analogi dari kehidupan mahluk hidup selain manusia. Untuk kali ini, saya mau mencoba menuliskan bagaimana kepemimpinan semut di dalam kehidupan sehari-hari.


Sebuah penelitian menerangkan bahwa serangga memiliki stigmerty, sebuah bentuk komunikasi tak langsung hasil modifikasi dari lingkungan. Ketika serangga tersebut berjalan ataupun melakukan aktivitas apapun juga, serangga tersebut akan mengeluarkan cairan kimia tertentu. Untuk semut, cairan yang dikeluarkan bernama feromon (fero = pembawa, mone = sensasi) adalah zat kimia yang berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh mahluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok dan untuk membantu proses reproduki. Cairan ini berbeda dengan hormon, dimana feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya dapat mempengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis (satu spesies). [wikipedia]

Setiap semut yang melintasi sebuah area tertentu, dia akan meninggalkan jejak feromon di jalan yang dia lewati. Sebagai contoh, ketika seekor semut hendak mencari makan, maka ia akan melewati sebuah jalan tertentu. Jejak feromon yang ditinggalkan itu akan dicium oleh semut lain sehingga semut lain bisa mendapatkan makanan yang memiliki kualitas sama dengan semut sebelumnya. Semakin banyak semut yang melewati jalan tersebut, maka semut lain pun akan melewati jalan tersebut untuk mencari letak sumber makanan yang dicarinya.

Begitu pula dengan kepemimpinan manusia. Apa yang dilakukan pendahulunya, akan diikuti oleh pengikut atau yuniornya. Jejak kepemimpinan periode sebelumnya akan menjadi panutan bagi kepemimpinan periode berikutnya. Semakin banyak "feromon" (hasil baik, niat baik, hal baik) yang ditinggalkan, maka jejak tersebut (program kerja, cara kerja, kebijakan, dll.) akan diikuti oleh pemimpin periode berikutnya.

Menjadi seorang pemimpin tentunya tidak mudah seperti seekor semut yang berjalan. Seorang pemimpin perlu melihat kapabilitas anak buah, lingkungan sekitar, tujuan organisasi, kepentingan orang banyak, dan banyak hal lain yang bisa memberi kontribusi "feromon" yang banyak. Bagaimanakah dengan kepemimpinan Anda ?

No comments: