<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470</id><updated>2012-02-16T12:23:20.685-08:00</updated><category term='Manajemen Perubahan'/><category term='Team Work'/><category term='Penghargaan kepada orang lain'/><category term='Ketekunan'/><category term='Visi'/><category term='Pengharapan'/><category term='Pendidikan'/><category term='Karakter'/><category term='Pengalaman'/><category term='Kreativitas'/><category term='Persepsi'/><category term='Nilai Historis'/><category term='Manajemen Waktu'/><category term='Tahan Uji'/><category term='Komunikasi'/><category term='Ketaatan'/><title type='text'>Kepemimpinan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>68</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-4695235591455323665</id><published>2010-08-18T21:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-18T21:24:06.563-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Persepsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketekunan'/><title type='text'>Hal buruk membawa dampak positif. Bisakah ?</title><content type='html'>Kita selalu memandang bahwa hal buruk akan membawa dampak buruk. Ada banjir besar datang, tentunya akan membawa penyakit. Ada gempa bumi, tentunya akan membawa kerusakan dan kerugian daerah yang mengalaminya. Ujian gagal, sehingga tidak bisa lulus tepat waktu dan harus membayar uang tambahan untuk sekolah. Dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti pernah juga diperhadapkan dengan kata-kata umum yang membawa pada persepsi negatif, seperti "sudah nasib", "memang begini adanya", dan lain-lainnya. Bisa jadi, kata-kata itu muncul karena latar belakang kita, keberadaan kita saat ini, atau ada hal buruk yang menimpa kita sehingga kita memposisikan diri menjadi orang yang "malang", perlu dikasihani, tidak mampu berbuat apa2 tanpa orang lain, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya menonton Discovery Channel. Ada 2 hal yang saya pelajari dari siaran tersebut tadi malam. Pertama, tidak semua hal buruk membawa dampak buruk. Kedua, kita bisa melihat efek positif dari hal yang buruk pada masa yang tidak bisa kita ketahui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Discovery Channel kemarin mengisahkan bagaimana musim panas (Summer) menyelamatkan Jepang dan men-duakalilipat-kan negara Amerika. Pada saat pemerintah Kubilai Khan di Mongolia, ada suatu waktu Kubilai Khan menyerang negara Jepang dengan armada kapal laut. Karena belum ada teknologi yang bisa memperkirakan cuaca, penyerangan dilakukan pada saat musim panas yang dilihat sebagai cuaca yang paling pas untuk menyerang. Alhasil, ketika armada laut Kubilai Khan menyerang Jepang, mereka selalu terkena badai panas yang selalu datang ke Jepang setiap musim panas. Armada laut Kubilai Khan pun porak-poranda sebelum perang dan kembali ke daratan China. Pada tahun berikutnya, armada tersebut kembali menyusun strategi penyerangan ke Jepang lagi. Dan, pada saat penyerangan berlangsung, datanglah badai panas menyerang laut dan sekali lagi memporak-porandakan armada laut Kubilai Khan. Dua kali penyerangan Kubilai Khan gagal karena badai musim panas yang menyerang Jepang saat Summer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula cerita tentang penggandaan negara Amerika Serikat. Pada masa pemerintahan Napoleon di Eropa, Napoleon ingin menduduki negara lain dengan armada kapal. Sampailah armada Napoleon di wilayah Amerika Serikat (Illinois). Wilayah tersebut menjadi wilayah jajahan Napoleon yang pertama kali. Tanpa disadari, kedatangan armada Napoleon tersebut adalah pada masa musim panas. Dan, musim panas saat itu identik dengan peredaran nyamuk yang dapat memunculkan penyakit demam kuning (yellow fever) yang dapat membunuh manusia dalam masa inkubasi 1 minggu. Bala tentara Napoleon yang telah menduduki wilayah tersebut tersiksa dengan gigitan nyamuk demam kuning tersebut. Alhasil, pasukan Napoleon mundur teratur akibat gigitan nyamuk yang mematikan itu. Dan, daerah jajahan Napoleon kembali menjadi daerah milik benua yang masih belum berpenghuni banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita mengatakan badai Jepang dan gigitan nyamuk itu sebuah hal buruk ? Tentu saja bisa. Tetapi, bisakah kita melihat hal buruk itu sebagai hal positif ? Ketika kita merasakan sendiri, maka kita akan mengatakan bahwa badai dan gigitan nyamuk itu membawa dampak buruk ke kita. Tetapi, ketika kita sudah berada di masa depan seperti saat ini, kita bisa melihat bahwa hal tersebut memberi kebebasan untuk negara Jepang dan Amerika Serikat dari penjajahan negara lain, pada saat itu. Bukankah hal itu adalah hal yang positif ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula di hidup kita. Ada banyak hal yang menimpa hidup kita dan kita langsung mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang buruk tanpa melihat sebuah nilai positif yang bisa kita ambil dari hal itu. Misal, ketika kita gagal ujian, maka kita bisa berpikir positif bahwa kita bisa belajar lebih baik dan lebih detail untuk subjek ujian yang telah gagal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada meratapi nasib buruk kita, ada baiknya kita melihat hal positif dari setiap kejadian buruk yang menimpa kita. Semoga kita tetap semangat walaupun berbagai hal buruk telah menimpa kita. Seperti kehidupan Ayub, Tuhan memberikan kelimpahan pada akhirnya karena Tuhan mendapati imannya tetap teguh dalam berbagai pencobaan hidupnya. Bagaimana dengan kita ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-4695235591455323665?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/4695235591455323665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=4695235591455323665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4695235591455323665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4695235591455323665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2010/08/hal-buruk-membawa-dampak-positif.html' title='Hal buruk membawa dampak positif. Bisakah ?'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2272176751655460206</id><published>2010-08-12T03:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-12T04:10:00.406-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Persepsi'/><title type='text'>Sekecil apapun masalahnya, masalah itu tetap adalah sebuah masalah</title><content type='html'>Tidak peduli skala kecil atau besar, sebuah masalah tetaplah sebuah masalah. Hal ini identik dengan perkataan bahwa tidak peduli kesalahan kecil atau besar, semua orang yang bersalah tetap harus masuk penjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks religius, kita lebih menekankan pada kata dosa daripada kata "kesalahan". Dan, ungkapan kata "dosa" mengandung makna yang cukup dalam perihal relasi antara manusia dengan Tuhan. Oleh karena itu, tanpa melihat skala (besar / kecil, panjang / lebar, dsb.), sebuah hal itu tetap pada padanan kata yang dimaksud (masalah, kesalahan, dosa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, kota Busan dilanda badai "dianmu" yang kedatangannya telah diperkirakan oleh badan meteorologi Korea. Semua orang telah waspada dan negara pun telah memberikan informasi kepada semua masyarakat untuk waspada terhadap badai ini. Karena negara Korea ini negara kecil yang diapit oleh negara-negara besar, maka potensi badai yang dapat merusak adalah sangat kecil. (demikian pola pikir beberapa orang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali mengacu pada kalimat awal, tanpa melihat skala, yang namainya badai itu tetaplah sebuah badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak merasakan badai itu karena saya berlindung di rumah ketika badai tersebut terjadi. Ketika saya melihat siaran televisi yang menyiarkan secara langsung akibat dari badai tersebut, saya baru menyadari bahwa posisi saya berada di lokasi yang menguntungkan sehingga tidak merasakan akibat yang buruk dari kedatangan badai tersebut. 4 orang meninggal, 2 orang luka-luka dan mobil di area pantai Haeundae porak-poranda oleh karena angin keras yang menyeret ombak di lautan sehingga menerpa daratan di tepi pantai. Belum lagi banyak rumah kelam akibat meluapnya air karena intensitas air yang tiba2 melonjak dan banjir bandang memenuhi beberapa ruas jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berkata kepada saya bahwa badai yang terjadi kemarin itu kecil, tidak ada apa2nya dibandingkan dengan badai (bencana alam) di Indonesia. Benarkah pola pikir ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur ketika mengetahui bahwa Korea akan mendapat kiriman badai dari China. Ketika saya mendengar berita tersebut, saya merasa bisa waspada ketika hal itu akan terjadi. Begitu pula ketika saya mencari informasi tentang prakiraan cuaca di kota Busan, informasi perihal badai ini begitu lengkap sehingga saya dapat merencanakan aktivitas saya di hari ketika badai itu tiba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekecil apapun hal tersebut, baiklah kita tidak meremehkan hal tersebut. Masalah kecil adalah sebuah masalah. Uang kecil adalah uang. Sedikit makanan adalah makanan. Setetes air adalah air. Ungkapan skala terhadap sebuah kata benda dapat menjadi tolok ukur kita memandang benda tersebut. Bukankah demikian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita belajar untuk melihat sesuatu dari kacamata dan pola pikir yang tepat. Tidak meremehkan sesuatu yang kecil (masalah, dosa, kesalahan) dan bersyukur walaupun mendapatkan dalam jumlah sedikit (berkat, uang, makanan).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2272176751655460206?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2272176751655460206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2272176751655460206' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2272176751655460206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2272176751655460206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2010/08/sekecil-apapun-masalahnya-masalah-itu.html' title='Sekecil apapun masalahnya, masalah itu tetap adalah sebuah masalah'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-5517164248142729232</id><published>2010-07-08T18:34:00.000-07:00</published><updated>2010-07-08T18:38:24.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Visi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>JADILAH SEEKOR ELANG</title><content type='html'>Tidak ada seorang pun yang dapat membuatmu melayani pelanggan dengan lebih baik. Itu karena pelayanan yang baik adalah sebuah PILIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harvey Mackay, menceritakan sebuah kisah tentang seorang pengemudi taksi yang membuktikan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ia sedang mengantri menunggu taksi di sebuah airport. Ketika sebuah taksi mendekat hal pertama yang ia perhatikan adalah keadaan taksi tersebut yang tampak sudah digosok hingga mengkilap. Pengemudi taksi yang terlihat sangat rapi dalam kemeja putih, dasi hitam dan celana panjang hitam tersebut keluar dan memutari taksi tersebut untuk membukakan pintu untuk Harvey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memberi temanku sebuah kartu yang telah dilaminating dan berkata:&lt;br /&gt;“Saya Wally, supir anda. Selagi saya memasukan barang-barang anda ke bagasi, saya harap anda bersedia untuk membaca pernyataan misi saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harvey mengambil dan membaca kartu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana tertulis:&lt;br /&gt;Pernyataan Misi Wally: “Untuk mengantarkan penumpang saya ke tempat tujuan mereka dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sempat membuat Harvey terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama ketika ia menyadari bahwa keadaan di dalam taksi tersebut persis sama dengan tampak luarnya. Bersih tanpa noda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengemudi, Wally berkata, “Apakah anda mau segelas kopi? Saya memiliki satu thermos kopi biasa dan satu decaf.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil bercanda teman saya berkata, “Tidak, saya lebih memilih soft drink.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wally tersenyum dan berkata, “Tidak masalah. Saya memiliki pendingin yang berisi Cola, Diet Cola, air, dan jus jeruk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harvey berkata dengan hampir tergagap, “Baiklah saya akan mengambil Diet Cola.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memberikan minuman kepada Harvey, Wally berkata, “Bila anda membutuhkan bacaan, saya punya Wall Street journal, Time, Sport illustration dan USA Today.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menepi, Wally menawarkan teman saya sebuah kartu berlaminating yang lain. “Ini adalah beberapa daftar stasiun radio dan musik yang dimainkannya yang dapat diputar disini bila anda berkenan mendengarkan radio.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seakan semua itu tidak cukup, Wally memberitahu Harvey bahwa AC telah dinyalakan dan bertanya apakah suhunya sudah cukup nyaman untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia menyarankan rute terbaik menuju tempat tujuannya di waktu seperti saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berkata bahwa ia akan sangat senang untuk mengobrol atau menceritakan tentang beberapa pemandangan, atau jika Harvey lebih memilih untuk dibiarkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wally, tolong beri tahu saya,” dengan kagum teman saya bertanya kepada pengemudi tersebut, “Apakah anda selalu melayani setiap penumpang seperti ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wally tersenyum melalui kaca spion depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, tidak selalu, malahan hal ini baru saya lakukan dua tahun belakangan ini. Selama lima tahun pertama saya mengemudikan taksi, saya menghabiskan sebagian besar waktu saya untuk mengeluh sebagaimana yang dilakukan kebanyak pengemudi taksi. Hingga suatu hari saya mendengar guru pengembangan pribadi, Wayne Dyer, di radio. Dia baru saja menulis sebuah buku berjudul ‘Anda akan Melihatnya Ketika Anda Mempercayainya’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dyer berkata bila kamu bangun di pagi hari dan mengharapkan hari yang baik, namun kamu sering mengeluh dan bersikap negatif terhadap setiap keadaan. Maka kamu akan mendapati hari-hari yg buruk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia berkata, ‘Berhentilah mengeluh! Buatlah dirimu berbeda dalam kompetisi. Jangan menjadi seekor bebek. Jadilah seekor Elang.’ Bebek terbiasa mengeluh sedangkan elang terbang tinggi di angkasa dengan penuh kedamaian dan kemenangan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*diambil dari cerita motivasi*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-5517164248142729232?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/5517164248142729232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=5517164248142729232' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5517164248142729232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5517164248142729232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2010/07/jadilah-seekor-elang.html' title='JADILAH SEEKOR ELANG'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-6315549622275902903</id><published>2010-04-07T18:55:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T19:05:02.009-07:00</updated><title type='text'>Obyektivitas vs. Subyektivitas</title><content type='html'>Manusia, pada dasarnya, adalah sosok yang subjektif. Meskipun kita mengatakan bahwa kita sudah berusaha objektif, tapi unsur subjektivitas dalam diri kita melekat karena situasi lingkungan dimana kita dibesarkan, dimana kita tinggal, dimana kita selalu memiliki pengaruh dan dipengaruhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya bertemu dengan seorang Korea yang tidak makan daging. Muncul pertanyaan dari saya pribadi "Apakah kepercayaan Anda sehingga anda tidak makan daging?". Persepsi yang terbentuk sejak saya kecil, tidak makan daging adalah identik dengan kepercayaan tertentu. Namun, ternyata saya keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab "Saya tidak makan daging karena (1). ingin turut merasakan kesedihan saudara2 di bagian negara lain yang tidak bisa makan daging. (2). konsumsi daging di Korea telah berlebihan. Hal ini menyebabkan kenaikan potensi penyakit (baik yang ditularkan melalui hewan atau penyakit akibat berlebihan makan daging)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar2 terkejut mendengar pernyataan beliau. Ternyata, beliau lebih memilih makan sayur (atau selain daging) dengan alasan yang benar2 di luar dugaan saya. Dan, saya mulai menyadari, bahwa saya masih perlu banyak belajar perihal obyektivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga cerita ini juga memberi pandangan baru bagi para pembaca.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-6315549622275902903?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/6315549622275902903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=6315549622275902903' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6315549622275902903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6315549622275902903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2010/04/obyektivitas-vs-subyektivitas.html' title='Obyektivitas vs. Subyektivitas'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-230001261845564487</id><published>2010-03-31T21:02:00.000-07:00</published><updated>2010-03-31T21:40:49.982-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengharapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahan Uji'/><title type='text'>Everyday is worth remembering</title><content type='html'>Everyday is worth remembering. Saya sudah tahu hal ini sedari dulu. Tetapi, saya ingin berbagi bagaimana pernyertaanNya benar2 luar biasa dalam setiap lini kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya melihat 6 hari ke belakang, saya merasa bahwa saya tidak mampu untuk bisa menyelesaikan tugas yang harus saya kerjakan dalam kurun waktu 5 hari. Kamis lalu (hari ini juga hari Kamis), saya memiliki tugas menyelesaikan 2 buah research report yang akan dipublikasikan di event international yang bergengsi. Setiap kali pertemuan dengan professor, beliau selalu menyampaikan bahwa faktor KUALITAS adalah faktor utama dalam pembuatan sebuah research paper. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deadline kedua event itu pas pada hari yang sama, 31 Maret 2010. Saya menyadari kemampuan saya yang terbatas, sehingga saya harus mengatur jadual untuk hal-hal non-urgent &amp; non-important. Mulai dari hari Jumat, dimana professor menyetujui untuk pembuatan paper, saya membuat draftnya. Hari Sabtu, saya harus mengorbankan weekend bersama istri dan kegiatan rutin lainnya untuk paper ini. Hari Minggu, otomatis tidak optimal karena kesibukan di gereja. Hari Senin, draft awal harus diberikan ke professor untuk penentuan apakah dilanjutkan atau tidak. &lt;br /&gt;3 hari rally yang melelahkan untuk menyelesaikan laporan dalam 15 halaman berakhir menggembirakan. Paper tersebut disetujui oleh professor untuk diteruskan. Namun, itu masih hanya 1. Paper yang lain masih dalam tahap 0 dan harus ditunjukkan hari Selasa. &lt;br /&gt;Hari Senin subuh, saya tak sanggup menahan kantuk dan lelah. Ketika hampir terlelap, inspirasi bermunculan. Selasa pagi langsung menggarap kembali ide2 yang muncul. Tetapi, rasa capek membuat pikiran dan tubuh tidak saling berkompromi. Dibutuhkan kopi dan susu yang menambah semangat juang. Setelah berjuang hingga sore hari, mata berkunang-kunang, kepala sakit tak karuan, jalan pulang untuk makan malam pun sempoyongan, dan pada malam harinya dipanggil professor untuk persetujuan. Berita menggembirakan muncul kembali. Professor memperbolehkan draft berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada masalah yang tersisa. Deadline tinggal 1 hari. Bagaimana mungkin 2 paper diselesaikan dalam 1 malam ? Emangnya kayak dongeng Candi Prambanan ? ^^&lt;br /&gt;Sesuai usulan professor, saya diminta menghubungi panitia salah satu event untuk melihat kemungkinan penambahan waktu untuk pengiriman paper. Tetapi, reply tidak kunjung datang. Event yang lain tidak mungkin di-extend. Artinya, kedua paper harus tetap selesai pada schedule yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah tanggal 31 Maret dengan wajah lesu, tampang capek dan tubuh yang remuk lebam karena tidak tidur (lebih tepatnya tidak bisa tidur) dalam rangka menyelesaikan misi paper. Tanpa disangka2, jam 12 siang saya menerima balasan email dari panitia event international tersebut bahwa deadline ditambah 2 minggu. Sebuah berita yang menggembirakan. Tetapi, di balik kegembiraan itu, muncul berita menyedihkan buat saya (masih berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab saya disini). Duka bercampur suka datang, tapi tugas masih harus diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua rasa capek, penat, letih, lesu... semuanya berganti sukacita ketika saya berhasil mengirimkan paper ke salah satu email panitia. Saya hampir menangis terharu melihat penyertaanNya dalam 5 hari ini. Saya merasa tidak mampu menyelesaikannya sendirian. Ternyata DIA masih memberikan kemampuan buat saya. Dan, istri saya yang luar biasa senantiasa memberi dukungan dalam 5 hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan syukur setiap hari akan berdampak pada pengingatan akan keseharian yang kita lalui. Everyday is worth remembering. Remember that God is always with you in every single step of your life. ~~~~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-230001261845564487?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/230001261845564487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=230001261845564487' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/230001261845564487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/230001261845564487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2010/03/everyday-is-worth-remembering.html' title='Everyday is worth remembering'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-5758881681146458689</id><published>2010-01-12T03:39:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T03:59:57.094-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Zona nyaman &amp; Zona kebosanan</title><content type='html'>Saya baru menikmati liburan di Indonesia selama 2 minggu. Tak terasa, liburan 2 minggu tersebut serasa sangat singkat karena berbagai aktivitas yang begitu padat. Semua hal yang dilakukan dalam 2 minggu tersebut meninggalkan banyak kenangan indah karena semuanya harus dilakukan untuk memenuhi rasa kangen keluarga dan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan sebuah pergumulan yang berat ketika harus meninggalkan Indonesia dan kembali ke rutinitas belajar. Sebuah zona nyaman (kehidupan di Korea) yang kemudian diganti dengan sebuah refreshing dan kenikmatan hidup, yang pada akhirnya berubah menjadi sebuah zona kebosanan. Liburan 2 minggu telah memberi perubahan makna zona nyaman (keseharian hidup di Korea) menjadi zona kebosanan ketika ada waktu-waktu berharga bersama keluarga yang begitu indah yang telah hilang selama menikmati zona nyaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaknaan hidup selama liburan di Indonesia memberi sebuah sisi positif tersendiri bagi kehidupan saya. Pada awalnya, saya melihat kehidupan di Korea begitu enak. Tetapi, setelah kepulangan ke Indonesia, hidup enak itu tidak dapat dilihat dengan perspektif diri sendiri. Tetapi, kita harus melihatnya secara holistik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari holistik adalah melihat kehidupan kita dari orang terdekat di sekitar kita. Kita tidak hidup untuk diri kita sendiri. Ketika kita hidup sebagai mahluk sosial, kita sedang hidup bersama dengan keluarga, teman, saudara, dan orang-orang lain yang mendukung aktivitas kita. Rasa nyaman kita akan semakin goyah ketika kita bisa merasakan bagaimana kasih dan perhatian dari orang-orang terdekat semakin hilang. Dan, ketika kita kehilangan kasih dan perhatian itu, maka zona nyaman kita akan berubah menjadi zona kebosanan. Pada akhirnya, kita justru berharap lepas dari zona nyaman itu kembali kepada sebuah tempat dimana kasih dan perhatian itu dapat kita rasakan sepanjang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa merasakan bagaimana kasih bisa mengalahkan segala hal dalam kehidupan kita. Betul, kasih yang sempurna akan memberi kelegaan pada kehidupan kita walau hidup kita dalam kondisi yang tidak nyaman. Asalkan hidup dipenuhi dengan kasih sayang, maka hidup kita akan merasa tentram dan nyaman. Kehidupan yang tidak nyaman akan menjadi lebih nyaman ketika kita merasakan adanya kasih dan perhatian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan tidak selalu baik. Namun, perubahan diperlukan untuk memberi kesegaran pada setiap rutinitas kehidupan kita. Apabila kita merasakan ada sisi positif dari perubahan dalam jangka waktu tertentu, artinya kita sedang terlilit dalam zona nyaman yang terkungkung oleh batasan waktu. Kita perlu berpindah sejenak dari zona nyaman kita untuk melihat bagaimana dinamika dunia sekitar kita untuk melihat dunia dari kacamata yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur bisa pulang dan kembali ke Korea lagi. Terlebih lagi, saya bersyukur saya bisa bersama keluarga di Indonesia yang begitu setia menanti saya dan memberi perhatian yang luar biasa selama saya pulang di Indonesia. Saya dirawat dan diperhatikan seperti tamu agung. Dan, saat ini, kenangan indah itu hanya menjadi memori. Saya harus kembali ke Indonesia lagi untuk memberi yang terbaik bagi keluarga saya di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-5758881681146458689?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/5758881681146458689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=5758881681146458689' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5758881681146458689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5758881681146458689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2010/01/zona-nyaman-zona-kebosanan.html' title='Zona nyaman &amp; Zona kebosanan'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-6383205320908965215</id><published>2009-10-20T22:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T22:56:29.954-07:00</updated><title type='text'>Always do the best</title><content type='html'>Today, I and my senior were appointed as exam supervisor of undergraduate course for 1 hour 15 minutes. My senior told me that we have to aware of students who want to do "cunning" since our professor teach a very tough course in IE department (it is "Database Theory")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a typical student, all students really expect to have an easy problem for the exam. As I read the problems, some might be difficult but most them were easy (for me). I saw one student on the back side who was very nervous. I came to his side on the first 5 minutes and he became more nervous. During the first 30 minutes, he did nothing since I stood beside him. The next 30 minutes, he became "a bit angry" since he couldn't cunning. As a result, he returned the blank answer sheet to the exam supervisor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He just sit down and did nothing during 1 hour 15 minutes. Why ? He could try to answer some of the problems, couldn't he ? He is lazy ? or He didn't understand ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I think he didn't try of his best. He underestimate this course. He think that this course bring disadvantage for him. This is what I thought at that time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From this experience, I could do self-evaluation. Did I do my best in every matters in my life ? Sometimes, I'm not. If I didn't do my best, people may think about me the same as I thought about that guy. Therefore, in order to avoid bad perception from others, let's always do the best in every parts of our life. ^^.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-6383205320908965215?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/6383205320908965215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=6383205320908965215' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6383205320908965215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6383205320908965215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2009/10/always-do-best.html' title='Always do the best'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2933896570069131605</id><published>2009-09-23T21:32:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T21:38:29.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketekunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghargaan kepada orang lain'/><title type='text'>Tetap Tersenyum</title><content type='html'>Mampukah kita untuk selalu tetap tersenyum, kapanpun juga, dalam keadaan apapun juga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terkesima dengan sebuah kedai jus di depan kampus PNU. Setiap hari, saya selalu melihat seorang bibi yang menjadi penjual di kedai itu menebarkan senyuman yang paling ramah pada setiap orang yang lewat. Apa tujuannya ? Supaya setiap orang yang lewat tertarik membeli jus. &lt;br /&gt;Setiap kali saya lewat, saya selalu melihat senyuman yang paling indah dari beliau. Kata2 yang diucapkan juga kata2 yang paling sopan (dalam tata krama orang Korea). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya pulang rumah melewati jam 12 malam. Suasana depan kampus tampak lenggang, tapi tetap terlihat beberapa orang melintas. Ketika saya melewati kedai tersebut, saya melihat sang bibi tetap tersenyum kepada saya dan menyapa dengan bahasa Korea yang paling sopan. Saya sangat terkesima dengan tindakan beliau. Saya yang pada saat itu capek sekali, tiba2 berubah menjadi segar melihat ada yang memberi sapaan yang begitu ramah dan menyenangkan. Karena lagi lapar, maka saya memutuskan untuk membeli roti dan jus dari kedai tsb. ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita bisa tetap tersenyum dalam keadaan apapun juga? Kapanpun juga ? Beberapa tips untuk dapat tetap tersenyum dalam keadaan apapun juga.&lt;br /&gt;1. Setiap masalah memiliki cara penyelesaian yang berbeda-beda. Masalah rumah tangga jangan dibawa ke tempat pekerjaan. Ketika kita bisa membedakan masalah dan memilah-milah waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka kita akan dengan mudah membawa diri kita lepas dari masalah dimanapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setiap masalah memiliki waktunya sendiri-sendiri. Tidak mungkin kita bisa menyelesaikan masalah rumah tangga dari tempat kerja kita. Oleh karena itu, ketika kita bisa memilah-milah dan membedakan cara menangani sebuah masalah, maka kita mudah membawa diri kita. Dengan kata lain, kita bisa dengan mudah tersenyum tanpa memikirkan masalah kita di tempat yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Setiap masalah berhubungan dengan orang dan/atau objek yang berbeda. Janganlah kita melampiaskan sebuah permasalahan kepada suami/istri kita, padahal permasalahan utama ada pada pimpinan kita di kantor. Permasalahan dengan orang yang berbeda akan memberi perspektif penyelesaian yang berbeda. Jangan melibatkan orang yang tak bersalah dalam permasalahan kita. Hal ini juga membuat diri kita susah tersenyum kepada setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hal ini dapat membantu untuk meringankan beban anda dan membuat anda lebih mudah tersenyum kepada semua orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2933896570069131605?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2933896570069131605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2933896570069131605' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2933896570069131605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2933896570069131605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2009/09/tetap-tersenyum.html' title='Tetap Tersenyum'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-3483265521547185209</id><published>2009-09-22T22:18:00.000-07:00</published><updated>2009-09-22T22:19:02.801-07:00</updated><title type='text'>The Harmony of Discipline and Creativity</title><content type='html'>"Creativity and discipline go hand in hand." So said best-selling author and business guru Jim Collins during an interview in the April 2009 issue of Inc. magazine. These words resonate and bounce around in the back of my head. I work with some extremely creative people and a few highly disciplined ones. Both in running a business and in helping others to run theirs better, the two poles of creativity and discipline seem to be either completely out of balance or in constant threat of conflict. What we need is harmony between discipline and creativity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the TPS we may have a model for this harmony of discipline and creativity. Take for example standard work and kaizen. Taiichi Ohno himself said you can't have the latter without the former, and you haven't really done kaizen until you have documented the new standard work. Standard work provides a baseline process for examination and redesign and kaizen reinvents that standard work. Standard work and the difficulty in following it perfectly every single time challenges people to do kaizen. Discipline inspires creativity. Just as necessity can be the mother of invention, we create because we are challenge or moved in some way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For most of us it is clear as day: creativity is good, discipline is bad. For athletes, soldiers or teachers discipline may not be bad but as a general rule society rewards and respects great creativity before great discipline. This may be due to our education or the work environments we find ourselves in. There is a misconception that discipline means command and control, bureaucracy and boredom while creativity means freedom, possibilities and fun. Neither is completely true. In fact if someone were described as being "extremely creative" what would you think? Many times this is a euphemism for something not completely benign. And someone who is "extremely disciplined" may not always inspire envy, but they always inspire admiration and respect. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The root of this tension may be that while discipline is extremely easy to enforce externally on others, it is almost impossible to enforce creativity on others. While "letting go" can lead to high creativity, it can also mean a total loss of discipline and resulting personal disaster. We need harmony between discipline and creativity. Another important and related pairing is freedom versus responsibility. The United States is a nation built on freedoms and liberties, highly individual ones. Although we may speak of the civic duties we must bear as the price of liberty, too often these are much more abstract when compared to the individual liberties we enjoy. Here again an imbalance between creativity and freedom with discipline and responsibility needs to be corrected in order for us to enjoy a harmonious society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is much more to this topic and how it ties in deeply how we practice lean thinking and lean management but enough for today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jim Collins quote goodness&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reading over the Jim Collins interview again looking for more insight on the idea of the harmony of discipline and creativity, instead I found several quotes that could have come from a lean thinking textbook. He said about being an entrepreneur, "It's not about temperament or personality. It's about action." In other words, it's not who you are (or even who you know) it's about what you do. The TPS is practice, not theory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On challenge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I think we need to have absolute faith in our ability to deal with whatever is thrown at us. And we need to have a complete, realistic paranoia that a lot can be thrown at us. It's our ability to put those two contradictory ideas together: we need to be prepared for what we can't predict and, at the same time, have this total, unwavering faith that we will find a way to deal with it all.&lt;br /&gt;On people&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do you have a culture of people who A. share a set of values, B. have very clear responsibilities, and C. perform?&lt;br /&gt;It's stunning to realize but most organizations I have witnesses are C-B-A in priority, not A-B-C. Many speak of shared corporate values but are happy enough with just C-B. And too many are solely focused on C... Performance is important of course but shared values and accepted responsibilities are what make sustained performance possible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On entrepreneurship today&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There has been a big shift away from seeing entrepreneurship as the creation of a better mousetrap to viewing it as the development of a better process.&lt;br /&gt;Hey, he's talking about kaizen!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isn't it much more important to create a better process that will produce many mousetraps over time? &lt;br /&gt;Well, that depends on how many mousetraps the customer wants, Mr. Collins. We wouldn't want to overproduce, or overdesign the process.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On leadership&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I put a gun to your head, I can get you to do a lot of things. It means I have power. It doesn't mean I've led. In business, we largely have power, not leadership.&lt;br /&gt;Just because you're paranoid doesn't mean they're not after you, Mr. Collins...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asked what he has learned from all of his so-called "turbulence research" on the rise and fall of organization of the past few decades, Jim Collins admitted, "I've become a total paranoid, neurotic freak." He keeps one year's operating capital budget as cash in the bank and runs a fiscally tight ship so that he could operate one year without revenue if necessary. He wants to be in a position where he can say, "If we dont' get a penny for three years, we'll be fine." Cash is king, think long-term and always run to stay ahead of whatever you can't see that is chasing you: these two are principles that make and keep an organization lean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the quote that started it all:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You cannot build a movement without having a strong, strategically sound business underneath, held together by a really effective set of processes and values. Those mechanisms enhance the discipline of what you're doing and therefore enhance the creativity. Creativity and discipline go hand in hand. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: www.gembapantarei.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-3483265521547185209?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/3483265521547185209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=3483265521547185209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3483265521547185209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3483265521547185209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2009/09/harmony-of-discipline-and-creativity.html' title='The Harmony of Discipline and Creativity'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-3421699126695633802</id><published>2009-09-20T18:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-20T19:03:05.297-07:00</updated><title type='text'>Menjadi yang terbaik vs. menjadi apa adanya</title><content type='html'>Last week, I joint a workshop of LIT (Logistic Information Technology) Institute. There are 4 major teams. Each team consists of several projects related on their theme. I am a part of team number 1 where all projects have relation with technology called as RFID.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All members should present their projects using English. Eventhough they are Korean, the director encouraged and "pushed" them to speak in English. What a surprise ~~. I have never seen such kind of experience. Almost all presenters had a good english pronounciation. I thought they are foreigner, but I finally realized that they're pure Korean. Where are they on this time being ? I always find Korean who couldn't speak good english in every path during travelling in Korea. I think... they, who have the english talented speaking, are always in the lab for studying ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be honest, I was impressed by their effort to present their project idea. Most of the ppt slides shows to the participant that the presenters had a good preparation. Most of them shows us to be the best. They want us to know that they did the best on previous project and they will do the best for the future project. They try to convince us that their proposed idea is something new, good and contributing for the world. They showed also that their idea could be offered as a patent, either domestic or international.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is the next good experience for me after several years I stayed in Korea. I feel that I enjoy being to be myself. But, most of the members of LIT (whom I saw in the workshop), they try to be their best. I learnt something from the workshop. And, I hope this writing could motivate anybody who read my article. Try to be the best in everything you do. God give you a lot of blessing. It is the time to show your ability, not only being your self, but being the best of you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-3421699126695633802?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/3421699126695633802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=3421699126695633802' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3421699126695633802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3421699126695633802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2009/09/menjadi-yang-terbaik-vs-menjadi-apa.html' title='Menjadi yang terbaik vs. menjadi apa adanya'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-5654253213813734307</id><published>2009-06-23T22:43:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T23:13:47.663-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreativitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Berbeda itu Indah, Seragam itu Konsisten</title><content type='html'>Di tengah dunia yang sedang memiliki berbagai varian produk, jasa, dsb., maka kita sedang diperhadapkan pada keberagaman. Keberagaman akan sesuatu menciptakan slogan umum di masyarakat.. Berbeda itu Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita melihat kumpulan warna pelangi (me-ji-ku-hi-bi-ni-u), warna tersebut terlihat indah sekali. Ketika kumpulan warna tersebut dilukiskan pada sebuah lingkaran dan diputar dengan kecepatan cepat, maka terlihatlah sebuah warna putih. Sebuah penemuan sederhana yang cukup memukau dan membuat penasaran para kaum ilmuwan mengenai perpaduan warna tersebut, yang pada akhirnya juga kembali pada sebuah warna dasar dan konsisten ketika kita melakukan sebuah proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya membaca sebuah artikel berjudul "Konsisten dengan Plontos". Ada sebuah hal khusus dengan kata-kata itu. Kemarin, saya dan istri bersama seorang teman menonton televisi Indonesia via internet. Maklum, udah hampir 3 tahun di LN, saya kaget ketika istri saya nyeplos ketika melihat salah satu iklan di TV swasta Indonesia. Ternyata, kata-kata dalam iklan tersebut tidak berubah sama sekali. Yang berbeda hanyalah cara penyajian iklan dan tampilan warna serta desain kemasan produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca artikel dengan judul diatas, saya jadi teringat dengan iklan yang dimaksud istri saya. Konsistensinya membuat nama produk itu tetap diingat. Saya yakin, banyak pemirsa juga bisa mengingat kata2 iklan, lagu, atau bahkan model khusus yang memang dipakai oleh produk atau jasa tersebut secara konsisten. Ambillah contoh produk susu kemasan (seperti Ovaltine, Milo) yang selalu identik dengan olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, konsistensi tidaklah selalu buruk. Ketika slogan "berbeda itu indah", saya juga cenderung mengatakan "seragam itu pun indah". Ada indikasi-indikasi tertentu ketika seseorang berspekulasi mengatakan "berbeda itu indah" berkaitan dengan keinginan individu yang berbeda dengan selera pada umumnya. Dan, varian yang muncul akibat perbedaan inilah yang bisa membuat semangat persatuan menjadi luntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia industri telah menunjukkan adanya perubahan dari "mass production" menjadi "customization". Hal ini mengubah kultur konsumen menjadi lebih fleksibel bahkan menjadi individualistis dengan kaitan seni dan persepsi rasa suka secara pribadi tanpa melihat unsur global yang lebih general. Ambil contoh, mobil yang diproduksi secara massal dapat dipermak menjadi spesifik dengan modifikasi di salon mobil (ganti bemper, tempel stiker, tambah audio, dll.) dan kemudian digunakan di jalanan umum sambil memasang lagu keras-keras dengan menggunakan lampu berwarna biru. Keberbedaan yang mencolok justru menunjukkan keegoisan, bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita perlu aware dengan istilah di atas. Berbeda itu indah dalam hal-hal tertentu. Tetapi, ketika kita ditempa dalam sebuah masyarakat, ada baiknya kita memiliki standard konsistensi untuk mengetahui standard kebenaran, standard kepuasan, standard ketepatan dalam segala lini kehidupan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-5654253213813734307?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/5654253213813734307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=5654253213813734307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5654253213813734307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5654253213813734307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2009/06/berbeda-itu-indah-seragam-itu-konsisten.html' title='Berbeda itu Indah, Seragam itu Konsisten'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2658405388682608238</id><published>2009-06-22T02:49:00.001-07:00</published><updated>2009-06-23T23:18:35.834-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreativitas'/><title type='text'>Kreativitas muncul karena situasi ?</title><content type='html'>Sudah lama saya tidak menulis pada blog. Kali ini ide menulis ini muncul karena musim panas di Korea Selatan telah tiba. Situasi iklim seperti ini hampir sama dengan Indonesia. Namun, tiba-tiba terlintas di setiap jalan bahwa banyak pemandangan yang berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanakah areal ski tempat saya bermain tempo hari ? Mengapa toko-toko pakaian mengubah produk mereka ? Restoran-pun menawarkan produk yang menyesuaikan dengan suasana di musim panas, yaitu mie dingin. Gerai-gerai di daerah pertokoan mulai melakukan promosi dengan cara yang berbeda dengan musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kreativitas muncul karena situasi. Benarkah pernyataan saya ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, faktor 4 musim ini dapat dikatakan sebagai pemicu kreativitas. Mari kita lihat negara-negara 4 musim yang lainnya pula. Mereka juga memiliki pemikiran yang sama tentang konsep "survival". Dengan adanya 4 musim, mau tidak mau negara perlu bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dengan musim yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh. Di musim panas ini, ada 1 bulan khusus yang dominan dengan curah hujan tinggi. Pemerintah Korea Selatan mulai bersiap melakukan antisipasi banjir, badai akibat hujan dan hal-hal yang mungkin terjadi selama hujan turun. Jembatan yang terletak di bawah permukaan air dibuat untuk mengatasi kemacetan kota. Jembatan ini tidak boleh dipergunakan apabila curah hujan tinggi, dikarenakan ada kemungkinan air akan menggenang setinggi permukaan air pada sungai di daerah tersebut. Oleh karena itu, jembatan ini cukup efektif ketika musim dingin tiba, tetapi kurang maksimal penggunaannya ketika musim hujan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan kapasitas listrik. Lonjakan tegangan listrik akan terjadi pada saat musim dingin, dimana semua orang ingin membuat suhu sekitarnya sama dengan suhu kamar. Tak pelik, semua rumah akan menggunakan sistem pemanas ondol dengan menggunakan filamen elektrik atau pipa yang mengalirkan air panas yang dapat mengefisienkan penggunaan gas ataupun supply listrik karena mayoritas apartemen menggunakan solar heat system. Air adalah resource yang mudah didapat karena Korea adalah negara peninsula. Di saat musim panas, tentunya sistem ini tidak akan berfungsi maksimal karena mayoritas akan menggunakan sistem pendingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula para pemilik gerai pakaian, restoran, dan kebutuhan sehari-hari. Mereka harus mengubah layout, mengubah produk, mengubah layanan untuk bisa "survive" di musim yang berbeda. Lahan ski berubah menjadi lahan golf. Gerai pakaian musim dingin menjadi gerai pakaian musim panas. Restoran yang menyediakan makanan hangat tiba2 menyediakan makanan dingin. Restoran umum juga menyajikan menu es campur ataupun es buah. Di kala musim dingin, mereka akan menyajikan berbagai macam teh dengan sajian hangat. Benar2 harus bisa menyesuaikan kondisi dan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan negara kita ? Musim yang terjadi hanya musim kemarau dan penghujan. Dan, semuanya memiliki hawa yang sama .. yaitu PANAS. Hanya ada musim2 yang sepertinya mengikuti pola hidup, seperti musim sekolah, musim lebaran, dsb. yang dimana pola tersebut juga dimiliki oleh negara2 lain. Tetapi, kreativitas tersebut masih kurang dibandingkan negara 4 musim yang harus beradaptasi dengan situasi yang berlawanan dengan tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dipungkiri, negara 4 musim memiliki berbagai macam hal yang tak dimiliki negara tropis. Dan, kita sebagai masyarakat negara tropis perlu belajar bagaimana kreativitas muncul karena situasi. Begitu pula, pada saat2 ini pun muncul banyak kreativitas dikarenakan krisis moneter dunia, kondisi perekonomian negara, dsb. Situasi yang mendesak membuat kita berpikir kreatif. Sepertinya, pernyataan ini bisa dikatakan mengandung sebuah nilai kebenaran secara umum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2658405388682608238?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2658405388682608238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2658405388682608238' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2658405388682608238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2658405388682608238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2009/06/kreativitas-muncul-karena-situasi.html' title='Kreativitas muncul karena situasi ?'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-3123034025456792905</id><published>2009-05-11T21:17:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T21:42:02.262-07:00</updated><title type='text'>Quality of Service</title><content type='html'>Saya cukup kagum sekaligus agak terpanga membaca berita Korea Times hari ini. Berita tersebut menyebutkan seorang penyanyi Ballad di Korea Selatan, bernama Lee So-ra, akan me-refund biaya yang dikeluarkan oleh para fans'nya untuk menonton konser beliau. Hal ini dikarenakan beliau tidak memberikan performance yang terbaik pada saat konser berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan event organizer untuk mengembalikan uang para pengunjung akan berlaku apabila acara batal, kesalahan teknis ketika acara berlangsung atau ada masalah dengan pembawa acara. Masalahnya, acara sudah berjalan dengan baik hingga akhir, tetapi penyanyi tampaknya tidak puas dengan apa yang dia berikan kepada para penonton. Alhasil, dia bersedia membayar kembali uang yang telah dikeluarkan para fans sebesar 50.000 won (setara Rp. 500.000/org), dimana pengunjung diperkirakan sekitar 400 orang. (Artinya, total biaya yang dikembalikan sekitar Rp. 200 jt).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengamati ada 2 hal penting dalam kejadian ini.&lt;br /&gt;1. Hidup bukan untuk diri sendiri, tetapi melakukan yang terbaik bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya salut dengan tipikal orang yang berani membayar harga, tanpa melihat masalah uang. Penyanyi ini bisa dikategorikan penyanyi kalangan menengah. Artinya, beliau tidak terlalu terkenal. Seharusnya dia bersyukur mendapat fans yang berjumlah sekitar 400 orang. Tetapi, dia tidak "rakus" karena uang. Justru, dia tahu bahwa dia tidak melakukan yang terbaik sehingga dia tidak mau merugikan orang lain karena dirinya yang kurang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Quality of Service, the ability to assess personal judgement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap marketer selalu bisa memberikan argumen bahwa dirinya telah memberikan yang terbaik bagi orang lain. Namun, ada kalanya ... seorang marketer juga bisa melakukan kesalahan yang berakibat buruk bagi konsumennya. Dan, pada saat itu... full refund, other service bisa diberikan sebagai biaya kompensasi. Secara umum, refund atau kompensasi seperti ini akan terjadi apabila ada komplain dari konsumen. Maka, sebagai akibat aksi complaint konsumen, maka produsen bereaksi memberi kompensasi.&lt;br /&gt;Namun, Ms. Lee tidak demikian. Meskipun penonton tidak menyetujui dana refund tersebut, tetapi dia tetap akan mengembalikan uang registrasi konser karena dia menyadari bahwa penampilannya tidak maksimal. Memberikan Quality of Service yang melebihi Customer Expectation bisa meningkatkan Customer Loyalty. .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga berita ini bisa memberi pesan kehidupan bagi kita semua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.koreatimes.co.kr/www/news/special/2009/05/178_44745.html"&gt;http://www.koreatimes.co.kr/www/news/special/2009/05/178_44745.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-3123034025456792905?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/3123034025456792905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=3123034025456792905' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3123034025456792905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3123034025456792905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2009/05/quality-of-service.html' title='Quality of Service'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-4056055307095260338</id><published>2009-04-02T23:55:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T00:03:01.112-07:00</updated><title type='text'>Kegagalan adalah awal kesuksesan</title><content type='html'>Pernahkah anda mengalami kegagalan ? Ketika kita gagal, apakah yang kita rasakan ? Sepertinya dunia ini sudah hampir runtuh ? Sepertinya hidup ini tak ada gunanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita ambil beberapa contoh kehidupan tentang makna kegagalan. Bagi kaum pria (ataupun wanita) yang jatuh cinta pada pandangan pertama dan kemudian cintanya ditolak. Perasaan gagal tersebut akan membuat sakit hati yang berkepanjangan, bahkan sampai ada yang memutuskan tidak mau menikah seumur hidup karena cintanya ditolak. Tetapi, toh masih banyak juga orang yang  - meski udah diputus cinta - akhirnya menikah dan hidup bahagia dengan pasangan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan para entrepreneur (wirausaha). Bagaimana ketika kita memaknai cerita jatuh bangun mereka sehingga akhirnya bisa dinobatkan sebagai wirausaha yang sukses dan dipanggil oleh berbagai institusi untuk menceritakan pengalamannya. Kegagalan yang pernah dialaminya tentu menjadi nilai tambah bagi beliau untuk dipanggil. Semakin dalam gagalnya seorang  wirausahawan sukses, semakin laris dia dipanggil dan diminta bercerita tips-tips yang harus dilakukan agar tidak gagal lagi. Namun, ada juga wirausaha yang baru pertama kali berusaha dan gagal, akhirnya menyerah begitu saja.. dan kembali pada jalannya yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak cerita hidup lain yang bisa dipelajari. Kedua cerita diatas menggambarkan bahwa ada 2 tipikal orang. Ada yang menyerah ketika diserang kegagalan, namun ada yang tetap berusaha walau gagal berulang kali. Keputusan ada di tangan kita. Bagaimana kita bersikap, akan menentukan masa depan kita. Siapkah kita bangun dari kegagalan kita ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-4056055307095260338?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/4056055307095260338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=4056055307095260338' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4056055307095260338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4056055307095260338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2009/04/kegagalan-adalah-awal-kesuksesan.html' title='Kegagalan adalah awal kesuksesan'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-8938986839205441736</id><published>2009-02-23T01:47:00.001-08:00</published><updated>2009-02-23T01:59:07.836-08:00</updated><title type='text'>Meminta maaf</title><content type='html'>Salah satu hal yang paling memberatkan manusia adalah meminta maaf. Sangatlah susah bagi seseorang yang tidak bersalah untuk meminta maaf. Apalagi, ketika seseorang mau memperjuangkan sebuah kebenaran dan terakhir tersodok bahwa apa yang dilakukannya itu bukan dianggap sebagai sebuah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa surat yang dilayangkan oleh Pertamina kepada DPR Komisi VII adalah sebuah peristiwa unik dan cukup ramai diperbincangkan di kalangan elit politik. Sebuah kata "pengawasan" yang kemudian diartikan berbeda oleh pihak Pertamina dan dikritisi dalam bentuk sebuah surat permohonan, akhirnya menjadi konflik "harga diri" yang berlangsung alot dan mencuat di media sebagai pergunjingan yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menutup kemungkinan, hal seperti ini akan terjadi di dalam kehidupan kita. Ketika harga diri tetap menjadi tameng atau hal yang berjalan di depan kehidupan kita, maka itu akan menjadi sebuah pelindung sakti yang tidak membuat kita bergerak kepada kerendahan hati. Kokohnya harga diri akan membuat kita semakin kuat dalam melangkah dan membuat hati kita keras seperti batu, sehingga mudah terkikis oleh aliran air deras. Begitulah yang terjadi pada elit politis dan pihak eksekutif BUMN paling bergengsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perubahan yang hendak dilakukan oleh Pertamina ternyata membuahkan "hasil" yang menusuk balik. Tetapi, dengan demikian masyarakat umum dapat melihat arti sebuah kebenaran. Buah yang dihasilkan dari perdebatan dan pergunjingan selama beberapa pekan ini membuat orang-orang berpikir bagaimana legislatif kita.. dan bagaimana perkembangan masyarakat di saat2 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya meminta maaf ternyata masih menjadi sebuah ujung tombak dalam sebuah pergunjingan "harga diri". 1 kata penyesalan ini dapat menyembuhkan luka-luka yang timbul akibat tulisan sebuah surat yang berisikan permohonan. Sungguh ironis ketika kritik dan saran ditanggapi dengan begitu alot dan membuat konflik berkepanjangan. Tapi, pelajaran dari secuplik cerita di atas bisa memberikan makna bagi kehidupan kita di masa mendatang, bahwa kita manusia masih kurang bisa menerima dengan legawa kritik dan saran. Dan disaat itulah, hanya kata "maaf" yang dapat memulihkan luka hati dari sindiran atau kata2 yang kurang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ... siapa yang salah ? Anda yang bisa menilai... siapa yang seharusnya minta maaf dan siapa yang seharusnya bertahan.....&lt;br /&gt;Udah minta maaf pun, kritikan masih berlangsung... so ?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detikfinance.com/read/2009/02/23/162029/1089170/4/rapat-berakhir-damai-dirut-pertamina-dikritik-bak-indonesian-idol"&gt;http://www.detikfinance.com/read/2009/02/23/162029/1089170/4/rapat-berakhir-damai-dirut-pertamina-dikritik-bak-indonesian-idol&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-8938986839205441736?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/8938986839205441736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=8938986839205441736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/8938986839205441736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/8938986839205441736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2009/02/meminta-maaf.html' title='Meminta maaf'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-6790082690413938078</id><published>2009-02-19T17:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T17:45:20.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengharapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Iman dan pengharapan</title><content type='html'>Manusia cukup takabur dengan kedua arti yang tersebut di judul di atas. Seseorang yang memiliki iman (believe) akan mempercayai sebuah doktrin-doktrin dari sebuah pengajaran, pendidikan, ataupun dari kepercayaan yang telah turun-temurun. Pengharapan adalah hasil dari iman yang dipercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena Ponari, keputusasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan menjadikan iman sebagai sumber jawaban. Iman yang seharusnya ditujukan pada sebuah hal yang benar (kepada Yang Maha Kuasa, kepada Yang Maha Esa), justru ditujukan kepada kejadian alam semesta (nalar manusia, halilintar, dsb.). Kebutaan manusia terhadap Sang Pencipta membuat manusia buta terhadap jawaban hidup yang tak kunjung datang. Ketika perekonomian menjadi sulit, suasana keluarga yang penuh konflik, pekerjaan yang tak kunjung beres, pimpinan yang selalu marah, rumah yang tak pernah terurus, dll.... semuanya menjurus kepada keputus-asaan dan pasrah sempurna, serambi mencari sumber-sumber iman yang luar biasa... yang supranatural, yang tidak pernah diceritakan orang sebelumnya, yang tidak pernah dipikirkan orang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian dukun Ponari yang masih belum bisa dijawab secara medis, membuat pro dan kontra di dunia medis. Tetapi, banyak analisa yang bisa dipetik dari kejadian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Instanisasi&lt;br /&gt;Iman yang benar, yang harusnya ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa, justru diarahkan kepada hal-hal alam dan manusia. Tuhan yang telah menunjuk pemerintah untuk menjadi perpanjangan tanganNya, Tuhan yang juga bisa menunjuk manusia (siapapun dia termasuk Ponari) untuk menjadi perpanjangan tanganNya. Tetapi, bagaimana kita bisa melihat bahwa kejadian batu yang tersambar petir tersebut bisa memberi kesembuhan luar biasa pada pasien-pasien yang datang ke dukun Ponari, tanpa ada analisa klinis lebih lanjut ?&lt;br /&gt;Manusia lebih percaya pada sebuah hal yang instan, yang bisa diraih dalam waktu dekat, bukan jangka panjang. Melihat Tuhan, melihat surga adalah sesuatu yang masih SANGAT jauh. Hidup esok aja masih tak menentu, mengapa harus melihat masa depan yang masih sangat jauh. Besok mau makan apa, masih belum tahu. Tetapi, manusia lain sudah mengajarkan tentang Nirwana yang indah sebagai buah dari iman kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Iman yang keliru akan menghasilkan pengharapan yang keliru pula. Artinya, manusia bukan lagi percaya kepada Pencipta yang Agung, tetapi percaya kepada manusia atau kejadian2 yang bisa memberikan solusi seketika, nalar yang bisa memberikan jaminan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran, begitu dukun Ponari ditutup, dukun Dewi bertindak. Dan, tak begitu mengejutkan, banyak wakil rakyat yang datang ke praktek paranormal untuk melihat prospek masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendidikan.&lt;br /&gt;Sinetron di Indonesia, yang perlahan sudah "agak" berubah (tetapi masih memunculkan mistis), adalah sebuah media pendidikan tidak langsung bagi masyarakat. Bagi golongan ekonomi lemah, mereka tidak bisa menikmati pendidikan bangku sekolah. Alhasil, mereka hanya menikmati sajian sinetron setiap hari. Apabila sinetron menayangkan kejadian2 mistis, hal-hal yang berbau instan, kekerasan, perselisihan, iri hati, balas dendam, maka semua itu akan menjadi sebuah "believe" baru di hati para masyarakat. Mereka akan "mencontoh" apa yang mereka lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan bisa terbagi menjadi "learning by doing", "learning by seeing", "learning by experience", "learning by listening". Bangku pendidikan memiliki taraf metode pendidikan yang rendah karena hanya "listening", kurang mencakup area "doing", "seeing", dan "experience". Dan, ketiga area tersebut justru lebih banyak didapatkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari di lingkungannya. (rapat RT, karang taruna, olahraga bersama penduduk desa, dll.). Pakar psikolog pun akan mengatakan bahwa pendidikan "learning by listening" perlu diikuti dengan metode-metode lain untuk lebih bisa memberi dampak bagi peserta didik. Sekolah-sekolah di daerah masih belum banyak yang menggunakan &lt;em&gt;Experience based learning&lt;/em&gt;. Oleh karena itu, fenomena Ponari, sebagai bagian dari "experience", tentunya memunculkan iman baru bagi masyarakat.. dan memberi pengharapan kehidupan baru bagi yang menikmati pengalaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Teladan&lt;br /&gt;Keteladanan adalah faktor berikutnya. Para petinggi (pejabat) di kalangan tertentu pun sampai ikut antri di rumah Ponari. Keikutsertaan mereka, yang dianggap sebagai teladan masyarakat, tentunya menjadi sebuah ikon tersendiri yang akan memberi dampak bagi lingkungan masyarakat yang masih mudah dipengaruhi.&lt;br /&gt;"Pejabatnya aja juga pergi ke sana kok", "Petingginya juga ikut antri kok", dll... pasti masyarakat juga percaya bahwa hal itu benar. Pemimpin (pejabat, petinggi masyarakat) tidak melihat esensi keteladanan sebagai sebuah hal yang perlu dicermati lebih lanjut. Mereka hanya melihat kepentingan pribadi, tanpa melihat atribut yang mereka miliki. Alhasil, masyarakat juga akhirnya ikut apa yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Semut (yang pernah saya bahas sebelumnya) memberi pencerahan bagaimana seekor semut bisa memberikan pengaruh bagi semut yang lainnya. Begitu pula manusia yang masih belum memiliki pendirian kokoh terhadap hidupnya. Selalu saja terombang-ambing dengan suara mayoritas, selalu melihat siapa yang ikut, selalu melihat hasil yang baik. Itulah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga nilai di atas cukup memberikan bukti kepada kita bahwa sebuah iman bisa menghasilkan sebuah pengharapan yang benar. Jangan melihat kepada manusia, tetapi melihat kepada Tuhan, sumber berkat dan sumber pengharapan itu. Ketika praktek Ponari dihentikan, apa yang terjadi ? Manusia mulai kembali dalam kehidupan semula, dalam lingkungan yang sama dengan sebelumnya (sakit penyakit, dsb.). Semua kembali dalam suasana hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya, pemerintah mulai melakukan aksi gerakan keteladanan, mengarahkan masyarkat untuk memiliki pengetahuan yang benar tentang praktek Ponari. Para pakar boleh mengatakan bahwa hal ini adalah sugesti, tetapi pemerintah perlu ambil bagian dalam ilmu pengetahuan yang benar, seperti bagaimana kandungan air yang sudah dicelup batu milik Ponari. Apakah secara ilmiah dapat dibuktikan ada perbedaan dengan air biasa? Para ahli perlu berkomentar, apa efek halilintar terhadap sebuah batuan. Bagaimana struktur batu tersebut. Kejadian halilintar tersebut dapat mengubah batu itu sehingga memiliki mineral yang mampu menyembuhkan bibit-bibit penyakit atau membunuh virus-virus, sehingga fenomena itu bukanlah fenomena mistis, tetapi sebuah kejadian alam yang bisa diterangkan secara ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian alam semesta dapat diterangkan secara ilmiah. Oleh karena itu, tidak ada hal kejadian alam yang tidak dapat diterangkan secara ilmiah. Hanya kejadian Tuhan, kehendak Tuhan, semua hal yang berhubungan dengan Yang Maha Esa, tidak bisa dijelaskan dengan nalar. (Bahkan Tuhan pun mengutus manusia untuk menguasai alam, bukan dikuasai alam). Namun, manusia lebih cenderung menyerah kepada alam daripada menguasai alam. Konyol bukan ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-6790082690413938078?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/6790082690413938078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=6790082690413938078' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6790082690413938078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6790082690413938078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2009/02/iman-dan-pengharapan.html' title='Iman dan pengharapan'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-7070371019890082954</id><published>2009-02-19T00:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T16:58:47.965-08:00</updated><title type='text'>Kepemimpinan Ala Semut (1)</title><content type='html'>Saya mencoba mengupas kepemimpinan dengan analogi dari kehidupan mahluk hidup selain manusia. Untuk kali ini, saya mau mencoba menuliskan bagaimana kepemimpinan semut di dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian menerangkan bahwa serangga memiliki &lt;em&gt;stigmerty, &lt;/em&gt;sebuah bentuk komunikasi tak langsung hasil modifikasi dari lingkungan. Ketika serangga tersebut berjalan ataupun melakukan aktivitas apapun juga, serangga tersebut akan mengeluarkan cairan kimia tertentu. Untuk semut, cairan yang dikeluarkan bernama feromon (fero = pembawa, mone = sensasi) adalah zat kimia yang berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh mahluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok dan untuk membantu proses reproduki. Cairan ini berbeda dengan hormon, dimana feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya dapat mempengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis (satu spesies). [wikipedia]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap semut yang melintasi sebuah area tertentu, dia akan meninggalkan jejak feromon di jalan yang dia lewati. Sebagai contoh, ketika seekor semut hendak mencari makan, maka ia akan melewati sebuah jalan tertentu. Jejak feromon yang ditinggalkan itu akan dicium oleh semut lain sehingga semut lain bisa mendapatkan makanan yang memiliki kualitas sama dengan semut sebelumnya. Semakin banyak semut yang melewati jalan tersebut, maka semut lain pun akan melewati jalan tersebut untuk mencari letak sumber makanan yang dicarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan kepemimpinan manusia. Apa yang dilakukan pendahulunya, akan diikuti oleh pengikut atau yuniornya. Jejak kepemimpinan periode sebelumnya akan menjadi panutan bagi kepemimpinan periode berikutnya. Semakin banyak "feromon" (hasil baik, niat baik, hal baik) yang ditinggalkan, maka jejak tersebut (program kerja, cara kerja, kebijakan, dll.) akan diikuti oleh pemimpin periode berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang pemimpin tentunya tidak mudah seperti seekor semut yang berjalan. Seorang pemimpin perlu melihat kapabilitas anak buah, lingkungan sekitar, tujuan organisasi, kepentingan orang banyak, dan banyak hal lain yang bisa memberi kontribusi "feromon" yang banyak. Bagaimanakah dengan kepemimpinan Anda ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-7070371019890082954?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/7070371019890082954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=7070371019890082954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/7070371019890082954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/7070371019890082954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2009/02/kepemimpinan-ala-semut-1.html' title='Kepemimpinan Ala Semut (1)'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2956537597494825945</id><published>2008-12-18T21:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T21:56:22.069-08:00</updated><title type='text'>jika A = B maka B = A</title><content type='html'>Mari kita kembali ke pelajaran Aljabar. Jika A = B maka B = A. Jika A∈B maka B superlatif dari A. Artinya, A adalah bagian dari B dan B lebih besar dari A. Secara matematis, A adalah subset dari B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bali adalah bagian dari Indonesia. Apakah Bali = Indonesia ? Tidak mungkin kita mengatakan Indonesia = Bali, bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenyataan di mata orang Korea. Banyak dari orang Korea tidak mengetahui Indonesia. Mereka hanya tahu yang namanya Bali. Dan, ketika mereka mengetahui keindahan Bali, maka teori Aljabar di atas ternyata berlaku. Pemikiran bahwa Bali ∈Indonesia dianggap keliru. Karena, mereka melihat Indonesia = Bali, meskipun Bali adalah salah satu propinsi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang membuat saya senang adalah ketika salah satu teman Korea saya, sekembalinya dari sebuah konferensi di Bali, dia mengatakan bahwa orang Indonesia bisa berbahasa Inggris dengan baik. (yang dia maksud adalah orang Bali bisa berbahasa Inggris dengan baik). Nah, tentu saja saya kaget bukan main. Pemikiran ini sangat berbeda dengan kita orang Indonesia asli, bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti akan mengatakan bahwa orang Indonesia mayoritas kurang fasih berbahasa Inggris. Masyarakat Bali bisa berbahasa Inggris karena daerah mereka adalah daerah pariwisata. Dan, hal itulah yang memaksa mereka untuk bisa berbahasa Inggris. Sedangkan daerah lain tidak mengarah khusus pada sebuah tujuan pariwisata, sehingga kemampuan berbahasa Inggris hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbincang mengenai bahasa Inggris, teman saya juga mengatakan ternyata Indonesia itu indah sekali. Nah lo... Indonesia itu indah.. atau Bali itu indah ? Sebuah pernyataan yang kurang tepat secara matematis di atas, bukan ? Kalau teman saya datang ke perkampungan kumuh di salah satu daerah terpelosok, dia bisa kaget bukan main tuh. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan merefleksikan hal di atas, begitulah juga dengan kehidupan kita. Hidup kita ini bagaikan sebuah himpunan yang sama dengan kondisi di atas. Siapakah kita ? orang Indonesia ? Kalau begitu, ketika kita berbuat baik, pasti akan ada komentar yang mengatakan bahwa orang Indonesia baik. Mengapa ? Karena kita orang Indonesia sudah berbuat kebaikan kepada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jati diri kita tidak akan lepas. Sesuatu yang lebih besar (kewarganegaraan, tempat kerja, status kita, nama keluarga, dll.) akan melekat dalam diri kita dan menjadi sebuah superlatif yang perlu diperhatikan. Ketika kita salah melangkah, maka efeknya bukan hanya kepada kita, tetapi kepada nama superlatif yang kita bawa. Ketika kita (orang Indonesia ) mencuri, maka bisa dikatakan bahwa orang Indonesia itu suka mencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah saudara pernah memperhatikan hal ini ? Sudahkah kita ingat siapa diri kita sebenarnya ? Apakah saya = orang Indonesia ? Apakah saya = pelajar ? Apakah saya = pendidik ? Apakah saya = karyawan ? Saya menyandang sebuah jati diri yang lebih besar, daripada sekedar nama atau ID yang unik. Saya membawa sebuah nama yang general daripada sekedar nama yang tercantum di kartu nama. Begitu pula saudara....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita melakukan perbuatan baik .. dimanapun kita berada, karena kita bukan hanya membawa nama kita sendiri, tetapi kita juga membawa nama superlatif kita... nama negara, nama daerah, nama suku, nama keluarga, jabatan kita, status kita, dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2956537597494825945?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2956537597494825945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2956537597494825945' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2956537597494825945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2956537597494825945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/12/jika-b-maka-b.html' title='jika A = B maka B = A'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-4735635098378086955</id><published>2008-12-16T04:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T04:14:49.424-08:00</updated><title type='text'>Apa artinya TRUST ?</title><content type='html'>Ketika kita menerjemahkan Trust menjadi kata PERCAYA, sepertinya susah sekali untuk bisa melakukan hal itu di antara sesama manusia. Kata Percaya itu hanya diperuntukkan bagi sesama sahabat, keluarga, atau orang terdekat kita. Tapi, ada juga suami-istri yang sudah tidak bisa saling percaya lagi. Nah, bagaimana itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ujian yang diselenggarakan di PNU, mayoritas dikerjakan oleh mahasiswanya menggunakan pensil. PENSIL ???? .. iya... pensil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kalau menggunakan pensil itu tidak sopan ? Bukankah kalau menggunakan pensil itu nantinya bisa membuat peserta ujian lebih mudah "mencontek" ? Bukankah kalau menggunakan pensil, akan lebih mudah diganti oleh peserta ujian ketika melakukan protes nilai ? Bukankah kalau menggunakan pensil itu ada celah bagi peserta ujian untuk memanfaatkan sumber daya yang lain karena kemudahannya untuk dihapus ? dan lain sebagainya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan seputar hal di atas akan terus bermunculan. Bahkan, saya pribadi telah menuliskan petunjuk pengerjaan tes di soal ujian "WAJIB MENGGUNAKAN BOLPOIN". Hal ini memang lebih mengantisipasi terjadinya kecurangan dalam ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bagaimana dengan ujian yang menggunakan sistem koreksi otomatis dengan karbon ? Tentunya hal itu memerlukan supervisi khusus agar dapat meminimalkan kecurangan yang ada. Namun, yang terjadi di PNU bukan ujian dengan sistem koreksi otomatis tersebut, melainkan ujian essay, ujian hitungan matematis, ujian programming, ujian database, dan segala ujian yang berkaitan dengan Teknik Industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, professor memiliki kekuatan yang powerful. Meski tes dikembalikan, ataupun tidak dikembalikan, professor memiliki penilaian yang sangat subjectif dan bisa dibilang objektif karena wajar dari sisi mahasiswa maupun dosen yang bersangkutan. Dan, menariknya adalah... tidak ada mahasiswa yang berniat melakukan penggantian karena kesalahan yang dia lakukan di kertas ujian ketika hasil ujian dibagikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kultur / Budaya TRUST sudah mendarah daging di kehidupan orang Korea. Tentunya tidak semua orang bisa dipercaya. Tetapi, didikan tersebut telah ditanamkan sejak kecil, sejak TK. Dan, ketika ada orang yang melanggar TRUST tersebut, otomatis lingkungan akan menyisihkan dia.. memusuhi dia, bahkan mengusir dan memaki2 dia sebagai seseorang yang tidak layak dipanggil sebagai seorang berkewarganegaraan Korea. mengerikan bukan ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-4735635098378086955?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/4735635098378086955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=4735635098378086955' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4735635098378086955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4735635098378086955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/12/apa-artinya-trust.html' title='Apa artinya TRUST ?'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2010879215269018621</id><published>2008-11-04T01:40:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T23:43:48.673-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahan Uji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketekunan'/><title type='text'>Mau hidup enak ? Hidup susah dulu dong...</title><content type='html'>Kata orang, hidup enak itu identik dengan kaya raya, kesenangan, rumah mewah, mobil mewah, tidak perlu bekerja, dsb. Tapi, ada sebagian orang yang bisa menikmati hidup enak dengan hidup berkecukupan. (pokoknya cukup, ga perlu berlebihan). Kalau begitu, bagaimana caranya bisa hidup enak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Pepatah ini sepertinya cukup bijaksana untuk menggambarkan sebuah kehidupan. Ketika kita langsung mendapatkan hidup enak, maka kita akan mengalami kesusahan suatu hari kelak. Tetapi ketika kita merasakan susah dan penderitaan di awal-awal, yakinlah bahwa suatu hari kelak, kita akan mendapatkan kehidupan yang lebih enak karena bekal kehidupan susah saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak muda mendapat wahyu untuk melakukan sebuah pekerjaan sederhana. Tuhan datang kepadanya dan berkata "kamu harus mendorong batu yang besar itu sampai batu itu bisa bergerak". Batu itu ternyata setinggi hampir sama dengan tinggi badannya dan lebarnya hampir sama dengan ukuran tinggi badannya.&lt;br /&gt;Hari pertama dia mendorong, dan sia-sialah usahanya. Hari kedua dia mendorong, ternyata juga tidak bergerak. Hari ketiga, dia mulai bertanya-tanya dalam hati, apakah memang benar hal ini yang dikehendaki Tuhan ? Ternyata wahyu itu terus mengingatkan si anak ini untuk tetap taat pada perkataan Tuhan.&lt;br /&gt;Lewat satu minggu, batu itu tidak bergerak. Lewat dua minggu, batu itu tetap di tempatnya. Satu bulan, batu itu tetap tak bergeming sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia bisa capek kan ? Akhirnya si anak muda ini berkeluh kesah kepada Tuhan, "Tuhan, kenapa Engkau menyuruh aku mendorong batu yang besar tanpa ada maksud apa2 ? Sampai saat ini pun, aku masih tidak bisa menggerakkan batu itu, seperti yang kau minta." Tuhan akhirnya menjawab "Anakku, batu itu memang tidak bergerak. Tetapi usahamu tidak sia-sia. Lihatlah, sekarang engkau tidak sama seperti dahulu yang lemah. Engkau sekarang lebih kuat daripada yang dulu. Dan, untuk itulah Aku meminta engkau mendorong batu itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik sebuah kesusahan, ada kenikmatan yang menanti kita. Apabila kita bisa bertekun dalam sebuah kesusahan dan mencari jalan keluar dari kesusahan tersebut, maka kita bisa keluar dari badai dan menikmati keindahan hidup setelah badai tersebut. Kalau mau hidup enak, kita harus merasakan kehidupan susah dulu sehingga kita bisa benar-benar menikmati hidup dengan kerendahan hati kita, bukan karena kuat dan gagah kita, tetapi karena kemurahan Tuhan untuk kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2010879215269018621?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2010879215269018621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2010879215269018621' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2010879215269018621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2010879215269018621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/11/mau-hidup-enak-hidup-susah-dulu-dong.html' title='Mau hidup enak ? Hidup susah dulu dong...'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-6483516518863329613</id><published>2008-10-24T01:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T01:58:37.156-07:00</updated><title type='text'>Anda punya waktu 3 menit!</title><content type='html'>Kemarin saya mengalami sebuah hal yang cukup menegangkan. Saya bersama rekan-rekan satu laboratorium harus men-demo-kan sebuah software buatan lab kami sebagai hasil dari sebuah penelitian. Dan, kami harus bisa menunjukkan hasil real dari software tanpa ada kesalahan apapun kepada direktur dari Research Center. Kesalahan sekecil apapun akan menimbulkan masalah yang cukup besar bagi masa depan lab kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di harinya untuk demo, ternyata ada banyak hal yang terjadi di luar dugaan. Banyak error bermunculan dan perlu pekerjaan yang sangat detail untuk meminimalkan error yang terjadi.  Tetapi, karena anggota lab kami hanya 3 orang (1 orang mahasiswa baru, dan 1 orang lain mengerjakan bagian yang lain) maka hanya saya yang bekerja. Dan, sepertinya hal itu tidak mungkin dikerjakan hanya oleh 1 orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat jam presentasi, kami semua hanya bisa berharap-harap cemas agar program bisa berjalan lancar dan direktur tidak bertanya macam2. Dan, ketika beliaunya datang, beliau mengatakan "mohon presentasinya singkat, jelas, padat dalam 3 menit saja karena saya ada hal-hal lain yang harus saya selesaikan". (sambil dia menekan stopwatch untuk memperhatikan benar2 apakah waktu'nya tepat 3 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 MENIT ??? Waaaa... ini presentasi tersingkat yang saya pernah hadapi. 3 menit presentasi yang akan menentukan masa depan lab kami. Mau tidak mau, kami harus berpikir singkat bagaimana cara memberi kesan baik kepada sang direktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 menit pertama, presentasi yang dibawakan oleh teman Korea saya berhasil memukau. Dan, pada menit ke-2 dia langsung menyampaikan pesan kepada asistennya mengenai hal-hal yang perlu dilakukan di kemudian hari. Dan, berakhirlah presentasi kami pada menit yang ke3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebuah pengalaman yang menghebohkan. 3 menit yang tidak pernah kami duga akan dilalui dengan perasaan yang sangat deg-degan. Dan, tentunya kami harus bisa survive dengan perubahan sewaktu-waktu seperti itu, dimana persiapan kami adalah 10 menit presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan hidup kita, semuanya ingin yang serba instan. Semakin cepat selesai, akan semakin baik. Oleh karena itu, berikan hasil yang terbaik dengan waktu yang sesingkat mungkin. Itulah impian dunia masa depan. Tetapi, bagaimana dengan hidup kita ? Berikan hasil yang terbaik dengan investasi waktu yang kita miliki. Itu akan menunjukkan kualias hidup kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-6483516518863329613?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/6483516518863329613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=6483516518863329613' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6483516518863329613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6483516518863329613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/10/anda-punya-waktu-3-menit.html' title='Anda punya waktu 3 menit!'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-1041040222798387345</id><published>2008-10-15T18:50:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:44:40.422-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahan Uji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketekunan'/><title type='text'>Tetap bertahan &amp; bertekun</title><content type='html'>Minggu-minggu ini adalah hari-hari yang paling melelahkan sepanjang studi saya. Bagaimana nggak capek, setiap hari mendengar teguran dan omelan dari professor ? Bagaimana nggak capek, setiap jam mendengar omelan dari senior ? Bagaimana nggak capek, kesalahan yang terjadi tidak bisa aku perbaiki dengan cepat karena aku sendirian ? Sendirian dan sendirian. Pekerjaan besar yang harus dilakukan sendirian. hmmmmm.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, siapa yang salah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa, ketika sebuah badai hidup terjadi, tidaklah tepat untuk mencari siapa yang salah. Alangkah indahnya ketika kita bisa fokus untuk menyelesaikan masalah daripada mencari masalah yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pingin rasanya semua badai ini segera berlalu. Pingin rasanya semua masalah ini selesai. Tetapi, saya belajar bagaimana harus bisa bertahan dan bertekun sampai hari H-nya. Saya mengerti bahwa tekanan berat membuat setiap orang bisa melakukan hal-hal yang aneh dengan tingkat emosional yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak hal yang bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Tetapi, ketika kita sendiri yang menghadapi badai itu, maka kita akan merasakan bagaimana seharusnya kita bersikap. Sungguh amat berat. Tetapi, hidup tetap harus berjalan. "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami tidaklah melebihi kekuatanmu". Tuhan pasti akan memberi kekuatan senantiasa. Percayalah.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-1041040222798387345?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/1041040222798387345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=1041040222798387345' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1041040222798387345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1041040222798387345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/10/tetap-bertahan-bertekun.html' title='Tetap bertahan &amp; bertekun'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-1412089665942229633</id><published>2008-10-13T19:30:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:44:53.287-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahan Uji'/><title type='text'>Pernah merasakan dimarah2in setiap saat ?</title><content type='html'>Apakah anda pernah merasakan dimarah-marahin setiap saat ? Apakah anda merasa sakit hati dengan kemarahan itu ? Atau, justru anda lebih mawas diri agar anda tidak dimarahin terus-terusan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya perasaan kita akan menjadi sakit ketika kita dimarahi tentang sebuah hal yang sudah kita lakukan tetapi kurang baik. Kesannya... udah kerja kok masih aja dicari-cari kesalahannya. Atau, mungkin lebih ke arah udah berusaha kok nggak dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pemikiran manusia pada umumnya. Ketika kita melihat sesuatu yang negatif, sepertinya itu selalu negatif, negatif dan terus negatif. Tetapi, apakah anda pernah melihat sesuatu yang positif di balik kemarahan yang dilontarkan kepada anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan yang ditujukan kepada kita itu adalah sebuah signal yang mengindikasikan perlunya kita mawas diri. Kita perlu berpikir bahwa orang marah dikarenakan kita melakukan sebuah hal yang keliru menurut pandangan orang lain, bukan pandangan kita. Dan, bagaimana seharusnya kita melihat keinginan orang lain seperti mengakomodasi keinginan kita sendiri. (seperti ada Hukum Allah yang mengatakan, kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita bisa melihat sisi positif kemarahan itu kepada sebuah bentuk evaluasi diri kepada kita, maka kita akan senantiasa bersyukur karena masih ada orang yang mau marah2 kepada kita dan mengingatkan bahwa kita belum menjadi orang sempurna. Kita perlu bersyukur, masih ada orang yang mau mengingatkan kita untuk terus bertumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pribadi saya dalam 1 minggu ini menjadi sebuah perenungan. Kemarahan professor saya masih dalam batas yang masuk akal karena saya melakukan kesalahan (walaupun kesalahan itu kecil). Dan kemarahan yang terjadi itu untuk memberi saya lecutan agar mau semakin menjadi berkualitas dan maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, janganlah kita langsung menjadi tawar hati ketika dimarah-marahin. Anggaplah sebuah kemarahan itu sebagai sebuah "nasehat" kepada kita untuk menjadi lebih baik. Janganlah kita marah kepada orang yang marah2 kepada kita. Karena, pembalasan adalah hak Tuhan, bukan hak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kita senantiasa hidup dalam damai dan saling menghargai tanpa amarah maupun dengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimarah-marahin setiap saat ? siapa takut....... (Ora et labora).....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-1412089665942229633?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/1412089665942229633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=1412089665942229633' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1412089665942229633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1412089665942229633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/10/pernah-merasakan-dimarah2in-setiap-saat.html' title='Pernah merasakan dimarah2in setiap saat ?'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-1633270942337461814</id><published>2008-10-09T04:50:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:45:04.206-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>Inti Komunikasi</title><content type='html'>Inti dari komunikasi adalah saling memahami satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita tidak memahami sebuah bahasa, sepertinya kita jadi seperti boneka hidup... yang mencoba memahami apa yang sedang kita dengar dan mencoba menjawab dengan kemampuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat-saat ini, saya cukup tertekan dengan kendala komunikasi. Boleh dikata, pengalaman saya ini adalah sebuah berkat... tetapi bisa juga dikatakan sebagai sebuah ujian hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor saya saat ini senang sekali berkomunikasi dengan saya menggunakan bahasa Korea. Tentunya ini adalah sebuah hal yang tidak lumrah, karena saya dijanjikan bahwa semua komunikasi akan menggunakan bahasa Inggris. Pada saat rapat, dimanapun ketika professor bertemu dengan saya, beliau pasti menggunakan bahasa Korea untuk berkomunikasi dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau bete ? Mau marah ? Nyatanya emang professor saya mengerti bahwa saya bisa memahami apa yang dia katakan. Dia mencoba memilih kata-kata yang sederhana untuk bisa saya cerna. Dan, ketika saya tidak mengerti... dia memberi penjelasan dalam bahasa Inggris. Saya pun tidak terlena begitu saja. Saya selalu menjawab professor saya dengan bahasa Inggris karena kemampuan bahasa Korea saya yang masih belum menggapai level "speaking".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa bahwa ini adalah sebuah ujian bagi diri saya untuk naik ke level berikutnya. Sudah saatnya saya untuk mengerti bahasa Korea agar nantinya (di masa depan) saya bisa merasakan manfaat belajar di Korea. Masalahnya... apakah memang bisa nyambung dengan komunikasi menggunakan bahasa yang berbeda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, perbedaan bahasa bukan menjadi penghambat kami berkomunikasi. Kami masih bisa berkomunikasi dengan baik. Professor saya menggunakan bahasa Korea kepada saya dan saya menggunakan bahasa Inggris kepada professor saya. Alhasil, kami masih bisa memperbincangkan banyak hal, termasuk proyek, paper, dan kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari komunikasi adalah pemahaman dari individu yang berkomunikasi. Pemahaman satu sama lain bisa berbeda, tetapi ketika kita bisa memahami makna bahasa yang sedang disampaikan dan kita bisa menjawab dengan bahasa yang mudah dicerna oleh lawan bicara kita, maka komunikasi pun terjalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa bukanlah masalah dalam berkomunikasi. Tetapi itikad baik, pemahaman yang tepat, dan isi yang benar dari komunikasi, itulah yang menjadikan komunikasi bisa berjalan dengan baik. Kalau boleh saya bertanya, apa bisa manusia berkomunikasi dengan Tuhan ? Ada lebih dari 1000 bahasa di dunia ini (termasuk bahasa daerah masing-masing wilayah). Manusia pun tidak sanggup untuk menguasai 1000 bahasa tersebut. Tetapi, setiap manusia yang diciptakanNya mampu berkomunikasi, bercakap-cakap dengan Tuhan. Artinya, ketika kita berkomunikasi... kita memahami siapa Pencipta kita, apa isi komunikasi kita, dan itikad kita berkomunikasi .. karena Pencipta kita telah memahami kita sebelum kita berkomunikasi denganNya. Tuhan kita tidak perlu menguasai 1000 bahasa tersebut, karena Dia adalah Pencipta kita, Pencipta alam semesta yang memahami ciptaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut berkomunikasi walaupun beda bahasa. Bahasa beda bukanlah kendala komunikasi. Tetapi, itikad baik, pemahaman yang tepat dan isi yang benar.. itulah yang menjadi penghambat komunikasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-1633270942337461814?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/1633270942337461814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=1633270942337461814' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1633270942337461814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1633270942337461814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/10/inti-komunikasi.html' title='Inti Komunikasi'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2786979634033597187</id><published>2008-10-07T17:14:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:45:49.358-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahan Uji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketekunan'/><title type='text'>Kasih yang terlihat nyata</title><content type='html'>Bagaimana kita bisa mengasihi Pencipta kita yang tidak kelihatan apabila kita tidak mengasihi sesama kita yang kelihatan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda merasa bahwa seseorang mengkhianati Anda ? Pernahkah Anda merasa bahwa seseorang sedang membenci Anda ? Pernahkah Anda merasa bahwa seseorang sedang merongrong Anda dengan segenggam fitnahan ? Pernahkah Anda merasa bahwa seseorang sedang membicarakan hal yang buruk tentang Anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pasti pernah merasakan hal-hal tersebut diatas. Bagaimana sikap hidup kita terhadap hal-hal di atas ? Apakah kita harus tinggal diam ? Apakah kita harus membalas ? Apakah kita harus mengadu ke polisi ? Apakah kita harus mengadu ke pemimpin kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita percaya bahwa Tuhan itu ada, apabila kita mengatakan bahwa Tuhan itu adalah Tuhan, maka seharusnya kita bisa memberikan kasih yang nyata itu. Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan (yang tidak pernah terlihat dengan mata kita) apabila kita tidak bisa mengasihi sesama kita (yang selalu terlihat dengan mata kita)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengasihi tanpa syarat... adalah sebuah hal yang mutlak bagi setiap orang yang percaya pada Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2786979634033597187?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2786979634033597187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2786979634033597187' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2786979634033597187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2786979634033597187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/10/kasih-yang-terlihat-nyata.html' title='Kasih yang terlihat nyata'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-5431855131323848350</id><published>2008-10-06T21:36:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:46:01.275-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Ujian karakter yang baik (2)</title><content type='html'>Korea Times hari ini menuliskan bahwa seorang artis meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara gantung diri di kamar mandinya. Setelah mencari sejumlah bukti dan saksi, maka disimpulkan bahwa penyebab kematiannya adalah putus dengan pacar laki-lakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jang Chae-won, seorang artis yang mengikuti jejak Harisu dengan melakukan transformasi seksual dari pria menjadi wanita, merasa terluka hatiinya karena diputus oleh pacarnya. Hal ini dikonfirmasi dengan penulisan di blog Jang yang ditulis sebelum kematiannya dengan mengatakan : "Maafkan saya ibu, saya akan melakukan lebih baik di waktu mendatang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat bahwa aksi bunuh diri yang dilakukan oleh para artis (ini adalah kejadian ke-3 berurutan dalam kurun waktu 1 bulan) juga akan diikuti oleh para masyarakat. Terbukti bahwa ada 439 telpon masuk dalam konsultasi masalah kejiwaan yang disediakan oleh pemerintah Seoul di bulan September, dibandingkan dengan bulan Agustus yang hanya berjumlah sekitar 220 telpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi bunuh diri artis awal yang dilakukan oleh Ahn Jae-Hwan (September 8th) dengan menengguk racun terbukti dilakukan oleh sedikitnya 3 orang lain dalam waktu setelah kematiannya. Dan, lebih dari 5 orang terbukti bunuh diri dengan gantung diri setelah kematian artis Choi Jin-sil (October 2nd).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang kita hadapi bukanlah harus diakhiri dengan cara mengakhiri hidup. Masalah yang sedang kita hadapi adalah sebuah ujian karakter bagi kita, dimana kita akan meraih hasil yang indah setelah berhasil lulu dalam ujian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi bunuh diri ternyata masih menghantui negara Macan Asia yang terkenal dengan ginseng'nya. Semoga ada hal-hal positif yang bisa dilakukan oleh pemerintah Korea untuk mengurangi jumlah kematian akibat bunuh diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-5431855131323848350?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/5431855131323848350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=5431855131323848350' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5431855131323848350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5431855131323848350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/10/ujian-karakter-yang-baik-2.html' title='Ujian karakter yang baik (2)'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-7147163460325024634</id><published>2008-10-06T19:54:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:46:13.901-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Ujian karakter yang baik</title><content type='html'>Sebuah ujian karakter yang baik adalah melihat sikap hidup seseorang ketika dia salah mengambil keputusan. Apakah benar demikian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, saya membaca sebuah kartu ucapan ulang tahun (belated birthday) yang bergambar seekor simpanse memegang sebuah telpon dan ada tulisan yang berbunyi demikian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Sebaiknya aku tidak mendengar... seberapa besar kamu marah karena aku melewatkan ulang tahunmu. Maksudku, bagaimanakah engkau tahu kala itu aku sedang dalam kecelakaan yang sangat fatal dan terbaring lumpuh di jalanan ? .... Memang, aku telah melupakan ulang tahunmu, tetapi aku juga tidak menerima sebuah telpon yang menanyakan bahwa aku baik-baik saja. Yang aku inginkan adalah agar kamu mempunyai alasan yang tepat untuk mengatakan mengapa aku tidak mendengar kabar apapun pada saat ulang tahunmu.&lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik bukan ? Siapa yang salah, hayooo ? Si pemberi selamat atau yang ulang tahun ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita bersalah, ketika kita salah mengambil keputusan, ketika kita berjalan pada arah yang salah, ketika kita melakukan perbuatan yang kita anggap keliru, kita cenderung untuk mencari banyak alasan agar kita terhindar dari kesalahan yang dimaksud. Hal itulah yang juga dilakukan oleh Adam, ketika menerima buah pengetahuan baik dan jahat dari Hawa. Dia justru mencari pembenaran bahwa dirinya tidak bersalah karena Hawa yang memberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani mengatakan bahwa saya yang salah (ketika memang benar saya yang bersalah) adalah merupakan sebuah ujian karakter bagi diri kita. Dan, ujian itu bukan untuk mencobai kita, tetapi untuk menempa diri kita menjadi seseorang yang lebih tangguh dan semakin serupa dengan Pencipta kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-7147163460325024634?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/7147163460325024634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=7147163460325024634' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/7147163460325024634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/7147163460325024634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/10/ujian-karakter-yang-baik.html' title='Ujian karakter yang baik'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2286021892879335591</id><published>2008-09-26T19:46:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:46:30.651-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Siapa yang menjadi polisi-nya polisi ?</title><content type='html'>Sebuah berita di Korea Times hari ini membuat saya tertawa geli. Judul artikelnya adalah "Buckle up, or not". Berita ini mendeskripsikan bagaimana ketatnya peraturan mengenai pemakaian sabuk pengaman dan pelarangan penggunaan HP selama mengemudi pada kendaraan bermotor roda 4 atau lebih. Setiap pengendara yang tidak mengenakan sabuk pengaman, akan dikenakan dengan 30.000 won (setara Rp. 300.000). Sedangkan, pengendara yang ditemukan menggunakan HP pada saat mengemudi, akan dikenakan denda 60.000 won (setara Rp. 600.000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah uang tersebut tentunya tidak sedikit bagi orang Korea (dan juga bagi orang Indonesia tentunya). Berdasarkan data dari Kepolisian Nasional setempat, untuk pelanggaran sabuk pengaman tahun 2006 sejumlah 834.000 pengemudi terkena denda sejumlah 25 milliar won, tahun 2007 sejumlah 1 juta pengemudi terkena denda sebesar 31 milliar won dan di tujuh bulan pertama di tahun 2008, terdapat 550.000 orang yang telah ditilang dan terkena total denda 16 milliar won.&lt;br /&gt;Begitu pula jumlah orang yang terkena denda akibat menggunakan HP saat mengemudi. Jumlahnya meningkat pesat dari tahun ke tahun - 3.6 millar won dari 60.000 pengemudi di tahun 2006, 5.5 miliar won dari 90.000 pengemudi di tahun 2007 dan 3.9 miliar won dari 65.000 pengemudi hingga Juli 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya jumlah ini tidak sedikit, bukan ?&lt;br /&gt;Pada suatu hari, seorang anak kecil yang sedang berjalan-jalan dengan ayahnya melihat sebuah mobil polisi lewat. Dan, ia bertanya kepada ayahnya "Apabila si polisi tidak mengenakan sabuk pengaman, siapa yang bakal menilang mereka yah ?".....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan bagus yang tentunya susah dijawab oleh semua kita. Siapa yang menjadi polisi'nya polisi ? Ketika polisi di Korea Selatan diwawancarai, mereka memiliki alasan mengapa mereka tidak mengenakan sabuk pengaman. Dan, mengapa mereka perlu menggunakan HP ketika mengemudi.&lt;br /&gt;Seragam dinas mereka dilengkapi dengan tongkat dan pistol, yang tentunya cukup tidak nyaman ketika sabuk pengaman diikatkan. Dan, mobilitas polisi harus cepat serta tanggap, sehingga penggunaan HP oleh polisi masih dilegalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.. kalau udah begini.... Peraturannya yang salah, atau oknumnya yang seenaknya sendiri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita memiliki kuasa (seperti polisi yang bisa mendenda karena sebuah pelanggaran), bisa jadi kita juga adalah pelanggar dari sebuah peraturan (seperti polisi yang tidak mau pakai sabuk pengaman). Ketika kita memiliki kuasa, kita harus hidup seperti orang arif dan bijaksana. Itulah kenapa manusia susah untuk hidup berintegritas. Karena, ketika kita hidup sendiri, kita merasa tidak ada seorang pun yang menjadi polisi kita dan kita memiliki kehendak bebas yang membuat kita bisa melakukan apapun semau gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas langit masih ada langit. Artinya, di atas polisi masih ada polisi yang lain.. nah lo.... di atas manusia, masih ada PenciptaNya. Benar bukan ? Oleh karena itu, kita tidak perlu memusingkan sikap polisi yang tersebut diatas. Yang penting.. evaluasi diri kita untuk tidak menjadi orang munafik seperti mereka. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS : Cerita di atas adalah cerita polisi di Korea Selatan, bukan di Indonesia kok....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2286021892879335591?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2286021892879335591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2286021892879335591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2286021892879335591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2286021892879335591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/09/siapa-yang-menjadi-polisi-nya-polisi.html' title='Siapa yang menjadi polisi-nya polisi ?'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-7294942001336427341</id><published>2008-09-19T18:21:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:46:52.433-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengharapan'/><title type='text'>Jangan pernah merasa sia-sia</title><content type='html'>Pada saat saya presentasi sebuah paper di depan professor, tiba-tiba timbul pertanyaan besar dalam diri saya. Apakah topik yang saya presentasikan ini benar-benar topik yang saya inginkan untuk penelitian ? Apakah topik ini memang bagus untuk masa depan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dalam diri saya tersebut disambung dengan pertanyaan dari professor ketika saya menyelesaikan presentasi saya. Kaget juga, karena dia mengatakan "Sudah terlalu lama kita belajar topik ini, tetapi saya tidak menemukan hal yang menarik untuk penelitian. Sepertinya, kita harus mencari topik lain untuk diteliti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga, saya terkejut. Apakah yang saya pelajari adalah hal yang sia-sia ? Apakah selama ini saya kurang berusaha ? Apakah selama ini saya main-main dalam belajar ? Sampai-sampai professor mengatakan hal demikian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaaa.. itu hanya perasaan saya saja. Dan, ternyata benar. Setelah itu, professor memberi ide baru untuk bisa menjadi acuan penelitian yang baru berdasarkan topik yang lama. Saya merasa lega, tetapi juga sedikit bertanya-tanya dalam hati. Apakah professor memberi ide hanya untuk menyenangkan saya, atau sebenarnya memang topik ini tidak bisa dikembangkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah presentasi, saya merenungkan hasil seminar tersebut. Hampir saja saya terlena dengan pertanyaan professor seputar penggantian topik penelitian. Dan, saya hampir merasa bahwa semua yang telah saya pelajari adalah sia-sia. Tetapi, ketika saya membaca ide dari professor, saya merasa ada sebuah peluang baru.. ada kemungkinan baru untuk dipelajari. Oleh karena itu, semangat berjuang sekarang muncul kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, setelah mencari beberapa bahan lainnya, saya merasa bahwa topik yang saya pelajari bisa menjadi dasar penelitian baru. Artinya apa ?....&lt;br /&gt;Apa yang telah saya pelajari adalah bukan hal yang sia-sia. Saya percaya bahwa tidak ada yang sia-sia ketika kita berusaha sungguh-sungguh dan benar2 mempertimbangkan apa yang akan terjadi di masa depan. Yang perlu diperhatikan lebih dalam adalah bagaimana kita mengolah hari ini untuk menemukan hari esok yang lebih baik. Ketika kita salah melangkah, maka kita bisa berpikir bahwa apa yang kita lakukan adalah sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah hari ini dengan melihat keindahan alam semesta yang diciptakan Tuhan. Tuhan tidak akan memberikan hal yang jelek pada umatNya. Hanya keindahan semata yang selalu diberikan kepada kita. Oleh karena itu, kita tidak akan melihat hal yang sia-sia apabila kita menyertakan Tuhan dalam keseharian hidup kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-7294942001336427341?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/7294942001336427341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=7294942001336427341' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/7294942001336427341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/7294942001336427341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/09/jangan-pernah-merasa-sia-sia.html' title='Jangan pernah merasa sia-sia'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-5164303441491720100</id><published>2008-09-16T19:45:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:47:04.703-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengharapan'/><title type='text'>Melihat kemungkinan</title><content type='html'>Pernahkah anda putus asa ? Pernahkah anda merasa anda tidak bisa melakukan sesuatu lagi untuk sebuah masalah ? Pernahkan anda merasa tidak ada lagi jalan keluar buat masalah anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang di dunia ini pasti pernah mencapai titik keputus-asaan tersebut. Tetapi, tidak semua orang mencapai titik itu dan menyerah. Tidak semua orang mencapai titik itu dan kemudian bunuh diri. Ada sebagian orang yang menyerah dan akhirnya memilih untuk mengakhiri hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita telaah bagaimana seorang Superman yang dilahirkan memiliki kekuatan luar biasa dan selalu menempas kejahatan di dunia. Ketika kesulitan menghadang, apakah dia langsung putus asa ? Tentu tidak, karena dia adalah superman. Apa yang akan dikatakan orang kalau Superman saja putus asa ? Apa yang akan digunjingkan orang kalau orang sekuat Superman akhirnya menyerah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam setiap kehidupan manusia memiliki kekuatan luar biasa tersebut. Tuhan tidak menciptakan manusia biasa-biasa saja. Tetapi Tuhan menciptakan manusia seGambar dan seRupa dengan Allah. Bukankah itu adalah hal yang luar biasa buat kita umat manusia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita adalah Gambar dan Rupa Allah, bukankah kita ini memiliki "kekuatan yang luar biasa" ? Kita, mahluk ciptaanNya, memiliki karakter Allah, yang selalu disebut dengan Maha Esa, Maha Kasih, Maha Penyayang, Maha Kuasa, Maha Tahu, dsb. Tentunya, karakter Allah itu akan muncul di dalam diri kita sebagai umat ciptaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Superman tidak mudah putus asa karena melihat potensi dirinya yang luar biasa untuk bisa mengatasi berbagai masalah. Kita, mahluk ciptaan Tuhan, juga sama dengan superman, yang diciptakan luar biasa oleh Pencipta kita. Tentunya, kita bisa menjadi sama dengan superman, yang tidak mudah putus asa dalam menghadapi masalah, bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya untuk bisa mencari jalan keluar bagi sebuah masalah yang buntu, masalah yang tidak kunjung berakhir, masalah yang terus menghantui dan tidak ada ujung pangkalnya ?&lt;br /&gt;Salah satu caranya adalah mencari kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, mencari kemungkinan adalah salah satu cara yang dapat dilakukan seorang pemimpin untuk bisa lolos dari jerat masalah. Ketika kita terlena dengan masalah, seringkali kita terlena untuk tidak mencari kemungkinan. Kita merasa orang yang paling susah, orang yang paling menderita. Tetapi, kita lupa bahwa kita masih dimampukan oleh Tuhan untuk berpikir (karena hanya manusia yang memiliki akal budi dan hati nurani) untuk mencari kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa orang cacat dari kecil masih bisa hidup hingga saat ini ? Kenapa banyak orang miskin atau terbuang dari muda, masih bisa hidup hingga saat ini ? Salah satu alasannya adalah karena orang tersebut melihat adanya kemungkinan untuk hidup. Terlepas apakah itu kemungkinan yang positif atau negatif, tetapi "MELIHAT KEMUNGKINAN" adalah salah satu usaha yang dapat dilakukan manusia untuk bisa bertahan dalam masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita melihat kemungkinan ketika kita putus asa ? Carilah maka Engkau akan mendapat, ketuklah maka pintu akan dibukakan, Mintalah maka semua itu akan diberikan kepadaMu. Amen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-5164303441491720100?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/5164303441491720100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=5164303441491720100' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5164303441491720100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5164303441491720100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/09/melihat-kemungkinan.html' title='Melihat kemungkinan'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-1948691576987754237</id><published>2008-09-12T04:15:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:47:19.635-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengharapan'/><title type='text'>Ayo Maju</title><content type='html'>Manakah yang lebih mudah, menghadapi masalah atau melarikan diri dari masalah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, tidak ada orang yang mau terus berada dalam masalah. Harus ada pilihan yang diambil, mau menghadapinya atau mau menghindarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara maju berhasil menjadi yang terdepan dalam hal ekonomi dan teknologi tidak lain tidak bukan adalah karena berani menghadapi masalah. Seberapa berani menghadapi masalah, seberapa besar masalah yang dapat dipecahkan, itu menjadi tolok ukur keberhasilan negara-negara saat ini yang mendapat predikat sebagai negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap tinggal dalam sebuah permasalahan tidak akan membuat kita menjadi maju. Bahkan, menghindarkan diri dari masalah merupakan sebuah tindakan yang membuat kita justru terbelakang. Mengapa Indonesia masih belum bisa keluar dari kubangan permasalahan internal negara sendiri ? Karena mayoritas dari masyarakat di dalamnya cenderung melarikan diri dari masalah ketimbang menghadapi dan menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh, dari SD kita mengenal negara Indonesia sebagai negara agraris. Tanah yang luas merupakan salah satu potensi / keunggulan yang dapat dikembangkan untuk kemajuan negara. Tetapi, justru 2.894 dari 9.019 kursi kosong di 47 perguruan tinggi negeri adalah program studi pertanian dan peternakan (sumber : KOMPAS). Sumber daya agraris yang begitu melimpah akhirnya harus menjadi lahan yang siap dibangun dengan gedung, atau menjadi lahan komersial yang dijualbelikan untuk mendapat uang besar tanpa melihat masa depan. Pemerintah tidak melihat kenaikan angka ini sebagai sebuah potensi kemunduran, tetapi justru hanya melihat angka-angka bombastis angkatan kerja yang sudah mendapat pekerjaan, jumlah orang miskin yang berkurang, jumlah buta huruf yang berkurang, dsb. Nah, boro-boro negara Korea yang tidak punya lahan banyak (yang sebagian besar dikuasai oleh gunung) justru bisa menciptakan swasembada pangan.) Bisa jadi, mereka tidak melihat adanya masalah dari sini, sehingga ada pembelaan diri bahwa ini bukan termasuk melarikan diri dari masalah.. tapi lebih ke masalah TIDAK MAU TAHU masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru masalah yang selalu terjadi di dunia politik menjadi isu yang cukup santer dan diperjuangkan oleh semua pihak. Para calon yang memasuki rana pilkada tahu dan siap menghadapi masalah. Ketika kekalahan muncul, tidaklah sedikit gugatan tentang adanya kekeliruan dalam Pilkada (hampir semua daerah .... hingga yang terkini .. yaitu Sumsel), justru terus diisukan tanpa melihat kepentingan negara yang lebih besar. Apakah artinya Pancasila dari sila ke 3 butir ke 1 ?&lt;br /&gt;" &lt;em&gt;Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. &lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup susah membedakan mana masalah yang perlu dihadapi dan mana masalah yang perlu dihindari. Tetapi, saya belajar dalam minggu ini untuk bisa menemukan ide baru dari masalah yang juga tidak jelas. Professor meminta untuk mencari masalah yang timbul di bidang logistik. Tetapi, mau mencari masalah apa ? masalah yang dimana ? terus... kalau sudah ketemu masalahnya, harus mencari solusinya. Nah... bagaimana bisa menemukannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sudah punya masalah aja bingung, ... justru ini yang nggak punya masalah disuruh cari masalah. Inilah kehidupan. Untuk menjadi maju, kita harus terus mencari masalah, menghadapinya, maju, dan menyelesaikannya. Janganlah kita mundur dari sebuah masalah. Masalah datang menghampiri kita untuk diselesaikan. Apabila kita masih diijinkan untuk menghadapi masalah, itu artinya kita dipersiapkan untuk menjadi seorang tentara yang siap berperang menghadapi musuh yang lebih besar lagi di kemudian hari. Percayalah... dan berusahalah untuk tetap maju.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-1948691576987754237?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/1948691576987754237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=1948691576987754237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1948691576987754237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1948691576987754237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/09/ayo-maju.html' title='Ayo Maju'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-1572870668275195339</id><published>2008-08-26T22:41:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:47:34.062-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Persepsi'/><title type='text'>Sudut pandang yang berbeda menimbulkan persepsi yang berbeda</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6g9LhnDmnSw/SLTp4EGRUeI/AAAAAAAAABs/gGpllZlNiOw/s1600-h/perception_vas2e.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239069415920718306" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_6g9LhnDmnSw/SLTp4EGRUeI/AAAAAAAAABs/gGpllZlNiOw/s320/perception_vas2e.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Banyak dari kita melihat sesuatu benda dengan banyak perspektif. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Contoh gambar di samping ini. Tentunya sebagian orang telah memahami adanya 2 gambar yang nampak dari sebuah figur tersebut. Sebuah gambar berupa vas, dan sebuah gambar berupa dua orang yang sedang berhadap-hadapan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari ini saya mendengar sebuah perpektif yang berbeda mengenai sebuah pekerjaan di pabrik pemisahan sampah. Beberapa orang telah banyak mengeluarkan pendapat bahwa bekerja di pabrik sampah itu identik dengan kotor. Dan, banyak orang yang melihat sampah itu sebagai sebuah hal yang menjijikkan, dan malu untuk diceritakan kepada umum. Karena persepsi sampah = hal yang buruk, maka teman-teman di pabrik lain juga mengata-ngatai teman2 yang bekerja di pabrik sampah tersebut melakukan pekerjaan yang kotor dan jelek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal ini tentunya meruntuhkan semangat dari teman2 yang bekerja di pabrik sampah, bukan ? Padahal, bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, pabrik sampah di Korea Selatan ini memiliki keuntungan yang luar biasa. Pabrik sampah di negara ginseng ini mendapat keuntungan ganda, yaitu setiap pihak yang mau membuang sampah harus membayar uang kepada pabrik ini dan pabrik ini juga menerima uang ketika dia membuang atau menyerahkan sampah yang telah disortir kepada pihak lain. Artinya, semua komponen sampah yang masuk maupun keluar dari pabrik ini menghasilkan uang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemarin, ada seorang teman yang baru pertama kali bekerja di pabrik sampah tersebut. Banyak teman2 yang mengingatkan kepada teman baru tersebut agar memikirkan baik2 sebelum mengambil keputusan bekerja di pabrik sampah. Karena apa ? Karena banyak orang mengatakan bahwa bekerja di pabrik sampah itu bau, kotor, jorok, dan pekerjaan yang hina. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teman baru tersebut ingin mencoba dan tidak terpengaruh kepada pendapat orang banyak pada saat itu. Dia memberanikan diri datang ke pabrik dan bekerja. Hari ini dia menyampaikan informasi kepada saya, bahwa pekerjaannya bukanlah pekerjaan yang kotor, bukan pekerjaan yang jorok, bukan pekerjaan yang bau. Tetapi, pekerjaan tersebut masih dikategorikan layak untuk dijadikan sebuah pekerjaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah, setiap pribadi tentunya memiliki sudut pandang terhadap pabrik sampah ini. Dan, saya semakin melihat nilai positif di balik pemikiran teman baru yang bekerja di pabrik sampah ini. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian pula dengan kehidupan kita. Seringkali kita melihat sebuah hal dari sisi negatif, dari sisi yang tidak baik, sehingga kita kehilangan semangat atau motivasi untuk mengerjaka apa yang terlihat di depan mata kita. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saudara-saudara, marilah kita bersama-sama melihat pekerjaan kita dari sudut pandang yang positif. Apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita adalah sebuah anugerah yang indah. Rancangan Tuhan tidaklah untuk mencelakakan manusia. Oleh karena itu, mari kita melihat segala sesuatu dengan kacamata yang lebih positif.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-1572870668275195339?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/1572870668275195339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=1572870668275195339' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1572870668275195339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1572870668275195339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/08/sudut-pandang-yang-berbeda-menimbulkan.html' title='Sudut pandang yang berbeda menimbulkan persepsi yang berbeda'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6g9LhnDmnSw/SLTp4EGRUeI/AAAAAAAAABs/gGpllZlNiOw/s72-c/perception_vas2e.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-3812024507470368095</id><published>2008-08-25T01:05:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:48:21.821-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nilai Historis'/><title type='text'>National Treasure</title><content type='html'>Setelah sekian lama saya tidak menulis, akhirnya saya kembali dan mencoba menorehkan beberapa hal kehidupan yang saya dapatkan baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 minggu yang lalu, saya pergi ke Seoul untuk refreshing. Kepergian saya saat ini bersama istri, kakak ipar dan seorang teman. Tempat pariwisata di Seoul sangat banyak. Karena keterbatasan hari, maka kami dihadapkan pada pilihan-pilihan yang lokasi'nya dekat dengan tempat tinggal kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah kami pada sebuah tempat yang berisikan istana kerajaan. Di papan informasi lokasi kerajaan tersebut, tertulis : "National Treasure no. 154". (angkanya saya tulis secara random).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa maksud dari tulisan ini ? Ternyata, para ahli sejarah Korea telah membuat peringkat dari lokasi atau barang bersejarah yang ada di Korea Selatan. Dan, peringkat tersebut mencerminkan tingkat kepentingan dan nilai historis yang sangat bermakna bagi orang Korea. Tak heran, Namdaemun, yang diakui sebagai National Treasure no.1 di Korea, yang akhirnya dibakar oleh seorang demonstran, menimbulkan polemik yang cukup besar di negeri ginseng ini. Hampir seluruh penduduk negeri ini mengutuk perbuatan seorang kakek yang membakar tempat bersejarah tersebut hanya karena kejengkelannya terhadap pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita meremehkan sejarah. JAS MERAH. Jangan sekali-kali kita melupakan sejarah. Hal ini telah disampaikan oleh pemimpin pendahulu kita.. bung Karno. peringkat dalam National Treasure menunjukkan perhatian rakyat Korea terhadap sejarah bangsanya dan berusaha untuk membangkitkan semangat masyarakat untuk semakin mengerti bagaimana Korea bangkit dari keterpurukan sejarah masa lalu. Sejarah telah banyak menunjukkan potensi negara Korea yang begitu besar. Tetapi, akhirnya segala sesuatu harus hancur akibat penjajahan dari Jepang dan perang saudara antara Korut dan Korsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semangat dalam sejarah tidak meruntuhkan niat mereka untuk berkembang. Tidak selamanya masa lalu menjadi penghalang kehidupan kita di masa mendatang. Masih ada torehan sejarah yang bisa menjadi pemicu bagi kehidupan kita. Marilah kita sama2 belajar mengerti sejarah perjuangan bangsa Indonesia, agar suatu hari... kita bisa menceritakan National Treasure (baik berupa barang, lokasi ataupun pengetahuan) untuk kemajuan bangsa di masa depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-3812024507470368095?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/3812024507470368095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=3812024507470368095' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3812024507470368095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3812024507470368095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/08/national-treasure.html' title='National Treasure'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-1926089975542996579</id><published>2008-08-04T21:38:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:48:32.904-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Continuing Education</title><content type='html'>Sebuah pendidikan adalah proses yang berkesinambungan. Janganlah pernah berhenti untuk belajar. Dan, ketika kita belajar, ada kalanya posisi kita akan berada di atas... dan ada kalanya kita akan terpuruk pada posisi yang paling bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya merasa seperti orang yang paling malang sedunia. Terlalu berlebihan-kah ? sepertinya iya sih... Tetapi, saya merasa bahwa hari ini adalah hari kebodohan saya. Ketika saya berangkat dari rumah tadi pagi, saya berangkat saja tanpa beban apapun. Sesampai di dekat kampus, ternyata saya merasa kelupaan dan bertanya dalam hati ... "Tadi pintu rumah sudah saya kunci atau belum ya ?" Ooooopppssss....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa pasrah. Saya sudah sampai dekat kampus dan istri sudah berada di daerah kampus juga pada saat yang sama. Artinya, tidak mungkin harus kembali ke rumah untuk mengecek pintu rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, hari ini pas hari keberangkatan teman lab saya ke kampung halamannya (India), karena dia mengundurkan dari lab terkait beberapa permasalahan. Dan, saya harus jadi pembawa berita dari lab untuk dia dan sekaligus memberi solusi terbaik untuk lab dan dia. Ternyata, posisi saya - sekali lagi... seperti orang bodoh - sangat tidak nyaman. Posisi saya sangat terjepit .. dimana saya harus membela teman saya.. dan saya juga harus membela kepentingan lab. Karena saya tidak bisa memutuskan, saya mengambil sikap untuk tidak mau ikut campur dalam masalah ini. Gimana nantinya ? ...... tunggu tanggal mainnya aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas makan siang, tiba2 HP saya berdering dan terdengarlah suara orang Korea. Saya cukup kaget, karena kode area'nya bukan dari kota Busan. Pertama saya berpikir, mungkin ini salah sambung. Ternyata ada rekan pekerja yang meminta bantuan kepada saya untuk dapat berkomunikasi dengan manager'nya. Karena saya sudah sangat kepanasan hari ini, maka saya cukup kelelahan. Dan, ketika rekan pekerja ini meminta bantuan.. saya hanya mengatakan apa yang saya ketahui berdasarkan permasalahannya. Dan, saya diminta untuk berkomunikasi dengan manager'nya dalam bahasa Korea... yang padahal menurut saya.. hal itu bisa disampaikannya oleh dirinya sendiri. Tetapi.. kenapa sih kok orang ini ngotot agar saya ngomong ke manager'nya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi suntuk... terus saya bilang, intinya "Anda harus mengatakan sendiri kepada manager anda, dan akan lebih baik kalau Anda yang berkomunikasi langsung... saya yakin manager Anda mengerti. Atau kalau mau ke Depnaker Korea, langsung datang saja.. saya yakin mereka paham kedatangan Anda. Mereka mengerti sedikit ttg Bahasa Inggris kok". Alhasil.. telepon akhirnya ditutup karena orangnya marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya mengalami beberapa hal yang cukup membuat saya ill-fill. Apa ada yang salah dengan diri saya hari ini ya ? Kenapa kok yang saya perbuat hari ini sepertinya kayak saya ini orang paling bodoh sedunia ? Hmm........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengerti. Tidak selamanya hidup ini akan selalu gembira.. tidak selamanya hidup ini terus akan berada di atas. Ada kalanya kita akan mengalami hal yang pahit. Ada kalanya kita akan mengalami kesedihan. Ada kalanya kita akan mengalami sakit hati, dan lain sebagainya. Dan kita perlu ingat, bahwa semua hal itu datang untuk kebaikan kita. Supaya kita bisa belajar lebih baik lagi di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembelajaran yang benar adalah mengikuti ujian kehidupan sehari-hari. Ujian tidak selalu menghasilkan nilai yang baik. Terkadang ada nilai yang jeblok.. terkadang ada nilai yang sedang-sedang.. dan kalau kita belajar rajin, maka kita bisa mendapat nilai sempurna. Begitulah juga dengan diri kita. Pembelajaran yang terjadi dalam kehidupan kita adalah sebuah ujian kehidupan. Ketika kita bisa mengatasi ujian kehidupan kita sehari-hari.. maka kita telah belajar untuk naik ke step berikutnya dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita lelah untuk belajar. Masalah sehari adalah untuk sehari. Esok memiliki kesusahannya tersendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-1926089975542996579?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/1926089975542996579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=1926089975542996579' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1926089975542996579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1926089975542996579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/08/continuing-education.html' title='Continuing Education'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2997528725605127078</id><published>2008-07-31T01:05:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:48:49.335-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Pergaulan yang baik meningkatkan diri sendiri</title><content type='html'>Beberapa minggu ini, saya dan istri selalu melakukan aktivitas bersama satu orang Korea yang pandai berbahasa Indonesia. Hampir setiap hari, si orang Korea tsb. (katakanlah si A) selalu berusaha belajar bahasa Indonesia dari saya maupun dari istri. Dan, si A berusaha untuk mencari teman-teman Indonesia yang lainnya agar dia bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, dalam 1 bulan ini, dia hampir menjadi seperti orang Jawa. Segala bahasa dan ucapannya sudah menggunakan bahasa Jawa. Oleh karena apa ? Oleh karena dia selalu berkumpul dengan kami2 yang notabene dilahirkan di pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan dia bersama dengan orang Indonesia menghasilkan sebuah hal yang positif buat dia, yaitu kemampuan berbahasa Indonesia di negeri sendiri. Banyak orang Korea yang berusaha untuk belajar bahasa Inggris (sebagai bahasa Internasional) di lembaga bimbingan belajar atau tempat kursus. Tetapi, masih saja banyak dari mereka yang tidak pandai berbahasa Inggris. Karena apa ? Karena pergaulan mereka hanya dengan orang-orang Korea. Mereka merasa bahwa berbahasa Inggris hanya perlu dilakukan di kursus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, orang-orang yang pandai memanfaatkan situasi... mereka akan berusaha mencari waktu berkumpul bersama dengan orang asing (seperti si A), dan akhirnya menjadi maju karena pergaulan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah dengan diri kita masing-masing. Ketika kita memutuskan untuk bergaul dengan seseorang, maka kita sudah menentukan jati diri kita sebenarnya. Ketika kita salah bergaul, maka kita akan menjadi seperti yang ada dalam kelompok pergaulan kita. Ketika kita memilih pergaulan yang tepat, maka kita bisa mengembangkan dan meningkatkan diri kita menjadi lebih hebat dan lebih maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda ingin maju, carilah pergaulan yang baik agar Anda dapat meningkatkan kemampuan diri anda sendiri. Kalau anda ingin mampu berbahasa Inggris, carilah orang asing yang pandai berbahasa Inggris. Kalau anda ingin menjadi ahli matematika, bergaulah dengan orang yang pandai matematika. Kalau anda ingin menjadi kaya, bergaulah dengan orang-orang kaya dan belajar daripadanya. Inilah kunci kehidupan. Oleh karena itu, benar apa yang pernah dituliskan .... "Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Bergaul....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2997528725605127078?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2997528725605127078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2997528725605127078' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2997528725605127078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2997528725605127078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/07/pergaulan-yang-baik-meningkatkan-diri.html' title='Pergaulan yang baik meningkatkan diri sendiri'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-894785279793122578</id><published>2008-07-27T21:09:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:49:50.951-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengharapan'/><title type='text'>Menguasai bumi</title><content type='html'>Berita hari ini mengingatkan saya bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang terbatas yang bisa menjadi berkuasa karena kemampuan yang diberikan oleh Tuhan sendiri. Harian Kompas Nasional memberitakan bahwa Pemerintah China khususnya di Beijing telah menyiapkan sebuah teknologi yang dapat mengatur cuaca yang tidak bersahabat untuk kesuksesan acara Olimpiade di Beijing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu bahwa teknologi ini hampir menyamai keMaha-Kuasaan sang Pencipta. Tetapi, kita masih punya banyak keterbatasan dalam mengatur alam semesta yang begitu luas dan besar ini. Mengatur cuaca adalah sebagian dari pengaturan alam semesta yang sangat mustahil untuk dilakukan. Tetapi, pemerintah China telah mencoba beberapa tahun dan teknologi ini berhasil dilakukan hanya pada kasus-kasus tertentu, seperti hujan rintik.. bukan hujan lebat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi perkiraan cuaca yang sudah dikembangkan saat ini pun masih belum bisa memberikan hasil prediksi yang akurat. 30-50% ramalan cuaca tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini juga membuat pihak pemerintah China khawatir akan penyelenggaraan Olimpiade Beijing yang memang direncanakan untuk membuat para tamu merasa diterima oleh masyarakat China. Memang, acara ini adalah bagian dari promosi negara Tirai bambu ini, khususnya untuk objek pariwisata dan peningkatan perekonomian. Dan, untuk mendukung kesemuanya ini, pemerintah berusaha melakukan yang terbaik agar para tamu dapat tinggal dengan nyaman di negara yang memiliki ke'khas'an dengan hewan Panda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memang diberi hak menguasai bumi. Tetapi, semoga kita sebagai manusia masih sadar bahwa di luar diri kita masih ada kuasa yang lebih dahsyat, yaitu kuasa Tuhan kita.. sang Pencipta kita. Semoga kekuasaan yang kita miliki boleh kita serahkan kepada Tuhan sendiri, sehingga bukan karena oleh kuat kita sendiri, tetapi karena Tuhan yang memberikan kekuatan dan kekuasaan.. maka kita bisa hidup seperti saat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-894785279793122578?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/894785279793122578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=894785279793122578' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/894785279793122578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/894785279793122578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/07/menguasai-bumi.html' title='Menguasai bumi'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-5398460106497607162</id><published>2008-07-25T02:06:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:50:02.852-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahan Uji'/><title type='text'>Daya tahan</title><content type='html'>Generasi muda saat ini sudah dipenuhi dengan banyak alternatif atau pilihan hidup. Mereka bisa memilih hidup mereka sesuai dengan keinginan mereka. Kalau tidak mau susah, pilih pekerjaan yang mudah dan menghasilkan uang. Kalau mau susah, belajar dan harus bertahan dalam penderitaan untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya dikejutkan dengan sebuah informasi tentang pengunduran diri seorang anggota lab saya. Tentu saja mengejutkan karena orang Korea di lab saya hanya tinggal 2 orang. Kalau 1 orang mengundurkan diri, artinya hanya tinggal 1 orang. Sedangkan, jumlah mahasiswa asing di semester yang akan datang ada 3 orang. Tentunya, 1 orang Korea ini akan kelabakan mengurus kami-kami orang asing yang tidak bisa berbahasa Korea dengan fasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi proyek dari professor yang begitu sulit dan harus dikerjakan oleh kami-kami yang juga awam dengan pekerjaan tersebut. Yang cukup mengkhawatirkan adalah masa depan proyek yang sudah ditanda-tangani untuk dijalankan selama 10 tahun (mulai 2004- 2014) akan mengalami banyak tantangan dan kendala. Bahkan proyek ini terancam untuk putus tengah jalan oleh karena kurangnya member dalam lab kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kekhawatiran muncul dalam pikiran saya hari ini. Tetapi, saya kembali diingatkan bahwa... permasalahan satu hari cukuplah untuk sehari. Besok ada perkaranya sendiri dan Tuhan akan membimbing hari esok. Kita tidak perlu khawatir apa yang akan terjadi pada hari esok. Tugas kita hanya mengerjakan apa yang bisa dikerjakan hari ini dan menyerahkan segala kekhawatiran hari esok kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, saudara-saudara yang membaca blog ini. Janganlah Anda khawatir tentang apapun juga, karena Tuhan akan menyediakan jawaban dan berkatNya tepat pada saatnya. Meski saya tidak tahu jawaban akhirnya tentang hidup saya di lab ini, tetapi saya yakin bahwa Tuhan akan senantiasa memberikan berkat yang baru setiap hari agar saya dapat menjalani keseharian hidup ini dengan sukacita. Begitu pula dengan Anda. So... fighting !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-5398460106497607162?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/5398460106497607162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=5398460106497607162' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5398460106497607162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5398460106497607162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/07/daya-tahan.html' title='Daya tahan'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-3660194888636057329</id><published>2008-07-23T18:30:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:51:00.518-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengharapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketekunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Setiap orang memiliki kemampuan</title><content type='html'>Minggu lalu saya diajak nonton film "WANTED" yang dibintangi oleh aktris cantik Angelina Jolie. Debutnya dalam film laga selalu membuat orang merasa bahwa film itu penuh dengan action-action menarik dari tokoh ini. Tetapi, aktris ini tidak menjadi tokoh utama dalam film ini. Dia menjadi tokoh yang mendampingi tokoh utama dalam masa-masa pendidikan tokoh utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, saya melihat bahwa film ini seperti film2 manusia super lainnya (kebetulan baru nonton "Hancock", sehingga pikiran manusia super itu selalu muncul). Dengan sebuah bekal kemampuan yang sangat detail, ternyata tokoh utama (Wesley Gibson yg dibintangi oleh James McAvoy) baru menyadari kemampuannya. Dia mewarisi sebuah kemampuan yang luar biasa dari ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, sebuah perkumpulan membutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan dan semangat untuk menjadi pembunuh. Dan, Wesley berhasil direkrut masuk dalam perkumpulan itu. Dia ditempa oleh para mentor2 yang hebat:&lt;br /&gt;1. Sloan, pemimpin karismatik sekaligus motivator handal&lt;br /&gt;2. Fox, mentor Gibson&lt;br /&gt;3. Gunsmith, mentor penembak&lt;br /&gt;4. Exterminator, mentor petarung&lt;br /&gt;5. Repairman, mentor pemulihan diri&lt;br /&gt;6. Butcher, mentor permainan pisau&lt;br /&gt;7. Pekwarsky, mentor pembunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wesley Gibson dibentuk di lingkungan yang merupakan para ahli dalam pembunuhan. Karena dia ditraining dan dibentuk setiap hari, alhasil jadilah dia seperti yang diharapkan. Dengan diberi informasi sejarah ayahnya, timbullah semangat dia untuk bisa menjadi seperti ayahnya. Dan, muncullah seorang pembunuh baru dalam perkumpulan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disadari, ternyata kemampuannya meningkat pesat. Berbagai training dilalui dan dia menjadi orang nomer 1 di perkumpulan itu. Semua orang melihat karena dia memiliki darah dari ayahnya yang juga pembunuh. Sehingga mereka melihat, kemampuan Wesley adalah karena ada keturunan dari ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, saya melihat dari sisi yang berbeda. Kemampuan dia memang ada yang diwarisi dari ayahnya. Tetapi, 90% dari apa yang dia miliki adalah dari pengasahan dirinya di perkumpulan itu. Dia berusaha bangkit setelah disadarkan bahwa dia memiliki kemampuan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula diri kita. Kita seringkali tidak menyadari kemampuan kita. Karena kita tidak menyadari kemampuan kita, maka kita menjadi orang yang biasa-biasa saja, hidup seperti biasanya. Padahal, apabila ada orang yang menunjukkan kemampuan kita.. atau kita menemukan kemampuan kita sendiri, maka kita bisa mengasah kemampuan kita menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Wesley yang awalnya adalah seorang akuntan, akhirnya bisa menjadi pembunuh karena disadarkan akan kemampuannya dan dididik oleh para mentor handal yang sudah berpengalaman di bidangnya. Begitulah hidup kita. Kita bisa maju dan berkembang, ketika kita sadar kemampuan kita dan berguru pada orang-orang yang ahli dalam bidang sesuai dengan kemampuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyerah. Setiap orang memiliki kemampuan yang luar biasa. Selanjutnya, tinggal bagaimana kita menemukan kemampuan kita, mengasah kemampuan kita hingga suatu saat nanti kita bisa menjadi "super hero" seperti yang kita impikan. "super hero" bukan seperti superman, batman, dll. Tetapi "super hero" dalam artian sebagai alat Tuhan di dunia ini, untuk menjadikan hidup ini semakin berarti karena Tuhan sudah menciptakan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-3660194888636057329?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/3660194888636057329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=3660194888636057329' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3660194888636057329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3660194888636057329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/07/setiap-orang-memiliki-kemampuan.html' title='Setiap orang memiliki kemampuan'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-1046317053878782260</id><published>2008-07-17T19:41:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:51:33.483-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Waktu'/><title type='text'>Hilangnya sebuah kesempatan</title><content type='html'>Siapa yang tidak ingin menjadi terkenal ? Siapa yang tidak ingin meraih sukses dalam sekejap ? Semua orang tentunya berharap bisa menjadi sukses ataupun terkenal dalam sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak acara international yang mendulang sukses negara yang menjadi penyelenggara. Ambillah contoh 2 event international besar, Olimpiade dan Piala Dunia. Ketika acara international ini diselenggarakan di sebuah negara, negara yang bersangkutan akan mendulang sukses luar biasa. Sukses yang dimaksud adalah pendapatan (devisa) yang melimpah dalam sekejap, negara dan kota2nya menjadi terkenal dalam sekejap, dan implikasinya cukup signifikan bagi perkembangan industri pariwisata di masa mendatang setelah acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korea Selatan, setelah sukses menyelenggarakan Olimpiade musim panas pada tahun 1988, berkembang menjadi sebuah negara yang memiliki laju perekonomian yang bombastis. Hal itu ditunjukkan dengan kemampuan Korea Selatan menjadi negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang tercepat sedunia (menurut OECD) semenjak berakhirnya perang dunia kedua dan pulih dari krisis ekonomi tercepat, yang dimana hal tersebut akibat tidak langsung dari kesuksesan penyelenggaraan olimpiade. Ini adalah sebuah contoh kesuksesan karena penyelenggaraan Olimpiade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara internasional akan menentukan tempat berlangsung kegiatan besar tersebut hingga 2 periode yang akan datang. Artinya, ketika Olimpiade 2008 berjalan, maka panitia telah menetapkan tempat Olimpiade 2012 dan alternatif tempat Olimpiade 2016. Hal ini tidak lain untuk membuat negara yang bersangkutan memiliki waktu untuk bersiap diri menyelenggarakan event international tersebut dengan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hari ini saya membaca Kompas, yang mengatakan bahwa Stadion &lt;em&gt;Peter Mokaba&lt;/em&gt;, tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan masih belum selesai dalam pembangunannya. Tentunya, banyak pihak yang menyayangkan kesempatan yang sangat langka ini... menjadi sebuah host acara international yang telah diperjuangkan dengan susah payah oleh pemerintah dan masyarakat setempat, tetapi akhirnya panitia harus mengganti tempat dengan alasan bahwa persiapan yang belum selesai. Dan, panitia telah mencanangkan untuk memindahkan acara Piala Dunia 2010 di Brasil, apabila pada saatnya Afrika Selatan masih belum bisa menyelesaikan stadion tersebut tepat pada waktunya. Otomatis, Brasil yang telah terpilih sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2014 sangat bergembira, karena apabila Afrika Selatan benar2 tidak siap, maka penyelenggaraan Piala Dunia akan berturut2 diadakan di Brasil. Dan, untung sekaligus sukses besar telah menanti di Brasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita juga mengalami hal yang sama. Sukses besar telah menanti. Hal besar sudah di depan mata. Tetapi, kemampuan kita masih belum mencukupi. Ada hal2 diri sendiri yang belum dibereskan, dan banyak problematika yang belum bisa diatasi. Sehingga, kesempatan besar yang seharusnya jatuh ke tangan kita.. akhirnya harus dilimpahkan ke orang lain karena kesalahan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bersiaplah sedini mungkin. Kesempatan besar tidak akan datang kedua kali. Dan, ketika kita dipercaya sebuah kesempatan yang besar, janganlah menyia-nyiakan kesempatan itu. Lakukanlah apapun juga untuk membuat kesempatan itu menjadi sebuah kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sukses.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-1046317053878782260?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/1046317053878782260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=1046317053878782260' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1046317053878782260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1046317053878782260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/07/hilangnya-sebuah-kesempatan.html' title='Hilangnya sebuah kesempatan'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2105632557475291965</id><published>2008-07-17T02:54:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:52:07.867-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengharapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketekunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Lari secepat mungkin</title><content type='html'>Pernahkah Anda ikut lomba berlari ? Kalau Anda bukan seorang pelari yang ingin mencapai kemenangan dan mendapat hadiah, sepertinya Anda tidak akan terlalu menggebu-gebu dengan sekuat tenaga untuk memenangkan lomba lari. Kalau Anda adalah seorang pelari professional dan mengikuti kejuaraan nasional atau bahkan internasional, maka Anda akan berusaha sekuat tenaga, berlatih tiap hari agar dapat mengikuti lomba lari dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, bagaimana apabila Anda bukan seorang pelari professional, tetapi Anda harus mengikuti kejuaraan lari ? Apakah ada cara yang efektif untuk bisa berlari dengan secepat mungkin dan punya motivasi untuk menang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://uk.youtube.com/watch?v=EiTLPw2t6pk"&gt;http://uk.youtube.com/watch?v=EiTLPw2t6pk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya melihat video ini, saya membayangkan bahwa saya yang adalah pelarinya. Tentu saja saya akan berlari kencang agar tidak kena batu es yang meluncur di belakang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula kehidupan ini. Seringkali kita merasa bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu karena kita tidak ahli di sana. Tetapi, ketika sebuah masalah besar siap menghajar kita, maka mau tidak mau kita akan berusaha untuk melakukan sesuatu agar terhindar dari masalah itu. Sama seperti apa yang kita lihat di video tersebut. Bukannya tidak mungkin hal itu bisa terjadi pada kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, marilah kita berusaha melakukan segala sesuatu dengan semaksimal mungkin, bukan karena ada masalah yang siap menghajar kita, tetapi karena kita tahu bahwa kita ditempatkan disana untuk melakukan pekerjaan baik yang sudah ditetapkan bagi diri kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2105632557475291965?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2105632557475291965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2105632557475291965' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2105632557475291965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2105632557475291965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/07/lari-secepat-mungkin.html' title='Lari secepat mungkin'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-4117594705143742586</id><published>2008-07-07T19:09:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:52:35.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengharapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketekunan'/><title type='text'>Who could help me ?</title><content type='html'>Seringkali dalam kehidupan ini, kita selalu merasakan bahwa kita merasa sendirian, kita tidak memiliki teman, kita tidak memiliki rekan yang bisa membantu permasalahan atau problem kita, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa minggu ini, saya selalu berusaha untuk bisa memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan bantuan saya. Saya sadar bahwa Tuhan telah memberikan saya banyak talenta untuk bisa dibagikan kepada orang lain. Tetapi, ketika permasalahan datang ke saya, saya merasa sendirian dan sepertinya beban begitu berat yang menimpa ke saya. Dan, sepertinya tidak ada orang lain yang bisa saya mintain bantuan, karena hal yang menimpa saya sangat spesifik dan hanya saya saja yang mengerti untuk menyelesaikan problem tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa jadi orang yang perlu dikasihani di dunia ini. Saya merasa capek sekali, tetapi tidak ada orang yang peduli. Dan, kemudian saya mengambil waktu hening sejenak sambil berpikir, apakah benar pemikiran yang aneh ini. Dan, saya menemukan bahwa saya tidak lagi sendiri karena ada sebuah bisikan dari hati kecil saya yang mengatakan "Kamu tidak sendirian anakKu. Masih ada yang memperhatikan kamu ketika kamu merasa sendirian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur bahwa Tuhan masih tinggal di dalam hati saya dan mengingatkan bahwa Dia masih hadir dalam hidup saya dan selalu menopang ketika saya membutuhkan topangan. Ketika tidak ada orang lain yang mampu menolong Anda, ingatlah bahwa Tuhan senantiasa ada untuk menolong Anda di setiap lini kehidupan Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-4117594705143742586?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/4117594705143742586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=4117594705143742586' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4117594705143742586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4117594705143742586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/07/who-could-help-me.html' title='Who could help me ?'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-3818164930618385058</id><published>2008-07-04T20:10:00.001-07:00</published><updated>2008-11-10T23:52:51.766-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Perubahan membutuhkan usaha</title><content type='html'>Sebuah perubahan bukan hanya berbicara visi, tetapi membutuhkan usaha yang sangat besar. Setelah "dihajar" dengan demonstrasi warga selama 2 bulan lebih tentang isu impor sapi gila dari Amerika Serikat, Presiden Korea Selatan akhirnya juga tidak bisa bernegosiasi dengan Washington untuk meloloskan keinginan warganya. Dan, perubahan yang dilakukan hanyalah sebatas pengaturan aturan karantina daging sapi yang bermasalah dan sistem pemeriksaan yang diperketat seputar isu sapi gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protes keras tetap menghantui beberapa kota besar, meski Presiden dan kabinetnya menjamin keamanan daging sapi yang akan masuk ke Korea Selatan. Alhasil, para pelaku industri makanan (restoran dan supplier) semua menempelkan label "Daging sapi impor dari Australia" untuk mengurangi kekhawatiran penurunan penjualan dari industrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat perilaku konsumen, para ahli tidak tinggal diam dengan keadaan yang semakin tidak menentu. Para ahli pemasaran bertindak cerdik dengan memberikan diskon tunda, yang membuat para konsumen berharap akan mendapatkan daging sapi impor Amerika yang harganya jauh lebih murah hingga 60% dari harga daging sapi Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan volume penjualan yang dialami toko daging di Seoul pun terjadi. Toko daging ini tidak pernah memperkirakan bahwa dagingnya akan terjual sedemikian larisnya. Dalam sehari buka, setelah tokonya tutup beberapa hari dan memberi penawaran "big sale" untuk daging sapi Amerika pada saat akan buka lagi, toko ini mendapatkan pendapatan 1.5 juta won (atau setara 15 juta rupiah) untuk penjualan daging sapi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski orang masih dihantui perasaan cemas adanya penyakit sapi gila, tetapi perilaku konsumen membeli produk dengan harga murah dan jaminan kesehatan yang dipastikan oleh pemerintah tetap memegang dominan dalam ekonomi. Sepertinya, kita akan melihat perubahan masyarakat Korea secara perlahan. Mereka akan bisa menerima daging sapi impor dari Amerika pada suatu hari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan tentunya membutuhkan usaha dan pengorbanan. Pengorbanan materi bahkan pengorbanan harga diri seorang presiden turut ambil bagian dari masalah daging impor ini. Semoga semua pengorbanan ini membawa ke arah yang lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-3818164930618385058?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/3818164930618385058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=3818164930618385058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3818164930618385058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3818164930618385058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/07/perubahan-membutuhkan-usaha.html' title='Perubahan membutuhkan usaha'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-3786075735787523132</id><published>2008-07-03T23:24:00.001-07:00</published><updated>2008-11-10T23:53:13.251-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Waktu'/><title type='text'>Overload = Jenuh ?</title><content type='html'>Apakah saudara pernah mengalami overload ? Pekerjaan menumpuk, tugas bertambah, proyek belum selesai, urusan keluarga semakin kompleks, dan sepertinya tidak ada waktu luang untuk bernafas dari rutinitas kita sehari2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang mengalaminya. Setelah 1 semester berlalu, saya merasa benar2 overload. Setiap hari selalu berpikir permasalahan serupa dan tidak menemukan titik terang dari permasalahan tersebut. Dan, ketika kita telah overload, kejenuhan itu akhirnya muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan sebuah komputer, ketika overload terjadi, komputer kita akan "hang" dan kita harus merestart. Begitu pula manusia. Terkadang kita perlu me-refresh diri kita dengan sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang membuat kita merasa segar, seperti ketika sebuah komputer di-restart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meluangkan waktu bagi keluarga, meluangkan waktu bagi hobby kita, beristirahat, pergi ke taman, bercengkerama dengan teman adalah sekian alternatif dari banyak kegiatan lainnya yang memungkinkan kita untuk refresh. Tetapi, janganlah lupa untuk selalu mendekatkan diri kepada Pencipta kita sebagai sumber kehidupan kita, yang akan memulihkan kejenuhan hidup kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-3786075735787523132?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/3786075735787523132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=3786075735787523132' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3786075735787523132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3786075735787523132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/07/overload-jenuh.html' title='Overload = Jenuh ?'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-8356295803607994818</id><published>2008-06-24T00:55:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:53:45.709-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Perubahan = resiko</title><content type='html'>Improvement &amp;amp; Revolution mengandung makna yang sama dalam kamus perubahan. Namun, kata improvement lebih menekankan bagaimana sebuah perubahan itu naik secara perlahan-lahan menuju sebuah tingkatan. Sedangkan revolution mengarah pada sebuah perubahan yang meloncat dari suatu titik ke titik yang jauh lebih tinggi atau bahkan jauh lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mobil, akan memiliki akselerasi yang lebih bagus ketika telah dipakai lebih dari 5.000 km. Ketika kita merawat dengan baik, maka mobil tersebut akan tetap memiliki kemampuan bergerak sesuai yang diharapkan. Tetapi, di lain sisi, mobil tersebut mengalami penurunan kualitas, karena aus, gesekan, pengikisan, dsb. Untuk menjaga agar mobil dapat dipakai lebih lama, maka perawatan intensif sangat dibutuhkan. Atau, perlu pemberian nutrisi bahkan hingga penggantian spare part untuk menjaga kualitas pergerakan mobil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana caranya merawat mobil dengan intensif ? Bagaimana menentukan pelumasnya ? Bagaimana menentukan spare-part yang tepat ?&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan akselerasi kendaraan, maka kita perlu merubah pelumas yang biasa kita pakai dengan pelumas yang lain. Untuk meningkatkan kualitas kendaraan, kita perlu mengganti spare part yang ada dengan spare part baru. Artinya, kita perlu menyiapkan perubahan terhadap mobil kita untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan halnya diri kita. Ketika kita sudah capek, sudah kelelahan, sudah tidak bisa menentukan arah hidup kita lagi, kita perlu memperbarui "pelumas" kita, atau mungkin kita perlu mengganti "spare-part" diri kita. Apa pelumas dan spare-part dari diri kita ? Tidak lain adalah input yang masuk dalam mulut dan pikiran kita. Apa yang masuk sebagai makanan dan apa yang masuk sebagai ilmu akan memperbaharui diri kita lebih baik di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, pembaharuan itu akan mengandung resiko yang tidak bisa dipastikan. Biasanya makan burger, sekarang jadi makan nasi. Biasanya selalu belajar marketing, sekarang belajar manajemen operasi. Nah, hal ini yang bisa menambah kualitas kita, namun mengandung resiko yang tidak bisa dihitung hasilnya di kemudian hari. Apakah akan berbeda hasilnya ketika kita makan burger sebelumnya, dan sekarang harus makan nasi? Apakah berbeda kalau dulu jurusan saya sebelumnya adalah marketing, dan saat ini harus mengambil manajemen operasi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan = resiko. Artinya, kemampuan kita untuk melihat apa yang harus kita rubah, akan menentukan masa depan kita. Semakin tinggi resiko yang kita ambil, maka revolusi akan bisa terjadi. Tetapi, semakin kecil resiko yang kita ambil, maka improvement'lah yang akan terjadi. Janganlah sembarangan berubah. Karena, kita sebagai manusia selalu menyesal terlambat. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-8356295803607994818?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/8356295803607994818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=8356295803607994818' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/8356295803607994818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/8356295803607994818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/06/perubahan-resiko.html' title='Perubahan = resiko'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-4971992299342833345</id><published>2008-06-19T19:49:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:54:26.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketaatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Ketaatan = Kejujuran</title><content type='html'>Harian Kompas online, 20 Juni 2008, meliput tentang kerendahan tingkat kepatuhan para pejabat kejaksaan. ("Laporan Kekayaan : Kepatuhan Pejabat Kejaksaan Rendah"). Hal ini terlihat dari rutinitas pelaporan harta kekayaan kepada KPK yang masih rendah. Dan, tingkat kepatuhan tersebut dinilai kurang dari 70%. Padahal, pelaporan ini dibutuhkan sebagai salah satu cara mencegah praktik korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/20/00203492/kepatuhan.pejabat.kejaksaan.rendah"&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/20/00203492/kepatuhan.pejabat.kejaksaan.rendah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan busuk dari kepala. Tentu kita sering mendengar kata-kata ini. Berita ini juga memberi sekelumit eses negatif kepada masyarakat, dan sekali lagi masyarakat kurang percaya pada pemimpin karena kualitas kepatuhan yang dipertanyakan. Toh, tidak ada ruginya melaporkan kekayaan yang memang didapatkan secara halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tingkat kepatuhan tidak dapat meningkat dari angka tersebut, maka sepertinya kejujuran para pejabat pun juga perlu diragukan. Dan, hal ini menjadi sebuah PR yang berat bagi kita semua sebagai masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kita bukan pejabat, bukan pemimpin besar, bukan orang terkenal, tetapi kita masih bisa berbuat sesuatu yang benar. Perubahan dalam diri kita akan memberi dampak bagi sekeliling kita. Apabila ada orang lain yang berbuat tidak benar, kita tidak perlu meniru untuk menjadi mereka. Ada baiknya, kita sebagai pribadi yang percaya pada Tuhan, tetap memegang teguh bahwa sebuah kepatuhan yang benar akan menghasilkan kejujuran di masa datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-4971992299342833345?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/4971992299342833345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=4971992299342833345' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4971992299342833345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4971992299342833345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/06/ketaatan-kejujuran.html' title='Ketaatan = Kejujuran'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-1951405107578178109</id><published>2008-06-16T05:12:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:54:46.282-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Gado-gado pake wortel - berbeda itu wajar</title><content type='html'>Apakah anda pernah melihat masakan Gado-gado mengandung wortel di dalamnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ketawa geli ketika ada seorang teman yang sedang makan gado-gado, kemudian dia berkata seraya bertanya kepada si koki "Gado-gado'nya mantap banget. Cuma sayang, ga ada wortelnya." Beberapa orang yang mendengar, termasuk saya, tertawa mengejek teman kami yang mengatakan bahwa gado-gadonya tidak mengandung wortel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami tertawa-tawa, ternyata ada beberapa teman lain yang nyeplos "Lo, gado-gado di Jogja dan Solo itu pakai wortel juga". Dan, beberapa teman yang asal Jogja dan Solo juga membenarkan pernyataan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, dalam kehidupan kita, kita akan menertawakan hal-hal yang berbeda dari apa yang biasanya. Karena kita telah terbiasa hidup dengan cara A, maka kita akan menertawakan orang yang hidup dengan cara B. Karena kita terbiasa makan dengan cara A, maka kita akan menertawakan orang yang makan dengan cara B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda itu adalah hal yang wajar. Apabila kita menemukan sisi yang berbeda dari rekan kita, sudah selayaknya kita mencari tahu lebih dalam lagi sebelum kita menghakimi dengan menertawakannya. Tetapi, manusia seringkali terlebih dahulu menertawakan daripada mencari tahu terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gado-gado pakai wortel tersedia juga di Indonesia. Jadi, jangan menertawakan orang lain sebelum kita mengetahui kebenarannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-1951405107578178109?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/1951405107578178109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=1951405107578178109' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1951405107578178109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1951405107578178109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/06/gado-gado-pake-wortel-berbeda-itu-wajar.html' title='Gado-gado pake wortel - berbeda itu wajar'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2997738219104941097</id><published>2008-06-12T03:50:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:55:36.790-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Tidak membantu = membantu ?</title><content type='html'>Hari ini saya terpojokkan dengan sebuah situasi yang sangat tidak menyenangkan. Saya dianggap sebagai orang jahat, karena tidak mau membantu teman saya dalam mengerjakan thesisnya pada saat-saat menjelang sidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah definisi membantu yang dia pikirkan. (maklum, beda kebudayaan menyebabkan beda persepsi). Tetapi, reaksi dia hari ini menunjukkan sikap yang sungguh tidak menyenangkan dan menyalahkan saya sebagai akibat kegagalannya dalam ujian sidang thesis hari ini. Setiap kali bertemu dengan saya, perkataannya hanya satu. "I have a big problem".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali bertanya kepada diri saya sendiri. Apakah saya bersalah dalam hal ini? Apakah saya harus bertanggung jawab atas kegagalannya ? Sebenarnya, ide yang dia kembangkan saat ini adalah ide yang telah saya kembangkan. Karena dia tidak pernah terlibat dalam diskusi pembahasan topik tersebut, akhirnya saya sendiri yang mengerti segala sesuatunya tentang topik tersebut. Pada beberapa waktu ini, saya juga disibukkan dengan berbagai tugas yang diberikan ke saya oleh beberapa professor sekaligus (bukan hanya 1, tetapi beberapa professor). Dan, saya merasa bahwa saya perlu konsentrasi terhadap tugas saya, sehingga saya membiarkan dia untuk mengerti dengan usahanya sendiri agar bisa lulus dari sidang thesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merenung cukup lama, meski saya tidak bermaksud demikian, tetapi saya dapat mengasumsikan bahwa saya telah membantu dia dengan tidak memberikan bantuan. Apa maksudnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya berpikir positif, artinya saya memberi kesempatan bagi dia untuk belajar mandiri. Dengan tidak membantu dia saat ini, artinya saya membantu dia untuk berusaha sendiri dengan usaha dan kemampuannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ini, tidak selamanya kita bisa hadir untuk membantu orang lain. Ada saatnya kita perlu untuk berkata "tidak". Segala sesuatu itu ada saatnya. Sama seperti berkat yang diberikan Tuhan kepada kita. Tidak selamanya berkat itu datang pada saat yang kita menginginkannya, tetapi berkat itu datang pada saat kita membutuhkannya. Dan, berkat itu tidak selamanya seperti yang kita minta, tetapi berkat itu akan datang seperti yang kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur bahwa saya masih bisa membagi berkat di tengah kegalauan saya saat ini. Dan, biarlah pengalaman ini bisa menjadi sebuah cerita positif bagi setiap anda, yang pada saat ini juga mengalami hal yang sama dengan saya; dibenci, dimusuhi, dikucilkan karena tidak memberi bantuan seperti yang diinginkan orang lain. Tidak selamanya perihal memberi bantuan = membantu orang lain. Tidak membantu orang lain, itu juga membantu orang lain tersebut menjadi lebih dewasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2997738219104941097?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2997738219104941097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2997738219104941097' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2997738219104941097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2997738219104941097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/06/tidak-membantu-membantu.html' title='Tidak membantu = membantu ?'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-4550819816034805448</id><published>2008-06-10T06:15:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:59:27.436-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Perubahan besar dan perubahan kecil</title><content type='html'>Manusia selalu berusaha untuk meraih sesuatu dengan instan, dengan cepat, tanpa biaya, langsung tanpa harus menunggu, dan lain sebagainya. Intinya, perubahan yang cepat, baik dan menguntungkan... itulah yang selalu diharapkan setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya: Siapa yang tidak ingin kaya mendadak ? Siapa yang tidak ingin sukses mendadak ? Siapa yang tidak ingin pintar mendadak ? Sepertinya, pertanyaan ini adalah sebuah pertanyaan yang akan dijawab "YA, saya mau" oleh kebanyakan orang. Tetapi, kita lupa bahwa dibalik sebuah perubahan, ada makna yang tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia lupa dengan apa yang dinamakan "proses". Proses dibutuhkan agar hasil perubahan yang terjadi tidak berlangsung sejenak, tetapi kekal. Proses dibutuhkan agar kenikmatan hasil dari perubahan dapat dirasakan selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun lalu, saya selalu berusaha membaca journal dengan cepat. 1 hari target membaca sebuah journal ataupun conference paper untuk kemajuan penelitian saya. Setiap hari saya selalu tekun membaca topik2 yang berkaitan dengan penelitian saya. Saya selalu berharap, minggu depannya saya bisa menemukan sebuah topik baru untuk saya tulis sebagai hasil penelitian. Begitu pula minggu depannya, saya selalu berharap ada hasil penelitian dari apa yang telah saya baca. Saya berharap ada perubahan besar yang terjadi dengan membaca sebuah atau 2 buah journal. Tetapi, apa yang saya hasilkan ? Selama 1 tahun (lebih dari 20 hasil penelitian), saya cuma belajar hal dasar yang telah dikembangkan selama 1 dekade terakhir. Saya hanya BELAJAR, tanpa hasil apapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, saya kecewa dengan keadaan saya. Saya kok cuma bisa belajar, saya kok cuma bisa membaca journal tanpa implementasi dari apa yang saya pelajari. Ternyata, apa yang saya pikirkan semuanya akhirnya berbeda. Saya mendapat sebuah hikmat baru dari apa yang telah saya pelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 orang teman saya sedang mengerjakan thesis untuk kelulusan mereka. Dalam satu minggu ini, mereka sering ke tempat saya untuk menanyakan topik yang sedang mereka kerjakan. Ternyata, professor menghendaki semua orang di lab melakukan penelitian sesuai topik yang saya pelajari. Dan, hanya saya yang mendalami ilmu tersebut. Sehingga, semua orang - mau tidak mau - harus bertanya kepada saya untuk mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru merasakan bahwa apa yang saya pelajari selama 1 tahun sedang berbuah saat ini. Saya selalu merasa bahwa apa yang telah saya pelajari masih belum berguna. Ternyata, dalam minggu2 ini saya semakin mendapat ide untuk implementasi, dikarenakan ide-ide dari paper-paper hasil penelitian yang saya baca akhirnya diterapkan di thesis 2 teman saya tersebut. Ilmu saya semakin terasah dan saya menemukan jalan kembali untuk implementasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda pernah mengeluh seperti saya ? Apakah anda pernah mengalami sebuah proses panjang, dimana saudara tidak merasakan bahwa hidup Anda sedang berbuah ? Buahnya tidak bisa diprediksi, kapan akan dimakan, kapan akan dirasakan. Tetapi, ketika kita setia dalam hal yang diserahkan kepada kita.. ketika kita setia dalam perubahan kecil, maka sebuah hasil dari perubahan itu akan menanti kita di kemudian hari. Dan, perubahan kecil justru hasilnya lebih dahsyat daripada sebuah perubahan besar. Apakah anda percaya hal ini ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-4550819816034805448?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/4550819816034805448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=4550819816034805448' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4550819816034805448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4550819816034805448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/06/perubahan-besar-dan-perubahan-kecil.html' title='Perubahan besar dan perubahan kecil'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2487375831564827926</id><published>2008-06-09T02:55:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:59:47.153-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Berubah - awalnya nggak enak tapi akhirnya bisa jadi enak</title><content type='html'>Pernahkah kita merasa bahwa melakukan sesuatu hal yang baru adalah sesuatu yang tidak menyenangkan ? Pernahkah kita berusaha menghindar untuk melakukan sesuatu hal yang tidak biasa kita lakukan, karena hal tersebut masih baru ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir satu tahun saya menggunakan kertas A4 dengan berat 80 gram. Di lab saya, mau print apa aja .. silakan. Pakailah kertas sebanyak yang kamu mau untuk kepentingan research. Tiba2, harga barang2 di Korea meningkat seiring dengan pengaruh kenaikan harga minyak dunia. Begitu pula harga kertas. Dan, hal ini mengakibatkan adanya efisiensi di beberapa sektor, seperti penghematan kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, bukan jumlah kertas'nya yang dihemat, tetapi ukuran kertasnya yang disesuaikan. Saat ini, lab kami menggunakan kertas A4 dengan berat 75 gram. Sepertinya sih tidak jauh beda. Tetapi, pada saat awal perubahan, terasa sekali bahwa kertas 75 gram itu sangat tipis, karena bisa terlihat tembus pandang ke belakang (karena sinar di lab saya terang sekali). Pada hari yang sama, saya mencari tumpukkan kertas ukuran 80gram yang tersisa di gudang, tapi ternyata tidak ada sisa lagi. Semua telah tergantikan dengan kertas 75 gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah hari2 saya dengan menggunakan kertas A4 - 75 gram, yang serasa tipis sekali - dibandingkan kertas 80 gram. Saya merasa tidak nyaman dengan kertas ukuran baru ini. Tetapi, tidak ada pilihan lain. Begitulah saya menggunakan kertas ini selama kurang lebih 2 bulan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, hingga saat ini, saya sudah tidak merasakan tipisnya kertas itu. Saya justru berpikir bahwa kertas ini seperti kertas A4 80 gram. Tidak berbeda jauh dengan yg 80 gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita melihat sebuah perubahan dengan membandingkan yang dulu dengan yang baru. Dan, seringkali kita melihat bahwa kondisi yang dulu itu menyenangkan dan enak, sehingga hal itu membuat kita mengeluh dengan kondisi yang baru. Marilah kita belajar bersyukur dengan apa yang kita dapatkan. Perubahan belum tentu menghasilkan sesuatu yang buruk. Dengan berjalannya waktu, perubahan akan menjadi sebuah kebiasaan yang akhirnya dapat kita nikmati sebagai sebuah berkat Tuhan yang unik dari kehidupan kita sebelumnya. Sudahkah kita bersyukur atas perubahan yang telah kita alami dalam hidup ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2487375831564827926?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2487375831564827926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2487375831564827926' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2487375831564827926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2487375831564827926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/06/berubah-awalnya-nggak-enak-tapi.html' title='Berubah - awalnya nggak enak tapi akhirnya bisa jadi enak'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-8863358732094489357</id><published>2008-06-05T03:57:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T08:29:10.155-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreativitas'/><title type='text'>The best slide design ???</title><content type='html'>Ketika melihat presentasi2 dari mahasiswa maupun dosen Korea, saya cukup tercengang dengan gambar dan desain yang ditampilkan. Mereka cukup rajin dan berusaha membuat tampilan semenarik mungkin. Isi bisa sama dengan pemikiran kita, tetapi desain dan tampilan berbeda. Dan, tampilan yang mereka buat benar2 membuat orang terkesima dan terkagum2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh design presentasi yang dibuat teman lab saya adalah seperti gambar berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6g9LhnDmnSw/SEfHN2eXxCI/AAAAAAAAABk/APZCorMrYYc/s1600-h/page.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208350534852396066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_6g9LhnDmnSw/SEfHN2eXxCI/AAAAAAAAABk/APZCorMrYYc/s320/page.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang yang melihat desain ini berdecak kagum seraya iri dan bertanya.. bagaimana mereka mempersiapkan desain seperti itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah sekali untuk menyiapkan slide presentasi seperti gambar di atas. Butuh waktu dan ketelitian pada saat membuatnya. Tetapi, itulah yang diperhatikan oleh orang-orang Korea, khususnya mereka yang menawarkan globalisasi. Kalau tidak percaya, coba cari slide orang Korea yang dipergunakan untuk acara internasional. Mayoritas (tidak semuanya) pasti akan menggunakan konsep desain yang menarik dan memukau serta membuat kita berdecak kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berkaitan juga dengan kepemimpinan. Bukan hanya masalah hati, skill, inner heart yang harus diperhatikan seorang pemimpin. Tetapi, masalah penampilan, out-looking juga menjadi sebuah hal yang perlu menjadi perhatian. Bagaimana kita berpenampilan menarik di depan orang untuk menunjukkan kharisma kepemimpinan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik, bukan berarti harus tampil dengan gaya mewah, menggunakan pakaian berkerah dan dasi serta jas setiap hari. Menarik artinya, rapi, tidak awut-awutan, dan masih sedap dipandang oleh orang lain. Kepemimpinan bukan saja berasal dari dalam diri kita, tetapi juga berasal dari apa yang dilihat orang dari penampilan kita. Slide presentasi orang Korea telah membuktikannya......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-8863358732094489357?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/8863358732094489357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=8863358732094489357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/8863358732094489357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/8863358732094489357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/06/best-slide-design.html' title='The best slide design ???'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6g9LhnDmnSw/SEfHN2eXxCI/AAAAAAAAABk/APZCorMrYYc/s72-c/page.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-4501821420203875629</id><published>2008-06-04T01:29:00.000-07:00</published><updated>2008-11-11T00:00:49.106-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Ada yang maju dan ada yang tidak maju di negara maju</title><content type='html'>Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kelemahan. Ketika kita mengoptimalkan dan mengembangkan kelebihan kita, maka kita akan berhasil. Namun, ketika kita terlena dengan kelemahan kita, maka kita akan semakin terperosok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bangsa maju melihat diri mereka sebagai bangsa yang memiliki kelebihan di tengah kekurangan mereka. Dan, sebagai orang yang melihat negeri tersebut dari luar, maka selalu terlihat kelebihannya daripada kelemahannya. Benarkah demikian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat beberapa kejadian berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://uk.youtube.com/watch?v=fJuNgBkloFE"&gt;http://uk.youtube.com/watch?v=fJuNgBkloFE&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Video ini menggambarkan bagaimana keadaan di sebuah negara maju yang masih memiliki kelemahan (meski tidak semua orang seperti yang diwawancarai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian yang lainnya. Ketika saya bepergian ke Jepang dan akan kembali ke Korea, ada orang Jepang yang bersama-sama dalam satu pesawat. Sepertinya orang ini baru pertama kali naik pesawat. Apa yang terjadi ? Dia menyalakan HP pada saat pesawat tinggal landas. Dan, dia melakukan panggilan telepon pada saat pesawat mengudara. Ternyata, di sebuah negara maju masih ada orang yang 'katrok'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pada waktu di Korea? Ketika saya naik subway, banyak orang Korea yang masih bertanya bagaimana cara naik subway. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap saya orang Korea dan bertanya kepada saya "Bagaimana caranya beli tiket subway? Kalau mau ke tempat A, harus naik line yang mana? dsb. dll. "..... saya bisa kategorikan hal ini sebagai katrok juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal diatas menunjukkan bahwa di tengah kemajuan sebuah bangsa, masih ada orang-orang yang tertinggal. Dan, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara2 di atas termasuk dalam negara maju, namun masih bisa ditemukan beberapa kelemahan di dalamnya. Tetapi, apakah hal itu membuat dunia menyangsikan tentang kemajuan bangsa itu ? Apakah mereka memperhitungkan kelemahan bangsa itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak, bukan ? Negara tersebut masih tetap dianggap maju karena faktor-faktor yang lainnya, seperti perhitungan pertumbuhan ekonomi, perhitungan GDP nasional, dll. Dan, orang-orang yang melakukan perubahan dahsyat adalah orang-orang yang memang berniat untuk maju dan tahu terlebih dahulu daripada orang-orang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti orang-orang yang tidak maju adalah orang-orang yang tetap pada posisinya dan tidak mau maju. Lingkungan sekitar mereka membuat mereka akhirnya maju dengan sendirinya. Dan, sedikit demi sedikit... orang-orang yang tidak maju akan menjadi maju karena lingkungan yang membentuk mereka untuk maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang membentuk lingkungan tersebut ? Tidak lain dan tidak bukan adalah &lt;strong&gt;&lt;u&gt;seorang manusia&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;. Seorang manusia, yang tahu terlebih dahulu, yang belajar lebih dahulu, yang punya pengaruh, yang mengerti ttg kehidupan terlebih dahulu... memberi pengaruh sehingga efek pengetahuan dia menjadi sebuah pengaruh besar bagi negara dan menyebabkan orang-orang lain untuk - mau tidak mau - harus maju atau dikatakan sebagai orang bodoh karena tidak mau maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jangan meremehkan diri anda ketika anda hidup. Kelemahan yang anda miliki saat ini bukan berarti kelemahan yang akan anda miliki di masa depan. Kelemahan itu akan berubah menjadi kekuatan seiring dengan berjalannya waktu dengan menyesuaikan keadaan lingkungan dimana kita tinggal. Kelemahan itu akan berubah menjadi sebuah kekuatan yang mampu mendorong orang lain untuk beranjak dari kelemahan mereka dan menemukan kekuatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang pada contoh di atas adalah orang-orang yang bisa dikatakan 'bodoh'. Tetapi, karena pengaruh lingkungan yang mengatakan bahwa negara tersebut sangat pandai dan maju, maka mau tidak mau mereka harus bergerak maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita atasi kelemahan kita. Tidak selamanya kita akan terkungkung oleh kelemahan kita. Memiliki kelemahan adalah hal yang wajar dan tidak perlu sedih berkelanjutan akibat kelemahan kita saat ini. Mari maju bersama-sama. Bersama kita bisa ... (wah, jadi kayak kampanye.. hehehe).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-4501821420203875629?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/4501821420203875629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=4501821420203875629' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4501821420203875629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4501821420203875629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/06/ada-yang-maju-dan-ada-yang-tidak-maju.html' title='Ada yang maju dan ada yang tidak maju di negara maju'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-3431903060962810044</id><published>2008-06-02T00:21:00.000-07:00</published><updated>2008-11-11T00:01:17.999-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Waktu'/><title type='text'>Speed....</title><content type='html'>Hari ini saya mendapat sebuah cerita dari seorang teman (dari Vietnam) yang suka dengan olahraga Sepak bola. Minggu lalu, teman2 dari Vietnam mendapat kesempatan bertanding dengan salah satu tim sepak bola teman2 Korea di sebuah kampus negeri di daerah Busan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata bahwa Korea memang sangat cepat. Memang tidak salah kalau Korea punya kata "pali-pali". Salah satu hal yang membuat dia terkagum-kagum adalah ketika dia mau memperebutkan bola. Dia berada kurang lebih 5 meter dari bola. Dan, seorang lawan berada lebih jauh dari bola (di belakang teman saya). Dia adalah orang yang paling dekat dengan bola pada saat itu. Otomatis, dia akan datang menghampiri bola tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lari untuk mengambil bola tersebut. Tetapi, ketika dia berjarak hampir 1 meter dari bola, tiba-tiba dia telah tersalip oleh orang Korea yang berada di belakangnya. Dan, orang Korea itu berhasil mengambil bola tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ck ck ck..... begitulah decak kagum dia ketika orang Korea tsb berhasil merebut bola. Saya tidak menanyakan hasil terakhirnya, yang pasti pertandingan dimenangkan oleh teman2 Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya mengatakan bahwa kecepatan itulah kunci dari sebuah permainan / olahraga. Kalau orang sudah bisa menguasai kecepatan, selanjutnya orang tersebut tinggal belajar kontrol dari permainan atau olahraga yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan Korea yang begitu mendasar (pali-pali .. yang artinya adalah cepat-cepat) membuat mereka sangat cepat dalam segala bidang. Alhasil, bukan saja dalam hal sepakbola yang dialami teman saya, tetapi juga dalam berbagai aspek seperti pertumbuhan ekonomi tercepat sedunia (OECD record, source: wikipedia.org), pertumbuhan GDP per kapita tercepat sedunia, dan masih banyak prestasi lainnya yang diakui dunia karena faktor kecepatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak selamanya faktor kecepatan itu menentukan pemenang sebuah pertandingan/kompetisi/ atau kontes apapun juga. Tetapi, kecepatan adalah salah satu faktor yang bisa membuat orang lain cukup gentar untuk menghadapi lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga terinspirasi dengan faktor "kecepatan" yang selalu menjadi dasar kebudayaan orang Korea saat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-3431903060962810044?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/3431903060962810044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=3431903060962810044' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3431903060962810044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3431903060962810044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/06/speed.html' title='Speed....'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-6084642415003380594</id><published>2008-05-29T23:00:00.000-07:00</published><updated>2008-11-11T00:02:36.524-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Komunikasi menunjukkan kepribadian</title><content type='html'>Ada sebuah konferensi internasional yang diadakan di kampus saya, dimana saya sebagai anggota panitia bagian umum. Di akhir sesi konferensi akan diadakan kunjungan ke Hyundai Motor Company, pabrik mobil terbesar di Korea Selatan, khusus bagi peserta konferensi. Saya ingin sekali bisa bergabung di acara kunjungan tersebut. Oleh karena itu, saya bertanya ke teman-teman Korea lainnya. Dan, mereka mengajukan 2 nama orang yang bertanggungjawab acara secara keseluruhan. Katakanlah si A dan si B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya bertanya kepada si A, kira-kira beginilah diskusinya :&lt;br /&gt;Saya : Bolehkah saya ikut perkunjungan ke Hyundai Industry ?&lt;br /&gt;A : Tidak boleh.&lt;br /&gt;Saya : wah, memangnya hanya untuk peserta saja ya ?&lt;br /&gt;A : Pokoknya tidak boleh. (seraya pergi meninggalkan saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi bingung dengan jawaban yang sepertinya tidak masuk akal. Kemudian, saya coba bertanya kepada si B, kira-kira beginilah diskusinya :&lt;br /&gt;Saya : Saya akan senang sekali kalau diperbolehkan ikut perkunjungan ke Hyundai Industry.&lt;br /&gt;B : Wah, kebetulan acara itu hanya diperuntukkan bagi peserta yang membayar, bukan para anggota panitia. Tetapi, kalau jumlah peserta terbatas, saya rasa professor akan mengundang mahasiswa asing untuk bergabung ikut dalam perkunjungan tersebut. Tapi, saya tidak bisa memastikannya. Tunggu saja kabar baik berikutnya.&lt;br /&gt;Saya : ooo... kira-kira kapan diputuskan untuk dibuka bagi para panitia ?&lt;br /&gt;B : Wah, saya tidak berani memastikan informasi ini. Tunggu saja informasi dari professor. (sambil tersenyum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda jadi saya, tanggapan mana yang paling menyenangkan dan tidak mengecewakan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pasti akan mengatakan bahwa Si B adalah tipikal orang yang baik, pemimpin yang perlu diteladani, pemimpin yang bisa dianggap bijaksana karena mengemukakan pendapat dengan sebuah alasan yang masuk akal dan dengan cara yang bijaksana pula. Tidak seperti si A, yang main hantam dengan kata "pokoknya" yang tidak jelas juntrungannya dan terlihat seperti tidak bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang akan mendapat banyak simpati dari orang lain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya si B, bukan si A. Dari komunikasi kedua orang itu, kita bisa menilai kepribadian mereka masing-masing. Demikian juga diri kita masing-masing. Cara kita berkomunikasi akan menunjukkan pribadi kita. Dan, kepribadian kita akan menentukan bagaimana kita akan menjadi seorang pemimpin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-6084642415003380594?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/6084642415003380594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=6084642415003380594' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6084642415003380594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6084642415003380594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/05/komunikasi-menunjukkan-kepribadian.html' title='Komunikasi menunjukkan kepribadian'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-1661549327903002184</id><published>2008-05-29T04:12:00.000-07:00</published><updated>2008-11-11T00:03:18.123-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahan Uji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Bermuka Dua</title><content type='html'>Apakah anda pernah mendengar istilah bermuka dua ? Ketika berhadapan dengan si A, dia tampil dengan wajah gembira, penuh keceriaan, tanpa kesedihan. Namun, ketika berhadapan dengan si B, dia tampil dengan wajah cemberut, wajah sedih, tampang tak berdaya dan seraya butuh bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah orang yang bermuka dua. Bisa tampil berbeda di waktu yang sama untuk orang yang berbeda. Capek juga kalau ketemu orang seperti ini. Namun, hidup kita pasti tidak akan terlepas dari tipikal orang-orang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kehidupan sehari-hari di lab saya. Teman saya baru saja menunjukkan tampang sedih, tampang tak berdaya, susah, capek, pokoknya yang jelek2 di hadapan saya.... tiba2 raut mukanya berubah menjadi gembira, penuh senyum, bersemangat ketika datang seorang professor menemui saya. Lain orang harus dihadapi dengan cara berbeda, untuk menunjukkan respek, penghargaan dan justru belas kasihan. hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya, kita bisa tampil segar, ceria, senyum selalu .. tanpa ada tedeng aling-aling, tanpa disertai dengan itikad buruk (cari muka, ataupun berusaha menunjukkan tidak ada masalah) kepada setiap orang yang kita temui, baik itu orang sederajat, orang yang lebih "rendah" dari kita, maupun orang yang lebih "tinggi" dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih harus diwujudkan kepada semua orang tanpa perkecualian, bukan ? Bentuk wajah kita juga mencerminkan kasih kita kepada orang lain. Muka cemberut, sedih, merengut ... tak lain hanya menunjukkan bentuk ingin dikasihani, bukan mengasihi kepada orang lain. Anda setuju dengan hal ini ? Ayo kita berubah.. tampil senyum dan bermuka gembira senantiasa. Bersyukur atas segala rahmat Tuhan akan membuat wajah kita tidak akan nampak sedih karena Tuhan sudah mencukupkan kebutuhan kita kapan pun, dimanapun dan dalam segala keadaan apapun juga. Amen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-1661549327903002184?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/1661549327903002184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=1661549327903002184' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1661549327903002184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/1661549327903002184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/05/bermuka-dua.html' title='Bermuka Dua'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-6906532463837709801</id><published>2008-05-28T05:42:00.000-07:00</published><updated>2008-11-11T00:04:00.706-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghargaan kepada orang lain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter'/><title type='text'>Mengerti untuk dimengerti - Dimengerti untuk mengerti</title><content type='html'>&lt;p&gt;Manakah yang lebih mudah, mengerti untuk dimengerti - atau - dimengerti untuk mengerti ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernahkah kita marah2 kepada orang lain karena kita sudah capek, lelah, banyak pekerjaan ? Pernahkah kita dalam keadaan yang sudah tidak ada tenaga, tidak ada kekuatan, dan kita masih ada pekerjaan yang harus dilakukan bersama orang lain, kemudian kita membentak-bentak atau mengatakan hal-hal yang membuat orang lain tersinggung? Pernahkah kita panik atau emosi di kala deadline menunggu, dan kita putus asa karena ada prioritas pekerjaan lain yang tiba-tiba menganggu kemudian membentak-bentak orang lain sebagai orang bodoh karena tidak bisa membantu pekerjaan kita? Pernahkah kita ingin merasa dikasihani, karena pekerjaan yang menumpuk dan tak pernah selesai yang mengakibatkan kita tidak bisa melakukan pekerjaan lain yang seharusnya juga menjadi bagian kita? Di saat itulah, kita butuh dimengerti. Di kala kita berada di titik tubuh yang paling lemah, ketika kita tidak mampu menahan beban hidup yang berlebihan, ketika kita memaksakan diri kita untuk melakukan semuanya sendirian, di kala kita merasa "super power" untuk mengerjakan semua hal, ada saatnya kita akan butuh dimengerti dengan melakukan hal-hal emosional seperti yang telah disebutkan diatas. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita butuh dimengerti bahwa kita ini sudah capek, bahwa kita sudah tidak punya tenaga untuk bekerja, bahwa kita ini sudah berusaha, bahwa kita ini sudah mati-matian, bahwa kita ini sudah tidak tidur satu minggu, dan berbagai alasan yang lainnya agar orang lain mengerti mengapa kita marah, mengapa kita agak sewot, menunjukkan sikap yang tidak ramah dan yang paling penting adalah mengharapkan orang lain membantu kita melakukan apa yang kita mau akibat kelemahan kita. Apakah Anda pernah melakukan hal ini ? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teman saya, katakanlah si A, melakukan hal seperti ini. Tidak hanya sekali, tetapi berkali2 melakukannya kepada saya. Tidak semua orang pernah melakukan hal ini. Tetapi, ada kalanya seseorang akan mencapai titik kelemahannya sehingga mereka akan berusaha dimengerti untuk bisa mengerti orang lain. Si A minta agar orang lain tahu betapa capeknya dia, betapa susahnya dia agar orang lain mau membantu dia, sedangkan dia selalu mengerjakan pekerjaan yang dia anggap ringan, pekerjaan yang dia suka agar terhindar dari pekerjaan sulit.. dan selalu melimpahkan pekerjaan sulit kepada orang lain dengan berbagai dalih, seperti capek, banyak pekerjaan lain, dll. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana sikap kita terhadap orang yang bertipikal demikian ? "Kasihilah musuhmu". Hukum itu sangat sulit untuk dilakukan bukan ? Dan, orang yang seperti ini, bukan musuh kita, tetapi bisa menimbulkan kejengkelan dalam diri kita akibat sikap dia yang selalu minta dimengerti. Dan, lucunya adalah, dia bukan hanya minta dimengerti, tetapi minta dibantu mengerjakan pekerjaan yang sulit, yang dia tidak bisa lakukan dengan dalih bahwa dia capek, dia banyak pekerjaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah hal yang sangat susah untuk dijelaskan. Dan, sangat susah bagi kita untuk bersikap kepada orang yang selalu minta dimengerti seperti teman saya ini. Apabila kita sebagai rekan kerjanya, tentu saja capek apabila selalu bertemu dengan dia setiap hari dan selalu bersikap demikian di kala deadline menanti keesokan hari. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kasih... itulah yang selalu diajarkan oleh Tuhan. Kasih itu panjang sabar, kasih itu murah hati, kasih itu lemah lembut, dst. Dan, tetaplah mengacu pada kasih yang sejati, kasih dari Tuhan.&lt;br /&gt;Sebagai manusia ciptaan Tuhan, alangkah indahnya apabila kita belajar mengerti terlebih dahulu untuk dimengerti. Ketika kita capai, kita berusaha mengerti orang lain terlebih dahulu agar kita juga bisa dimengerti oleh orang lain. Ketika kita banyak pekerjaan dan mau mendelegasikan tugas kita, kita berusaha mengerti keadaan orang lain terlebih dahulu dan mengkomunikasikan dengan baik - dalam segala kondisi kita (baik dalam keadaan capek, keadaan susah, keadaan tidak enak, dsb.). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hidup akan terasa indah ketika semua orang bisa mengerti untuk dimengerti - bukan dimengerti untuk mengerti. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat menjalani kehidupan anda masing2.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-6906532463837709801?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/6906532463837709801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=6906532463837709801' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6906532463837709801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6906532463837709801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/05/mengerti-untuk-dimengerti-dimengerti.html' title='Mengerti untuk dimengerti - Dimengerti untuk mengerti'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-7977544101544514970</id><published>2008-05-25T19:37:00.000-07:00</published><updated>2008-11-11T00:03:39.076-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghargaan kepada orang lain'/><title type='text'>Terima kasih..</title><content type='html'>Ada orang-orang di dunia ini yang tidak pernah mendapatkan perhatian. Ada orang-orang di dunia ini yang suka memberi perhatian. Namun, pertanyaannya.... mengapa orang-orang yang suka memberi perhatian belum bisa menyentuh orang yang tidak pernah mendapatkan perhatian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan retoris yang susah untuk dijawab. Tetapi, saya adalah sekian orang yang beruntung, yang mendapatkan perhatian dari orang-orang yang belum bisa mendapatkan perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur sekali, di hari ulang tahun saya (beberapa hari yang lalu), saya mendapat banyak ucapan selamat dari rekan-rekan saya selama di Indonesia. Meskipun lokasi yang berjauhan, teknologi telah menjadi jembatan yang bagus untuk komunikasi. Dan, saya bersyukur bahwa masih banyak orang-orang yang memperhatikan hari kelahiran saya, walaupun itu hanya perkara 1-2 menit menuliskan "HAPPY BIRTHDAY" di friendster, atau di yahoo messenger saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan... belum lagi 3 kali perayaan ulang tahun yang dirayakan dalam 2 hari berturut2. Serasa hidup ini begitu indah di tengah teman2 yang penuh perhatian,kasih sayang dan penuh dengan rasa persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk semua persaudaraan dan persahabatan yang telah diberikan hingga saat ini. Terima kasih untuk sebuah perhatian yang memberi rasa haru, secara khusus teman2 GKI Ebenhaezer yang telah memberi banyak kesempatan dan peluang untuk menumbuhkan kehidupan rohani saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi.. terima kasih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-7977544101544514970?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/7977544101544514970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=7977544101544514970' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/7977544101544514970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/7977544101544514970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/05/terima-kasih.html' title='Terima kasih..'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-4228582885760656100</id><published>2008-05-22T21:26:00.001-07:00</published><updated>2008-11-11T00:02:05.630-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghargaan kepada orang lain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Indahnya memberi</title><content type='html'>Helen Keller, seorang yang buta-tuli hingga akhir hidupnya karena sebuah sakit yang dideritanya pada umur 11 bulan, menjadi seorang yang dikenal sebagai orang pertama yang berhasil lulus dari sekolah tingkat perguruan tinggi. Dengan dibimbing oleh Anne Sulivan, seorang guru yang akhirnya mendedikasikan dirinya untuk mendidik Helen Keller dalam keadaan cacat, akhirnya segala jerih payah dan perjuangan Helen Keller untuk mengubah dunia menjadi tidak sia-sia. Banyak organisasi-organisasi sosial yang terinspirasi oleh cerita2 Helen Keller, bagaimana perjuangan dia ketika masih muda untuk menjadi orang yang berjuang di aras politik dengan dasar ideologi sosialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut kutipan perkataan beliau -----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I was appointed on a commission to investigate the conditions of the blind. For the first time I, who had thought blindness a misfortune beyond human control, found that too much of it was traceable to wrong industrial conditions, often caused by the selfishness and greed of employers. And the social evil contributed its share. I found that poverty drove women to a life of shame that ended in blindness.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutaan bukan hanya bisa dilihat secara fisik, tetapi kebutaan juga bisa dilihat dari akibat kelemahan mental seseorang, kepasrahan diri seseorang untuk tidak berjuang dari kelemahannya untuk keluar dari kungkungan "kebutaan"nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah sebuah pernyataan dari Helen Keller ini. Ketika dia masih muda, banyak orang berpikir dia tidak akan bisa hidup lama karena penyakit di masa muda'nya yang mengakibatkan dia buta-tuli. Tetapi, sampai di penghujung hidupnya, dalam umur 88 tahun, dia tetap berkiprah untuk membuka mata dunia tentang arti kehidupan. Bahkan orang Jepang banyak yang tidak melupakan kiprah Keller bagi negara Matahari terbit ini. (kisah lengkapnya dapat dibaca di wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tidak semata2 hanya karena meminta, tetapi juga memberi. Alangkah indahnya apabila kita hidup selalu memberi, tanpa meminta-minta. Helen Keller tidak memiliki apa-apa selain kemampuan untuk bertahan hidup dari keterbatasannya. Kemampuannya inilah yang menjadi inspirasi bagi semua orang yang hidup normal untuk senantiasa berusaha di kala dia susah. Kalau orang yang terbatas secara fisik saja mampu memberi, bagaimana dengan kita yang masih normal dan sehat walafiat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita belajar memberi apa yang kita punyai, apa yang kita bisa berikan kepada orang lain. Bukan hanya perkara materi, tetapi juga hal-hal lain seperti ilmu, waktu, pemikiran, bantuan dan lain sebagainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-4228582885760656100?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/4228582885760656100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=4228582885760656100' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4228582885760656100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4228582885760656100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/05/indahnya-memberi.html' title='Indahnya memberi'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-4752337524537818340</id><published>2008-05-21T18:46:00.000-07:00</published><updated>2008-11-11T00:01:34.066-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Team Work'/><title type='text'>Indahnya Kerjasama</title><content type='html'>Kemarin malam saya menyempatkan diri untuk menonton film Forbidden Kingdom, di tengah kelelahan saya bekerja. Film fiksi ini dibuat dengan cukup menarik, dengan memadukan ragam kebudayaan Asia dan Amerika. Setting lokasi dengan disertai animasi menjadi sebuah pemandangan yang menarik bagi orang yang melihat film ini. Dan yang menggelikan adalah, setting jaman dahulu di negara Tiongkok sudah digambarkan dengan orang-orang yang memiliki keahlian bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mau promosi film ini lebih dalam lagi. Tetapi, ketika saya melihat di akhir bagian film ini, saya terkagum-kagum karena pembuatan film ini melibatkan banyak pihak, mulai dari orang Hongkong sendiri, orang China, orang Amerika, orang Australia, hingga orang Korea. (saya juga melihat banyak sekali film-film yang telah berkolaborasi seperti ini... cuma saya mau mengamati film ini saja deh.. ). Dan, menariknya lagi.... film ini "dilempar" ke berbagai negara, mengalami banyak editing (Digital Technology) sehingga hasil akhirnya dapat memuaskan para penontonnya (telah mengalami rekayasa sedemikian rupa). Kalau biasanya, para ahli yang datang ke negara pembuat film dan membantu editing film, saat ini dengan teknologi yang canggih dan internet yang super cepat membuat para ahli tersebut tinggal menunggu kedatangan file dari negara pembuat film untuk diedit, dan setelah selesai dikirim ulang untuk reproduksi menjadi film siap tonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa susahnya untuk mengolah sebuah film dengan kerjasama dari berbagai negara. Bukan hanya sulit ketika memahami filmnya, tetapi juga berkomunikasi antar negara. Negara asia Timur, seperti Korea, belum banyak yang memahami bahasa Inggris sebagai bahasa International (meski fakta saat ini menunjukkan adanya peningkatan di kalangan publik). Belum lagi, film ini dipadukan antara bahasa Cina dan bahasa Inggris dan berbagai paduan lainnya seperti kostum, musik, setting lokasi yang berbeda, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat poin kerjasama yang luar biasa dalam pembuatan film ini. Dunia telah banyak berkembang, tetapi mereka tidak melihat diri mereka sebagai individu tunggal yang dapat berkembang sendirian. Mereka memilih untuk berkolaborasi, bekerja bersama-sama untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Variasi kebudayaan yang akan menjadi masalah ternyata bisa diatasi oleh berbagai negara yang tergabung dalam pembuatan film ini. (tentunya juga terjadi di film-film lainnya...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia semakin mementingkan kolaborasi. Ketika kolaborasi dan kerjasama dapat berjalan dengan lancar, maka hasil yang didapatkan akan terasa optimal dan bisa memuaskan semua pihak. Alangkah indahnya ketika semua manusia bisa bekerja bersama-sama, bukan saling memusuhi, iri hati perang, saling membunuh, dsb. , untuk mencapai tujuan hidup manusia yang mulia, untuk menciptakan kedamaian manusia di muka bumi ini, untuk menghasilkan kehidupan yang penuh damai sejahtera bagi setiap orang yang hidup di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah bekerja sama. Raihlah hasil yang anda harapkan dari kerjasama tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-4752337524537818340?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/4752337524537818340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=4752337524537818340' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4752337524537818340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4752337524537818340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/05/indahnya-kerjasama.html' title='Indahnya Kerjasama'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-959612393937524055</id><published>2008-05-20T19:13:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:59:13.731-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghargaan kepada orang lain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>Bentuk sebuah perhatian....</title><content type='html'>Hari ini saya dikejutkan dengan sebuah telpon yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Saya mendapat telpon dari Rektor Universitas Kosin, sebuah universitas Kristen dimana istri saya mengambil Master course saat ini. Sudah 1 tahun lebih saya tidak pernah mendapat telpon dari beliau. Telpon pertama kali dari beliau adalah menanyakan tentang keberadaan saya bersama istri di Korea Selatan. Setelah itu, beliau tidak pernah menelpon. Maklum, namanya juga Rektor. Pasti sibuk banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menelpon saya karena beliau tidak tahu nomer telp istri saya. Dan dia mau memberitahu istri saya bahwa hari ini ada kuliah tamu dengan pembicara dosen dari luar negeri. Waow... saya sangat kaget dengan pembicaraan kami. Cukup aneh apabila seorang rektor harus menelpon mahasiswanya untuk ikut kuliah tamu, bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan istri saya baru saja datang dari luar kota, dan dia juga mengambil mata kuliah yang diasuh oleh rektor. Kemarin ada kuliah tamu yang mendadak diadakan oleh jurusan dan istri saya tidak dapat hadir karena berada di luar kota. Sepertinya, rektor ingin mengingatkan istri saya untuk bisa hadir di kuliah tamu hari ini. Tetapi, sangat aneh apabila rektor sendiri yang menghubungi istri saya hanya untuk sebuah pesan tentang kuliah tamu. Seorang yang sangat sibuk, pemimpin sebuah universitas dengan jumlah mahasiswa diperkirakan sekitar 5000 orang, dengan jumlah mahasiswa asing lebih dari 200 orang. Dan, dia masih bisa mengingat istri saya sebagai seorang yang absen di hari kemarin, dan mau mengingatkan bahwa hari ini ada kuliah tamu. Sungguh menakjubkan, bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak heran dengan hal ini karena begitulah layaknya kita, manusia ciptaan Tuhan, di hadapan Tuhan. Tuhan yang adalah raja dan penguasa alam raya, dengan segala kesibukannya setiap hari mengatur alam raya dan semua mahluk ciptaanNya, selalu menyapa kita setiap hari. Bentuk perhatian Tuhan justru lebih indah dari perhatian manusia. Tuhan tahu apa yang kita maui hari ini, dengan memberi perhatian berupa udara segar, cuaca indah, kesegaran tubuh dan hal-hal sederhana yang dapat kita nikmati. Namun, kita sering mengabaikan kebaikan dan perhatian Tuhan karena kita telah terbiasa menerima berkatNya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya diingatkan bahwa bentuk sebuah perhatian akan memberi makna bagi kehidupan kita. Siapapun diri kita, berikanlah perhatian terbaik kepada orang lain yang membutuhkan kasih dari kita. Amen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-959612393937524055?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/959612393937524055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=959612393937524055' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/959612393937524055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/959612393937524055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/05/bentuk-sebuah-perhatian.html' title='Bentuk sebuah perhatian....'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-5128457670711646191</id><published>2008-05-19T18:53:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:58:34.329-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Semua hanya perkara kebiasaan</title><content type='html'>Apabila anda diajukan pertanyaan, dimana tempat yang paling nyaman bagi Anda untuk tidur ?&lt;br /&gt;a. Ranjang Spring bed&lt;br /&gt;b. Ranjang katami (seperti orang Jepang / orang Korea)&lt;br /&gt;c. Sofa empuk nan nyaman&lt;br /&gt;d. Kursi direktur yang nyaman&lt;br /&gt;e. lain-lain, sebutkan.......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas dari kita akan menjawab pilihan a, bukan ? Apabila orang Jepang atau Korea melihat pertanyaan ini, kemungkinan besar mereka akan menjawab b. Tetapi, bagaimana dengan pilihan c dan d? Siapa yang akan memilih pilihan ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam keseharian kegiatan di lab, saya melihat seorang teman saya yang selalu nyenyak tidur di sebuah kursi. Kursi yang dibuat tidur tentunya bukan kursi kayu seperti kita jaman sekolah SD atau SMP dulu, atau juga kursi fiber atau dari bahan lain yang digunakan untuk perkuliahan. Kursi yang digunakan untuk tidur adalah kursi empuk nan nyaman, yang biasanya dipergunakan oleh para manager atau direktur sebuah perusahaan dan bisa diatur ketinggian serta kemiringan sandaran untuk kenyamanan penggunanya. Bahkan tipe sandarannya bisa diatur agar orang yang duduk dapat menikmati kenyamanan selama duduk di kursi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan saya, dia tidak tidur hanya barang 1 atau 2 jam. Tetapi, media kursi tersebut digunakan untuk layaknya kita tidur di rumah. Hampir setiap hari dia menikmati enaknya tidur di kursi pada jam tidur manusia normal. Cukup aneh bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama, saya mencoba berdiskusi dengan dia, mengapa kok dia bisa menikmati tidur di kursi nyaman tersebut, bukan tidur di rumah dengan hamparan spring bed atau katami yang biasa digunakan oleh orang Korea. Ada beberapa hal yang menarik untuk dikemukakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Faktor lokasi rumah&lt;br /&gt;Rumah dia jauh dari kampus, sehingga dia memilih untuk tinggal di kampus daripada harus menghabiskan biaya transportasi ke rumahnya. Berhubung dia menggunakan mobil sebagai sarana transportasi, maka dapat dipastikan biaya yang ditimbulkan dari transportasi akan sangat besar (bensin, biaya perawatan, dsb.). Dengan kata lain, terpaksa harus tinggal di kampus untuk menghemat biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Faktor kesibukan&lt;br /&gt;Karena dia adalah pemimpin di lab, maka banyak pekerjaan yang diberikan ke dia. Lamanya perjalanan menuju rumah akan menimbulkan inefektivitas dan inefisiensi untuk melakukan pekerjaan. Mondar-mandir rumah-kampus sama dengna waktu yang dibutuhkan bagi dia untuk membaca sebuah journal Korea. Dengan kata lain, dia terpaksa tinggal di kampus agar pekerjaannya bisa selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, kenapa tidak beli ranjang atau sleeping bag untuk kenyamanan tidur di lab? Ternyata, kebijakan di jurusan kami adalah tidak memperbolehkan adanya ranjang atau tempat tidur di masing-masing laboratorium. Dan hal itu yang menyebabkan keterpaksaan seseorang untuk menikmati tempat tidur hanya berupa kursi yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah enak tidur di kursi? Dia menjawab, hal ini sudah biasa dilakukan oleh dia dan orang-orang Korea lain. Karena kebiasaan, maka tidur di kursi itu menjadi sesuatu yang enak dan tidak menjadi masalah besar bagi keseharian dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pendapat kita tentang hal ini? Setiap orang tentunya memiliki pandangan masing-masing tentang cerita di atas. Ada yang berpendapat bahwa orang ini pekerja keras (workaholic) sehingga dia akhirnya biasa untuk tidur di kursi. Ada yang berpendapat bahwa orang ini hidup pas-pasan sehingga dia hanya bisa menikmati kenyamanan sebuah kursi daripada mencari motel atau kos-kosan yang dekat dengan kampus. Ada yang berpendapat bahwa, itulah hidup orang Korea yang selalu diburu dengan deadline pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak pendapat lain. Tetapi, saya tidak akan membahas pendapat itu satu per satu. Saya lebih ingin melihat makna kebiasaan di balik cerita ini. Bukankah sesuatu yang tidak nyaman akhirnya bisa nyaman karena faktor kebiasaan ? Bukankah sesuatu yang tidak enak akhirnya bisa jadi enak karena kebiasaan ? Bukankah sesuatu yang tidak biasa, akhirnya bisa jadi biasa karena dilakukan terus menerus ? Bukankah sesuatu yang tidak bisa akhirnya menjadi bisa karena faktor keterpaksaan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dalam kondisi "kepepet" atau terpaksa, maka manusia akan memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang di luar batas pemikirannya. Ketika kita "dipepet" atau dihadapkan dengan situasi yang sulit, maka kita akan berpikir untuk mencari sesuatu hal yang bisa dilakukan tanpa berpikir nyaman, enak, biasa, dan sebagainya. Pokok'nya bisa dikerjakan, pokoknya bisa dilalui, pokoknya bisa selesai, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor kebiasaan berawal dari faktor keterpaksaan. Seringkali manusia mengatakan bahwa dia tidak bisa melakukan pekerjaan A karena dia tidak pernah melakukannya. Si B tidak bisa melakukan pekerjaan C karena tidak biasa melakukannya. Namun, cerita di atas menunjukkan bahwa manusia diberi kemampuan oleh Tuhan untuk bisa mengatasi hambatan-hambatan atau keterbatasan-keterbatasan yang ada dengan segala hal. Dan, ketika kita biasa melakukannya (walaupun dengan terpaksa pada awalnya), maka kita akan merasa sesuatu yang tidak enak, sesuatu yang tidak nyaman, sesuatu yang tidak bisa... akan menjadi sesuatu yang nyaman, sesuatu yang enak, sesuatu yang menjadi kenikmatan tersendiri bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan diri Anda ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-5128457670711646191?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/5128457670711646191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=5128457670711646191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5128457670711646191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5128457670711646191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/05/semua-hanya-perkara-kebiasaan.html' title='Semua hanya perkara kebiasaan'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-651417590524117476</id><published>2008-05-18T20:24:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:58:05.391-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghargaan kepada orang lain'/><title type='text'>Iri Hati adalah awal kehancuran</title><content type='html'>Seringkali dalam kehidupan, kita sering membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita akan senang apabila kita mendapat lebih dari orang lain (uang, nilai, dll.). Dan kita akan merasa sedih ketika kita melihat orang lain yang mendapat lebih dari kita. Kita senang kalau gaji kita lebih tinggi dari orang lain. Kita senang kalau nilai Kuliah kita lebih tinggi dari orang lain. Tetapi, di lain sisi kita akan merasa sedih ketika gaji kita hanya segitu terus, sedangkan orang lain sudah mendapat lebih dan kenaikan terus. Atau... kita mendapat nilai yang tidak setimpal dengan usaha kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pelajar, hal yang harus dijadikan perhatian adalah nilai. Nilai pelajaran akan menjadi sebuah tolok ukur keberhasilan dalam menyelesaikan sebuah perkuliahan. Nilai juga menggambarkan tingkat pemahaman seorang pelajar pada subjek yang dipilihnya. Oleh karena itu, hasil (nilai) pelajaran akan sangat berpengaruh bagi kehidupan seorang pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengalami sebuah masa "iri hati". Ketika saya akan menghadapi UTS sebuah mata kuliah, saya belajar dan berusaha keras untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Berbagai cara telah diupayakan untuk mengerti pelajaran yang sangat susah untuk dimengerti. Tetapi berbeda dengan seorang teman. Dia tidak belajar mata kuliah tersebut karena ada satu dan lain hal yang harus dikerjakan. Dia lebih banyak berpasrah diri daripada berusaha belajar hal yang sangat susah dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba saatnya ujian. Kami satu kelas mengerjakan soal selama 2 jam. Dan, teman yang berpasrah diri lebih banyak berdiam diri dan mencoba mencari tahu dari buku yang dibawanya. (status ujian : open book). Saya berusaha mengerjakan sebisa saya. Hasil ujian kami dapatkan 1 minggu kemudian. Alhasil, nilai saya dan nilai teman yang berpasrah diri hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar2 merasa kacau. Bukankah saya belajar dan bisa menjawab hampir seluruh pertanyaan? Tetapi teman yang berpasrah diri ternyata mendapatkan nilai yang hampir sama dengan saya. Usaha yang saya keluarkan sepertinya tidak sebanding dengan nilai yang saya dapatkan... dibandingkan dengan usaha teman saya mendapatkan nilainya. Timbul pemikiran yang aneh-aneh dalam benak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya merenungkan, ternyata dosen mengatakan hal yang cukup melegakan hati. Nilai yang didapatkan teman saya adalah bukan nilai yang sebenarnya. Dalam artian, nilai tersebut adalah nilai yang berdasarkan belas kasih dosen saya karena teman saya tidak bisa menyelesaikan permasalahan dalam ujian tersebut. Saya cukup lega ketika dosen saya menjelaskan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kita sering mengalami hal seperti ini? Ketika kita melihat orang lain mendapat lebih baik, mendapat lebih banyak, mendapat lebih bagus... maka kita akan langsung membanding-bandingkan. Timbullah rasa iri hati yang tak bisa terbendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman hidup saya mengajarkan pada saya pribadi bahwa hasil yang saya peroleh adalah hasil usaha saya dan orang lain pasti bisa melihat hasil usaha saya, tanpa saya harus membandingkan dengan orang lain. "Iri hati" akan menimbulkan dosa yang ujungnya berakhir pada kehancuran. "Iri hati" karena orang lain mendapat lebih banyak, justru membuat kita terhambat untuk melakukan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Dan, ketika kita sudah berusaha keras, orang lain (yang ahli tentunya) akan mengerti bahwa nilai pelajaran adalah bukan segalanya dibandingkan dengan pemahaman tentang pelajaran tersebut. Nilai hanya sebuah tolok ukur. Sedangkan pemahaman pelajaran tersebut akan berguna bagi kita di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita belajar untuk menghargai usaha diri kita, menghargai apa yang kita dapatkan tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain. Hasil yang didapatkan dengan usaha terbaik kita akan memberi kepuasan tersendiri daripada harus iri hati dengan orang lain yang belum tentu melakukan terbaik seperti diri kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-651417590524117476?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/651417590524117476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=651417590524117476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/651417590524117476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/651417590524117476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/05/iri-hati-adalah-awal-kehancuran.html' title='Iri Hati adalah awal kehancuran'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-2846353373409760223</id><published>2008-04-23T00:37:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T23:57:30.093-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketaatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Leadership is a journey</title><content type='html'>Kepemimpinan sering diumpamakan sebagai sebuah perjalanan. Karena background saya dari Teknik Industri, dan saat ini sedang belajar ilmu Logistik, maka konsep kehidupan akan saya analogikan dengan konsep Logistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logistik berhubungan dengan barang, orang atau sumber daya lain yang butuh disimpan, dikirim atau diterima dari tempat lain. Ini adalah sebuah definisi pribadi, yang mungkin berbeda dengan konsep Logistik secara keilmuan. Ambillah sebuah contoh aktivitas logistik, yaitu transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transportasi, adalah sebuah fungsi untuk menyalurkan barang atau sumber daya lain dari suatu tempat ke tempat lain dalam rangkaian kegiatan logistik. Kegiatan transportasi memiliki biaya yang dapat dihitung langsung, biaya yang dapat diperkirakan dan biaya yang tidak dapat diperkirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang dapat dihitung langsung seperti :&lt;br /&gt;1. Biaya bensin&lt;br /&gt;2. Biaya driver per satuan waktu&lt;br /&gt;3. Biaya mengangkut barang atau sumber daya ke alat transportasi per satuan barang atau per satuan waktu, dll....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang dapat diperkirakan :&lt;br /&gt;1. Biaya maintenance / perawatan dari alat transportasi&lt;br /&gt;2. Biaya faktor penurunan nilai atau depresiasi karena utilitasi alat tersebut, dll.&lt;br /&gt;3. Pajak kendaraan&lt;br /&gt;4. Asuransi kendaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang tak dapat diperkirakan :&lt;br /&gt;1. Retribusi jalan&lt;br /&gt;2. Biaya tak terduga, seperti pungutan liar dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang disebutkan diatas adalah biaya variabel, biaya yang terjadi akibat adanya aktivitas transportasi. Tetapi, kita juga perlu menghitung biaya tetap (fixed cost) yaitu pengadaan alat transportasi tersebut.&lt;br /&gt;Biaya Tetap (yang berefek pada penurunan nilai kendaraan):&lt;br /&gt;1. Pembelian alat&lt;br /&gt;2. Pembelian aksesoris alat transportasi (untuk keamanan, untuk kenyamanan, dsb.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana kita dapat melihat transportasi ini menjadi sebuah hikmat kepemimpinan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita teliti lebih dalam.&lt;br /&gt;Hidup kita tidak lain adalah investasi. Sekolah atau pelajaran yang harus kita selami di bangku sekolah, mulai TK, SD, SMP, SMU, bahkan ada yang hingga S3 atau bahkan ujian profesional untuk kepentingan karir, semuanya adalah investasi yang berupa biaya tetap. Semua hal tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar (20 tahun lebih) hanya untuk membekali diri siap terjun ke dalam masyarakat dan berkiprah di dunia yang sedang digeluti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap momen kehidupan yang kita jalani... tentunya membutuhkan biaya yang tidak lain adalah biaya variabel kehidupan. Biaya kecil-kecil yang tidak pernah kita bayangkan seperti biaya makan, sandang dan papan yang disediakan oleh orang tua kita menjadi pelengkap bagi "transportasi" diri kita dari kecil hingga dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda membayangkan, berapa uang yang telah dihabiskan selama anda hidup ? Itulah biaya untuk membentuk seorang pemimpin. Permasalahannya adalah, seberapa efektif anda saat ini ? apakah anda sudah merasa menjadi seorang pemimpin yang efektif dengan bekal investasi hidup anda ?&lt;br /&gt;Kalau anda sudah berusia 25 tahun, apakah anda sudah merasa efektif dan sampai pada sebuah titik tujuan transportasi tersebut ? Anda sedang berada di terminal logistik yang mana ? Apakah anda merasa transportasi anda telah berjalan dengan baik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang keluar sudah sangat banyak selama kehidupan anda. Sudah saatnya anda mengukur efektivitas kehidupan Anda. Tentukanlah tujuan hidup anda, seperti halnya transportasi logistik. Kemana anda melangkah, maka akan timbul biaya. Dan, jangan sia2kan biaya yang akan dikeluarkan untuk perjalanan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menempuh perjalanan kepemimpinan anda........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-2846353373409760223?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/2846353373409760223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=2846353373409760223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2846353373409760223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/2846353373409760223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/04/leadership-is-journey.html' title='Leadership is a journey'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-7350505749157060331</id><published>2008-02-22T20:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T23:56:58.425-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Lokalisasi vs Globalisasi</title><content type='html'>Jangan salah persepsi tentang arti lokalisasi dalam bahasan ini. Bisa jadi, ada orang yang berpendapat bahwa lokalisasi bermakna negatif, seperti yang biasa disebutkan dalam media massa. Bahasan kali ini mau memperlihatkan pentingnya adaptasi sebagai langkah awal menuju pencapaian sebuah visi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah tahu apa yang dimaksud dengan globalisasi. Ternyata, dampak globalisasi membuat kita mengesampingkan budaya lokal dimana tempat kita berada. Kalau kita penduduk Indonesia dan berada di Indonesia, maka kita akan lebih mudah menyesuaikan diri karena kebiasaan hidup kita terbentuk pada budaya yang sama. Lain halnya dengan penduduk Indonesia yang harus bertinggal di negara lain, seperti halnya saya pribadi di Korea Selatan. Hal ini memberi pelajaran bagi saya pribadi untuk beradaptasi pada lingkungan tempat saya tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaptasi terhadap sebuah lingkungan lokal, atau saya sebut dengan lokalisasi lebih mengedepankan masalah bagaimana mengatur dan menyesuaikan diri dengan budaya lokal setempat. Ketika kita beradaptasi, apakah kita mengubah diri kita sendiri ? Apakah kita menjadi bunglon yang siap berubah warna dimanapun kita ditempatkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda itu indah. Ada hal-hal prinsip yang memang tidak perlu kita ubah ketika kita hidup di negara orang lain. Tetapi ada hal-hal esensial lain yang perlu kita adaptasi dan lakukan sehubungan dengan tata krama dan etika di negara orang lain. Cara menyapa dengan membungkukan badan, sikap hormat kepada orang yang lebih tua, bersikap rendah hati terhadap senior dan beberapa bentuk sikap lain yang harus ditunjukkan di hadapan orang yang lebih tua - adalah sebuah bentuk kebiasaan yang perlu diadaptasi oleh orang asing untuk bisa menjadi akrab dengan orang setempat di Korea Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pengalaman yang membuat saya terkejut pada minggu ini adalah diberhentikannya salah seorang anggota laboratorium dari lab saya (orang asing). Setahu saya, orang ini cukup berminat untuk belajar di laboratorium saya. Namun, mengapa dosen saya memilih untuk mengeluarkan dia daripada mempertahankannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang saya pelajari adalah - tidak adanya kesediaan dari teman saya untuk beradaptasi dengan kondisi di lab saya. Pemikiran globalisasi selalu menghinggap di pemikirannya. Bahkan segala tradisi lokal yang dimilikinya dipertahankan dengan pemikiran bahwa dia adalah orang asing di tempat ini. Sikap hormat kepada orang yang lebih tua, menyapa pada orang lain bahkan berusaha belajar bahasa Korea pun tidak mau dilakukannya hanya karena kebiasaan yang berbeda dengan negara dia berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi faktor2 lain yang berhubungan dengan orang Korea, seperti lebih mementingkan kelompok daripada individual, terbuka dan siap untuk berargumentasi ternyata tidak bisa dijembatani dengan baik. Banyak pekerjaan kelompok yang akhirnya harus terbengkalai karena kelalaian dari teman saya. Bukan hanya lalai, karena dia merasa hal itu bukan pekerjaannya. Individualistis dan liberalistis (pengaruh globalisasi) yang dia miliki terbawa pada lingkungan dimana dia berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, penilaian dosen saya cukup akurat. Tidak ada kontribusi real yang dibawa oleh rekan saya. Meskipun dia cukup pintar dalam masalah bahasa Inggris dan sebuah topik analisis Industri, tetapi dosen saya memilih untuk memberhentikan dengan hormat daripada memberi instabilitas pada performansi laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang salah ? Orang asing atau orang Korea ? Buat saya, ketika kita berani memilih hidup di negara asing, artinya kita siap untuk belajar "lokalisasi" dari negara tersebut. Kita harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan merangkul orang-orang di sekitar kita. Sebagai mahluk sosial, kita perlu bergaul dan mencari pandangan baru tentang kehidupan, bukan hanya sekedar untuk mencari keilmuan yang bisa didapat dari internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan saya, jangan melihat pentingnya globalisasi saja. Tetapi perhatikan dengan lokalisasi dimana kita berada saat ini. Ketika kita berada di negara A, maka kita harus belajar kebiasaan negara A untuk beradaptasi dan mencari relasi yang lebih luas lagi. Ketika kita berada di negara B keesokan harinya, maka kita harus belajar beradaptasi dengan kebudayaan negara B untuk mencari relasi yang lebih luas lagi. Tentu saja, jangan mengaburkan arti adaptasi dengan merubah diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal2 esensial dari diri kita yang perlu dipertahankan. Apabila kita mengetahui bahwa memukul kepala adalah hal yang buruk, maka meski negara lain memiliki kebiasaan memukul kepala - kita tidak perlu mengikuti kebiasaan itu. Apabila kita mengetahui bahwa tidak pantas untuk berkata-kata dengan membentak-bentak, maka kita tidak perlu beradaptasi dengan lingkungan dengan mengubah cara kita berkomunikasi dengan membentak-bentak seperti yang dilakukan orang Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatunya memiliki nilai positif dan negatif. Silakan melakukan hal-hal yang kita pandang sebagai hal yang positif dan mengesampingkan hal-hal yang kita pandang sebagai hal yang negatif. Jangan hanya berpikir globalisasi - pikirkan juga lokalisasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-7350505749157060331?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/7350505749157060331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=7350505749157060331' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/7350505749157060331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/7350505749157060331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/02/lokalisasi-vs-globalisasi.html' title='Lokalisasi vs Globalisasi'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-6233191152376927731</id><published>2008-01-19T02:23:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T23:56:07.824-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Perubahan'/><title type='text'>Kebudayaan - salah satu hambatan dalam memiliki visi</title><content type='html'>Salah satu hambatan utama yang membuat manusia susah dalam memiliki visi adalah -KEBUDAYAAN. Pada dasarnya, manusia terbentuk sesuai dengan lingkungan dimana dia dilahirkan, lingkungan dimana dia dibesarkan, lingkungan dimana dia dibentuk. Lingkungan tempat dia dilahirkan, dibesarkan dan dibentuk akan membuat dia memiliki sebuah kebiasaan yang sering kita sebut sebagai budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang di sekitar kita sering terlambat dalam sebuah pertemuan, maka kita akan bisa tertular dengan kebiasaan tersebut... dan akhirnya kita bisa memiliki &lt;strong&gt;&lt;em&gt;budaya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; terlambat. Kalau orang di sekitar kita sering makan permen karet sebagai sebuah kebiasaan untuk mencuci mulut setelah makan, maka kita juga akan memilki &lt;strong&gt;&lt;em&gt;budaya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; makan permen karet untuk membuat bau mulut menjadi segar setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya adalah sesuatu yang dihasilkan dari proses berkepanjangan dan menjadi sebuah rutinitias - atau mendarah daging dalam hidup keseharian kita. Karena proses tersebut telah membuat kita terbiasa, maka akhirnya kebiasaan itu membudaya luas pada orang-orang yang berada di sekitar kita, yang pada akhirnya juga "senjata makan tuan" pada karakter kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan menghambat diri kita untuk melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda. Hal ini akan menutup mata kita terhadap hal-hal lain yang sepertinya susah tetapi justru hal tersebut lebih baik dari kebiasaan kita.&lt;br /&gt;Contoh... budaya terlambat adalah sesuatu yang sangat umum ketika saya ada di Indonesia. Tetapi, ketika saya tiba di Korea, saya sadar bahwa saya harus bisa menempatkan diri seperti layaknya seorang Korea. Pernah suatu kali saya terlambat 5 menit. Amarah yang saya terima lebih dari 5 menit.... sehingga saya mengevaluasi diri saya untuk lebih tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah dengan membentuk VISI pribadi. Seringkali VISI kita tidak akan terlepas dari kebudayaan dimana kita berada. Sangat susah bagi kita untuk mencari "PENGLIHATAN" di luar lingkungan kita, di luar kebudayaan kita, di luar lingkungan kita. Kalau begitu, bagaimana supaya kita bisa memiliki visi yang melihat jangka panjang sebagai sebuah tujuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benturan budaya adalah sebuah cara untuk membentuk diri kita menjadi tangguh dalam beradaptasi di budaya yang berbeda. Ketika kita hidup sendirian di luar negeri, di luar daerah kita, .. ketika kita tinggal bersama dengan orang yang tidak satu daerah dengan kita, tinggal dengan orang yang tidak satu bahasa dengan kita, .. maka kita akan mengalami banyak benturan-benturan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita bisa melihat hal yang positif dari benturan ini, maka kita akan mengambil hal yang positif untuk menjadi bagian dari dalam diri kita.. dan membuang yang negatif agar tidak melekat dalam diri kita. Dan hal ini perlu dilakukan terus menerus, seperti halnya sebuah pisau - semakin diasah maka pisau tersebut akan semakin tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lelah untuk "MELIHAT" budaya yang berbeda. "MENCICIPI" kebudayaan yang berbeda adalah hal yang sah dan tidak melanggar hukum. Dan, akan lebih baik untuk mengasah dengan budaya lain yang positif daripada sekedar mengasah diri kita dengan kebudayaan yang telah melekat puluhan tahun dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman saya selalu berkata bahwa dirinya hanya mau sekolah supaya pintar. Hal ini karena dia melihat teman2 di daerahnya banyak yang tidak sekolah dan orang tuanya mengenyam pendidikan hingga SMP. Karena dia hanya ingin menjadi orang pintar, maka dia cuma menginginkan lulus S1. Dia sengaja memilih teman yang tepat agar bisa mencapai mimpinya, lulus S1. Teman-temannya adalah orang-orang yang rajin dan tekun dalam belajar. Dan, pada akhirnya hal ini membuat dia termotivasi untuk semakin belajar hal-hal yang baru. Bahkan dia termotivasi untuk bisa belajar di luar negeri. Namun, ekonomi menjadi masalah bagi hidup dan keluarganya. Tiba saatnya untuk dia lulus, ternyata di luar dugaan, dia mendapat kesempatan untuk bisa sekolah di luar negeri dengan beasiswa. Dia adalah seorang yang tidak pernah merasakan hidup di luar negeri. Akhirnya dia pun bisa berangkat dengan bekal uang pinjaman dan sukses menyelesaikan master'nya. Saat ini, dia memiliki visi seperti orang-orang di tempat dia belajar untuk gelar magister'nya. Pengaruh selama 2 tahun di S2 mengubah kebudayaan hidupnya selama 20 tahun di Indonesia. Dan, sekarang dia bekerja di sebuah perusahaan Multinasional ditambah dengan berbagai usaha sampingan yang dia jalankan untuk dapat hidup lebih layak daripada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan teman saya yang lain, dalam posisi yang sama dengan teman pertama saya. Orang tuanya ingin melihat dia berhasil. Dia dari keluarga yang mampu dan dikirim ke Surabaya untuk jadi lebih terdidik (S1). Karena kondisi terkekang selama dia hidup hingga SMU, Alhasil, tahun pertamanya dihabiskan untuk memuaskan dirinya dengan hal-hal duniawi bersama dengan teman-teman yang "berandal". Dia menghabiskan 1 tahun untuk menikmati kehidupan di masa muda. Dan, saat ini... dia menghadapi resiko DO (drop out) dari studinya. Kehidupan yang tidak bervisi dan tidak memiliki arah.. serta pergaulannya dengan orang-orang buruk membuat dia harus mengalami ketidaknyamanan dalam hidup - tidak lulus S1. Dan banyak caci maki akibat kesalahan dalam pergaulan.. dan tidak mau lepas dari kebudayaan dunia yang lebih menawarkan kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masih ada kesempatan, gunakan waktu Anda untuk "MELIHAT" dunia luar daripada "PUAS" dengan keberadaan Anda saat ini. Jangan takut terhadap hal-hal yang bisa "membentur" Anda. Selama hal tersebut BAIK, BENAR dan BERGUNA... perjuangkan itu, raihlah itu, dan bagikan hal itu kepada orang lain. FIGHTING !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-6233191152376927731?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/6233191152376927731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=6233191152376927731' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6233191152376927731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/6233191152376927731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/01/kebudayaan-salah-satu-hambatan-dalam.html' title='Kebudayaan - salah satu hambatan dalam memiliki visi'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-5107316236402958786</id><published>2008-01-08T17:51:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T00:04:20.495-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Visi'/><title type='text'>Visi - Think Big</title><content type='html'>Ketika saya masih SD, teman2 selalu bilang - buat apa cari yang sulit kalau kita bisa menyelesaikan soal dengan cara yang mudah. Namun, dengan berjalannya waktu, kehidupan bertambah kompleks - permasalahan bertambah rumit, dan banyak hal yang membutuhkan kebijaksanaan dalam menyelesaikan persoalan kehidupan, bukan hanya persoalan ujian di sekolah yang menghasilkan nilai kelulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terbiasanya pola hidup mencari cara yang mudah, hal ini sepertinya tertiup ke segala aspek kehidupan. Bahkan, banyak orang juga bakalan berpikir seperti saya, ketika menghadapi sebuah persoalan hidup. Kalau kondisi tempat kerja tidak enak, cari saja tempat kerja lain yang lebih enak. Kalau tempat tinggal tidak layak, cari tempat tinggal lain yang lebih layak. Kalau makanan di rumah tidak enak, pergi ke restoran saja. Kecenderungan ini membuat karakter kita tidak terasah dalam menghadapi kesulitan hidup dan membuat diri kita semakin mudah melarikan diri dari masalah. Mencari cara yang paling mudah untuk menyelesaikan masalah akhirnya berakar dan menjadi budaya yang cukup kuat di banyak kalangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"our lives are not made by the dreams we dream but by the choices we make". Mengutip sebuah renungan kehidupan yang ditulis di Our Daily Bread, "choices" ada di tangan kita. Kehidupan yang selalu mencari cara yang mudah membuat kehidupan kita seakan hambar dan biasa-biasa saja. Ketika kita melihat sebuah tantangan besar menghadang, kita selalu bisa mencari 1001 alasan untuk mempermudah tantangan tersebut (atau bahkan menghindar dan menjauhi tantangan tersebut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hidup manusia yang akhirnya tidak siap dalam berpikir besar (Think Big). Ketika melihat sesuatu yang besar, sepertinya ini adalah hal yang sulit. Kalau ada yang mudah, kenapa cari yang susah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pernah Anda membayangkan bagaimana Terusan Panama dibuat ? 4 tahun pembuatan terusan Panama yang akhirnya dibuka 1940an adalah sebuah proses yang membutuhkan ketekunan luar biasa. Banyak orang menyangsikan hasil Terusan Panama pada saat itu. Puluhan ribu orang dikerahkan untuk mega proyek yang menghabiskan jutaan dollar (pada masa itu). Hutan dipangkas dijadikan kanal. Rawa dimodifikasi menjadi bendungan. Alam yang tidak kondusif harus diatasi dengan pola pikir "engineering". Resiko demi resiko harus dihadapi untuk mendapatkan sebuah manfaat yang besar bagi dunia ini.&lt;br /&gt;Banyak orang berpikir bahwa itu SULIT. Tetapi, Kennedy memilih orang-orang yang tepat untuk memimpin mega proyek tersebut, sehingga akhirnya Terusan Panama - saat ini - dapat dinikmati oleh para Logistic Vendor di dunia. Terusan Panama dapat memotong waktu perjalanan sebuah kapal muat container lebih dari 80% waktu perjalanan. Bukan hanya kapa muat container saja, tetapi banyak kapal-kapal lain menggunakan Terusan ini untuk mempersingkat perjalanan yang seharusnya berputar ke bagian Selatan terlebih dahulu. Dan, negara Panama mendapatkan keuntungan secara finansial dari adanya Terusan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini kompas hari ini (9 Januari 2008) menuliskan mengenai perbedaan persepsi antara permasalahan dan solusi. Bencana banjir yang kerap terjadi - terutama setelah sungai Bengawan Solo meluap - seakan-akan hanya dapat ditanggulangi dengan pembuatan 20 waduk pengendali banjir dan penanggulangan akibat pembalakan liar yang membuat ekosistem semakin rusak. Hal ini tentunya tidak salah, tetapi justru saling melengkapi. Namun, pemikiran ini belum dilengkapi dengan dasar pemikiran yang lebih empiris yang bisa menyelesaikan permasalahan dalam jangka panjang. Solusi yang pernah dilakukan dulu seakan menjadi satu-satunya solusi yang memungkinkan tanpa melihat studi empiris yang lebih mendalam. Sebagai contoh, bagaimana negara Belanda yang mampu mengatasi banjir berkepanjangan yang dikarenakan negara ini berada di bawah permukaan laut. Pada saat muncul ide-ide solusi alternatif, banyak hal yang dialami pemerintah. Kesulitan demi kesulitan dihadapi, kritik diterima dan dijelaskan dengan studi yang lengkap. Dan, saat ini rakyat Belanda merasakan manfaat dari kesulitan dan keterpurukan yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak cerita kehidupan yang lainnya. Apa yang dipikir oleh orang sebagai sebuah kesulitan, apabila kita bisa bertekun - berusaha - berdoa - dan berserah, maka semuanya itu akan menghasilkan sebuah cerita yang bahkan kita tidak akan bisa mempercayainya. Yang Maha Kuasa akan memberikan tuntunan bagi siapa saja yang berserah dan berusaha serta berdoa memohon kekuatan dan penyertaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan diri kita ? Siapkah kita untuk berpikir Besar (Think Big) ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-5107316236402958786?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/5107316236402958786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=5107316236402958786' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5107316236402958786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/5107316236402958786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/01/visi-buat-apa-susah-kalau-ada-yang.html' title='Visi - Think Big'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-4736948864374776666</id><published>2008-01-07T17:33:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T00:04:31.884-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Visi'/><title type='text'>"Pengiring" Visi</title><content type='html'>Negara Korea memiliki keunikan tersendiri, dalam hal makanan, budaya dan bahasa. Banyak hal yang berbeda dengan Indonesia, terutama dalam 3 hal tersebut. Tak heran apabila seseorang yang baru menginjakkan kakinya di Korea akan kebingungan dan berusaha mencari informasi selengkap-lengkapnya tentang banyak hal, meski ada juga yang akhirnya hidup terisolasi (menyendiri) karena takut salah dalam melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, saya mendapati seseorang yang baru datang di Korea dan kebingungan bagaimana bisa hidup di Korea (karena permasalahan seperti yang saya sebutkan diatas). Beliau terus mengirim email yang isinya kekhawatiran karena di Korea dia hidup sendiri, tidak tahu bahasa, bagaimana berkomunikasi, dll dsb. Hari ini saya membaca email dari beliau. Beliau menyatakan sangat gembira setelah beberapa hari di Korea, akhirnya bisa jalan-jalan dan melihat bahwa sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menghadapi kenyataan hidup di Korea (terutama dalam hal bahasa). Hal ini tidak lain karena adanya teman-teman satu negara-nya yang membantu untuk melihat keadaan sekeliling dan mengajarinya untuk bisa "bertahan hidup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita, seringkali kita mengalami hal yang sama. Setelah menyatakan berani melangkah pada suatu tujuan tapi akhirnya terhenti dengan ketakutan-ketakutan yang menghambat langkah kita. Ketakutan yang semestinya tidak perlu terjadi, ketakutan yang semestinya tidak perlu dikhawatirkan akhirnya menghantui perasaan kita dan membuat kita terhambat dalam melakukan hal yang "BISA" kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita telah memiliki visi, janganlah kita terhenti melakukan hal yang telah terlihat jelas di depan mata kita. Raihlah mimpi itu. Raihlah visi itu. Terkadang, kita tidak bisa sendirian dalam meraih visi itu. Kita membutuhkan "pengiring". "Pengiring" yang saya maksud dari cerita di atas adalah teman-teman (satu negara, satu bangsa, seiman, satu daerah, dll dsb.) yang membuat kita mengerti tentang perjalanan hidup kita. Tetapi, jangan lupa.... bahwa kehidupan kita juga diiringi oleh SAHABAT SEJATI, SOBAT YANG SETIA, Pencipta kita...., yang selalu menyertai setiap langkah dan permasalahan dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut melangkah. Kita memiliki "pengiring" yang agung yang selalu beserta dengan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-4736948864374776666?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/4736948864374776666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=4736948864374776666' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4736948864374776666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/4736948864374776666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/01/pengiring-visi.html' title='&quot;Pengiring&quot; Visi'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-8825503761726671371</id><published>2008-01-07T00:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T00:04:44.023-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Visi'/><title type='text'>Visi - mimpi</title><content type='html'>Beberapa orang mengatakan, visi = mimpi. Bagaimana pendapat Anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berani mengatakan benar atau salah. Hal ini bisa dianggap benar karena apa yang menjadi ambisi, tujuan, harapan kita di masa depan, itu bisa diterjemahkan dalam satu kata - VISI. Tetapi, tidak selalu yang menjadi impian itu bisa diterjemahkan menjadi visi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita simak beberapa hal berikut ini.&lt;br /&gt;Presiden Korea terpilih (pemilu Des 2007) memiliki visi meningkatkan perekonomian Korea lebih daripada sebelum-sebelumnya. Mayoritas pemilih presiden Lee adalah orang-orang yang menginginkan adanya kenaikan ekonomi di negara ginseng ini. Oleh sebab itu, apa yang diimpikan oleh eks-walikota Seoul ini juga melihat apa yang diekspektasikan oleh masyarakat Korea Selatan pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal Januari 2008, Korean Times menuliskan beberapa target yang akan dicapai oleh pemerintahan Presiden Lee. Hal yang paling mencengangkan adalah pembuatan Kanal sepanjang kurang lebih 450 km (dari Seoul ke Busan) untuk mempermudah jaringan logistik di Korea Selatan. Media transportasi air dianalisa lebih murah dibandingkan media transportasi lainnya. Dan, hal ini tidaklah mustahil untuk dilakukan, mengingat negara Amerika Serikat telah menerapkannya pada beberapa negara bagiannya dan Dubai telah memulai proyek ini di UEA. Namun, berdasarkan polling warga, 70% menyatakan ragu tentang keberhasilan proyek ini (yang akan memakan waktu 2 tahun)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.koreatimes.co.kr/www/news/nation/2008/01/123_16547.html"&gt;http://www.koreatimes.co.kr/www/news/nation/2008/01/123_16547.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita lainnya adalah target untuk mencapai pendapatan per kapita sebesar US$ 31.000 pada tahun 2012. Kalau hal ini dapat terjadi, maka Korea akan termasuk dalam 7 negara yang memiliki pendapatan per kapita terbesar se dunia.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.koreatimes.co.kr/www/news/nation/2008/01/123_16552.html"&gt;http://www.koreatimes.co.kr/www/news/nation/2008/01/123_16552.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini mimpi ? Apakah ini visi ? Sebuah visi berangkat dari sebuah mimpi yang akhirnya diterjemahkan ke dalam misi. Visi untuk meningkatkan perekonomian negara diikuti dengan misi-misi kecil, membuat kanal dan proyek peningkatakan pendapatan per kapita yang disertai dengan target spesifik. (2 tahun proyek Kanal - pendapatan per kapita sebesar US$31.000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan kepemimpinan diri kita. Apabila kita memiliki visi atau mimpi, baiklah kita menerjemahkannya dalam hal yang realitas - dalam bentuk numerik atau deklarasi pernyataan - yang membuat kejelasan dari visi atau mimpi tersebut.&lt;br /&gt;Nehemia adalah seorang yang bisa menjadi contoh tentang pentingnya sebuah visi. Visi yang tertanam dalam hati Nehemia adalah membenahi tembok Yerusalem. Dan segenap misi yang dilakukan olehnya dapat kita cerna lebih dalam di kitab Nehemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa adanya visi yang jelas, maka hidup kita tidak akan bisa berjalan pada arah yang benar. Tentu saja, ketika kita memiliki visi, bukan hanya mengandalkan kekuatan diri kita sendiri, tetapi harus melihat siapa yang menciptakan diri kita. Allah telah menciptakan diri kita segambar dengan rupa Allah dan kita diberi mandat untuk berkuasa dan menaklukkan bumi. (Kej 1 : 27-28). Oleh karena itu, sudah sepantasnya visi atau mimpi yang kita buat diperuntukkan kepada sang Pencipta kita, untuk kemuliaan Allah di muka bumi ini. Dan, sebagai anak-anakNya, kita akan diberikan visi yang tepat untuk kita jalankan selama kita hidup di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah visi itu agar hidupmu semakin berharga di hadapanNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-8825503761726671371?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/8825503761726671371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=8825503761726671371' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/8825503761726671371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/8825503761726671371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/01/visi-mimpi.html' title='Visi - mimpi'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7766189905186753470.post-3365549956483353312</id><published>2008-01-03T18:34:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T00:04:56.409-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Visi'/><title type='text'>Visi - pentingkah ?</title><content type='html'>Tempat saya sekolah saat ini - Pusan National University (PNU) - memiliki sebuah visi yang sangat konkret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2015 akan menduduki peringkat 10 se-Asia dan peringkat 100 se-dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hal ini tidak mungkin ? Apakah hal ini terlalu sombong ? Apakah hal ini terlalu dibesar-besarkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, ini adalah sebuah tujuan yang hendak diraih, tanpa mengabaikan kemampuan dan segenap sumber daya yang dimiliki oleh kampus ini. PNU merupakan salah satu kampus nasional yang diperhitungkan di Korea Selatan. Tentunya, tidak mustahil apabila kampus ini menetapkan target yang sepertinya terlalu "berlebihan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat segenap sumber daya yang ada, saya merasa bahwa kampus ini mampu meraihnya. Apalagi setelah melihat pemaparan misi per tahun hingga tahun 2015 (step 1 2007-2011 dan step 2 2011- 2015) , sepertinya mereka akan mampu meraih target yang diimpikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, kembali ke pertanyaan awal. Visi - pentingkah ? Kalau tidak ada visi yang jelas, maka organisasi tidak akan berjalan dalam arah yang benar. Kalau Anda sedang berada dalam sebuah organisasi, atau anda sekarang adalah pemimpin sebuah organisasi, buatlah visi yang jelas agar semua orang di organisasi Anda, bawahan Anda, ataupun atasan Anda mengetahui target yang Anda akan hasilkan selama Anda berada di organisasi tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7766189905186753470-3365549956483353312?l=bernardoyahya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/feeds/3365549956483353312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7766189905186753470&amp;postID=3365549956483353312' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3365549956483353312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7766189905186753470/posts/default/3365549956483353312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bernardoyahya.blogspot.com/2008/01/visi-pentingkah.html' title='Visi - pentingkah ?'/><author><name>Bernardo Nugroho Yahya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11757697508979522051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_6g9LhnDmnSw/R4Q5OHkr3fI/AAAAAAAAAAM/AOsrqp4X6mM/S220/IMG_1804.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
